Betrayed Bonds: The Rise Of An Omega

Betrayed Bonds: The Rise Of An Omega

last updateLast Updated : 2023-11-27
By:  Eliza SelmerCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
9.5
4 ratings. 4 reviews
107Chapters
13.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"I did what I did for you!" Knight exclaims pain flashing in his eyes. "I did it to protect you, and now that I'm strong enough, I want you mind, body, and soul." "Marry me, little fairy, and I will make sure you and your unborn pup are safe from the darkness that surrounds you. what do you say?" Massimo asks, his eyes filled with hope. Tatiana's life was one series of bad events since the day she woke up with no memories and found herself being sold as a maid to the alpha of Hunters Moon pack. Since then, she endured beatings, insults, and ridicules from all those around her, while the one who insisted she be brought there turned a blind eye to it. However, when she turns eighteen, she thinks her luck is looking up when she discovers she is the alpha heir of Hunter's Moons' mate and ends up sleeping with him. But what started as a beautiful moment turned into a nightmare that ended with her rejection and being auctioned off to repay the debt she owed Hunters Moon for taking her in. Now Tatiana finds herself in a dark world where it is revealed she was once part of, and she is the future leader of the ruthless Onyx River pack and meant to be wedded off to Massimo Stalone, the heir of Obsidian River. when she feels that things are finally beginning to take a turn for the better, Tatiana discovers she is pregnant by none other than the one who so cruelly rejected and sold her Terrified and unsure of what to do, Tatiana finds herself forming a marriage contract to protect not only herself but her unborn pup while many lies and deceit begin to come to light.

View More

Chapter 1

Prologue: Sold

Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang terlalu jauh dalam sensasi panas yang mendominasi kamar ini.

​Malam ini Ariyan yang baru pulang kerja terlihat lelah. Dan Zivanya tahu pria itu hanya butuh pelarian. Zivanya dengan bodohnya selalu bersedia menjadi pelarian baginya.

Sambil terus bergerak, Ariyan mencumbu dan mengecup leher Zivanya, menciptakan tanda kepemilikan yang besok akan disesali Zivanya, tapi sekarang terasa begitu memabukkan.

Ariyan bergerak semakin cepat. Zivanya hanya bisa mengikuti, membiarkan tubuhnya diambil alih.

​Saat Ariyan mengangkat sedikit tubuhnya untuk mengganti posisi, kemeja pria itu yang tadi hanya terbuka kancingnya kini tersingkap lebar sebelum ia jatuhkan ke lantai.

​Di situlah Zivanya melihatnya. Jelas, di bawah temaram cahaya.

​Tepat di dada kiri Ariyan, di atas jantungnya, terukir sebuah tato permanen dengan huruf cursive yang rapi.

​Aira.

Ini bukanlah yang pertama. Sudah ratusan malam Zivanya melihatnya. Tapi efeknya tidak pernah berbeda.

Darah Zivanya rasanya berhenti mengalir. Jantungnya berpacu liar. Bukan karena gairah, melainkan karena rasa sakit yang menghantam ulu hatinya.

Ariyan menandai tubuhnya dengan nama wanita lain. Wanita yang selalu dia sebut sebagai masa lalu yang rumit, tapi jelas masih menguasai masa kininya.

​Zivanya merasa sangat sakit. Di saat Ariyan sedang menyatukan tubuh dengannya, nama wanita lain melekat di kulitnya, ikut bergesekan dengan kulit Zivanya.

Seketika, seluruh hasratnya sirna.

​“Ari...” Zivanya mencoba mendorong bahu pria itu.

​Ariyan tidak peduli. Ia sedang berada di ambang puncaknya. Ia terus memacu dirinya, mengabaikan perlawanan kecil Zivanya.

​Zivanya memalingkan wajah ke samping, memandang dinding kosong. Sudut-sudut matanya terasa panas. Setiap sentuhan Ariyan sekarang terasa menjijikkan. Ia merasa seperti benda mati yang sedang digunakan untuk memuaskan syahwat pria yang hatinya sepenuhnya adalah milik orang lain.

​Tepat di saat Ariyan mengerang karena mencapai pelepasannya, ponsel di atas nakas bergetar hebat. Getarannya terasa hingga ke tempat tidur.

​Drrrt… ​Drrrt…​ Drrrt…

​Ariyan rebah di atas tubuh Zivanna bersama napasnya yang tersengal-sengal di telinga wanita itu.

​Ponsel berwarna hitam tersebut tidak berhenti bergetar.

​Ariyan mengesah kesal, lalu menarik diri dari Zivanya. Ia duduk di tepi tempat tidur membelakangi istrinya dan mengambil ponsel.

​“Halo.”

​​Zivanya duduk perlahan. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

​“Sakit? Sejak kapan? Kamu sudah minum obatnya?” suara Ariyan kini berubah panik. Ia langsung berdiri, mengabaikan fakta bahwa ia baru saja selesai bercinta dan tidak berpakaian.

