The Alpha King's Breeder

The Alpha King's Breeder

last updateLast Updated : 2026-08-17
By:  Bella MoondragonUpdated just now
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
22 ratings. 22 reviews
987Chapters
81.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alpha King Maddox nips at my ear. “Do you like that, little flower?” I moan an answer as his other hand slides my nightgown down off of my shoulder so his mouth comes down on me, his tongue lapping at my sensitive skin. ***** I''m just his breeder, traded for a debt. But can I convince King Maddox I could be more--so much more? *Isla* When my pack Alpha takes me to the castle to see the king, I have no idea he's trading me for a personal debt. Scared and alone, I contemplate what might happen to me and miss my family. But then I meet King Maddox. His reputation for being cruel is a contrast to the care I see deep in his eyes. Is it possible he could develop feelings for me? A poor girl brought to the castle to complete a task? I am just a tool to him after all. Or am I? *Maddox* After my wife died, I had no intention of falling in love again, but I need an heir. A simple solution presents itself in the form of a beautiful girl, given to me in exchange for a debt. But the more I get to know Isla, the more drawn to her I am. Is it possible she's just the one to make me forget the tragic night my wife died... a night I take full responsibility for? With pressure from other Alphas to marry one of their daughters, and rumors that Isla isn't who she seems to be, my decision will not be easy. But then, I'm the Alpha King. My decisions are never easy. I hope I make the right one. Because Isla is starting to get under my skin--I want to be on top of hers. Forever Season 5 now available!

View More

Chapter 1

When It Rains, It Pours

“AAAAAAAAAA!!”

“KYAAAAAAAA!”

Hal yang terakhir lelaki itu dengar adalah teriakan memekakkan telinga dari berbagai sisi. Ia terperanjat, terbangun dari tidur pulasnya dan langsung menoleh ke sana-ke mari untuk mengetahui ada ribut-ribut apa sebenarnya.

Hanya saja, apa yang ia lihat diluar dugaan. Begitu matanya terbuka, cahaya putih menyilaukan terlihat, seketika pupil mengecil dan ia mengernyit.

Namun sedetik berikutnya … semua gelap. 

Gelap gulita bak seluruh cahaya di bumi menghilang.

“A-apa?!” lelaki itu, pria 29 tahun bersetelan putih-hitam dengan name tag Bima Farhan D. pada seragamnya berceletuk. Ia terkejut setengah mati dengan apa yang terjadi.

Cepat, ia mulai memperhatikan sekelilingnya. Kelereng hitam itu menyapu kegelapan dalam hitungan detik. Sayang ia tak menemukan secuil petunjuk dimana dia. Bahkan mana atas mana bawah pun tak tahu. Ia coba lagi lakukan scanning, tapi hasilnya sama. Hanya hampa yang menyapa.

Sampai di suatu titik, terdapat sesuatu melayang di depannya. Bentuknya seperti jendela opsi dalam game. Agaknya mirip sekali dengan hasil tampilan projector di tempat kerja.

Namun tulisan yang berada di dalamnya membuat ia menegang.

[You're dead. Do you want to stay alive?]

[Yes]                                [No]

What?! Apa-apaan ini?! Lelaki itu menganga. Dalam benak, ia menduga ini prank. Mungkin dia sedang disekap atau dijadikan bahan penelitian.

Tapi … entah mengapa rasanya real.

Menjulurkan tangan, insting bertahan hidup Bima bekerja. Tanpa menunggu lama, ia raih cahaya biru yang tunjukkan kata-kata 'Yes'. 

Sedetik ia mengagumi fakta jika pendaran cahaya itu mampu ia sentuh. Namun detik berikutnya, seluruh kekaguman Bima terhempas. Entah mengapa dunianya jumpalitan, ia seperti dilempar ke atas, tendang kanan kiri dan dihempas ke tanah.

Semua berputar. Berputaaar. Berputaaaar.

Ia ingin muntah, tapi tak kuasa. Ingin pingsan pun tak bisa. Rasanya Bima sudah mabok, mabok tapi masih waras.

Tiga menit kemudian baru semuanya mereda. Meski hanya sesaat.

Karena yang berikutnya ia rasa adalah guncangan hebat. Guncangan yang makin lama makin kencang. Ia tak nyaman. Ia ingin tahu apa yang membuatnya begini.

Namun sekeliling masih gelap gulita.

Sampai di satu titik, dia merasakan keanehan ketika ada seseorang di belakang dirinya.

Seketika Bima membuka mata. Betapa dia terkejut ketika di atasnya ... di atasnya ada seseorang sedang memandangnya lapar.

W-what? What the hell?!

Bima menegang. Kelereng biru tubuhnya membelalak, napasnya tercekat, wajah putih di sana pun memucat. Selayang pikir memenuhi benak. A-apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba—dimana dia? Siapa orang ini?! 

Namun belum juga Bima selesai dengan keterkejutan yang melanda, orang itu kembali bergerak mendekatinya. Semakin dekat. Sosok maskulin itu mencengkeramnya dengan kuat.

What the fuck?! Apa yang terjadi?! Sakit! Sakit sekali!! Bima ingin berteriak. Namun dia hanya bisa membuka mulut, tanpa suara keluar dari pita di tenggorokan. Ia pun segera berbuat sesuatu, tangannya mencakari alas, berusaha membawa tubuh menjauh.

Sayang, entah mengapa, ia kesulitan bergerak. Tenaganya seperti tersedot, atau menguap. Ada sesuatu dari dalam tubuhnya seperti disedot paksa. Napas bahkan sampai tersendat, erangan demi erangan meluncur. 

Erangan yang entah bagaimana di telinga Bima, jadi begitu asing.

Suara siapa itu?

Keanehan-keanehan yang menumpuk ini membuat Bima takut. Ia kembali berusaha kabur. Cepat tangannya terangkat, meraih bahu sosok yang mencengkeramnya.

Sayang, tak ada tenaga di sana. Ia kalah.

Bahkan si lelaki berambut kuning itu tertawa melihat melihat usahanya yang sia-sia. Dirinya tampak mengenaskan.

"Ah … Hentikaaan! Lepaskan aku!" 

Bima meronta. Namun ia tak bisa kabur. Tangan besar membuatnya diam, tak bisa bergerak banyak. Gerak demi geraknya seperti pukulan lembut tak berarti. Ia bak wayang sedang lelaki asing di depannya adalah dalang. 

Orang itu bahkan tertawa melihat jerih payah Bima. Ia tersenyum miring sebelum mendorong Bima dan memposisikan diri.

Menit-menit berikutnya, Bima hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.

"Tuan Kiel, kau lucu sekali. Kau harus lihat bagaimana wajahmu sekarang. Apa harus aku lakukan ini terus menerus agar kau mengetahui dimana posisimu, hm?"

Bima terengah, telinganya berdengung. Kemampuan pendengarannya turun separuh lebih. Ia tak mendengar apa yang orang itu bicarakan. 

"Duke Vaseo itu anjing dan kau adalah penerus