​“Oke, oke, tenang. Jangan panik. Aku ke sana sekarang.”

​Panggilan ditutup dengan tergesa. Mata pria itu bergerak liar mencari pakaiannya di lantai. Ia tidak menatap Zivanya sedikit pun.

​“Aira sakit. Aku harus pergi,” ujarnya singkat sambil menarik celananya. Ia bahkan tidak perlu repot-repot memakai celana dalam.

​Zivanya memandangnya dengan pandangan kosong. Rasa sakit di hatinya sudah sampai di titik di mana ia tidak bisa lagi marah.

​“Dia sakit apa?” tanya Zivanya pelan, datar tanpa emosi.

​Ariyan mengancingkan celananya dengan gerakan yang semakin panik. “Aku nggak tahu. Dia Cuma bilang perutnya sakit. Mungkin maagnya kambuh lagi. Dia sendirian. Aku harus ke sana sekarang.”

Zivanya memang tidak ingin marah. Ia sudah terlalu lelah untuk itu. Ia sudah menerima sejak lama bahwa dirinya bukan prioritas. Tapi melihat Ariyan yang begitu panik demi wanita lain tepat saat mereka selesai bercinta, kalimat itu keluar begitu saja tanpa bisa ia tahan.

​“Dia selalu sakit di saat kamu bersamaku. Apa kamu nggak sadar?”

Tangan ​Ariyan yang sedang memasang kancing kemeja sontak terhenti. Ia menatap Zivanya untuk pertama kalinya sejak ponselnya berdering. Sorot matanya terlihat begitu dingin.

​“Ini bukan waktunya untuk cemburu. Dia butuh aku.”

​“Dan aku? Apa aku nggak butuh kamu?”

Ucapan istrinya membuat Ariyan memberikan wanita itu tatapan tajam.

“Kamu lupa aku nggak pernah menginginkan pernikahan ini? Kalau bukan karena orang tua kita, bukan kamu yang menjadi istriku. Tapi Aira!”

Zivanya terpaku. Jawaban suaminya membuat hatinya tersayat-sayat. Ia sadar betul akan hal tersebut. Ia sudah menghafalnya di luar kepala, namun mendengarnya langsung dari mulut Ariyan di saat keringat mereka bahkan belum kering, rasanya seperti dikuliti hidup-hidup.

​“Aku tahu,” jawab Zivanya lirih. “Aku tahu kamu nggak pernah menginginkanku. Tapi setidaknya, hargai aku sebagai istrimu.”

“Jangan terlalu banyak menuntut,” jawab lelaki itu tidak suka. Ia sudah berhasil memasang kemejanya lalu menyambar kunci mobil di atas nakas. Tidak ada kecupan pamit atau tatapan menyesal. Yang ada hanya punggung pria itu yang menjauh dengan tergesa, mengejar wanita yang ia sebut sebagai cinta sejati.

​“Jangan menungguku. Aku mungkin menginap di sana kalau kondisinya parah,” ucap lelaki itu sebelum menghilang di balik pintu dan menutupnya dengan sedikit bantingan.

Zivanya tetap duduk di tempat tidur yang berantakan. Bau maskulin Ariyan masih tertinggal di bantal, namun pemiliknya sudah lari mengejar wanita lain.

Aira adalah anak angkat orang tua Ariyan yang diadopsi sejak berumur tiga tahun. Setelah dewasa, keduanya saling jatuh cinta. Orang tua Ariyan yang tidak setuju pada hubungan mereka, menjodohkan Ariyan dengan anak sahabatnya, yaitu Zivanya. Zivanya menerima perjodohan itu karena sejak Sekolah Menengah Pertama ia sudah jatuh cinta pada laki-laki itu. Perasaan Zivanya sangat bahagia dinikahkan dengan Ariyan sebelum ia tahu Ariyan sudah memiliki wanita lain di hatinya.

​Lamunan Zivanya buyar karena listrik yang tiba-tiba mati. Ia mengambil napas dalam-dalam, menelan pahitnya kenyataan bahwa malam ini, sekali lagi, ia kalah untuk ke sekian kalinya.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

MJFlo
MJFlo
Can’t wait for the sequel
2023-11-28 22:51:36
0
0
 Bourne Flores
Bourne Flores
I’m loving it so far…rooting for Knight and Tatiana fingers crossed
2023-10-21 22:23:16
1
0
Delinda Schumacher
Delinda Schumacher
46 chapters 10-12-23
2023-10-14 02:57:32
0
0
Audrey Coulombe
Audrey Coulombe
It was a great book. I would have liked a little more depth to the secondary characters. A best friend was killed, a world of vengeance is promised, then nothing. We learn about the « rogue » gang she lives and trains with, but they never do anything. But overall, the story and characters are great!
2023-11-28 09:53:47
0
0
107 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status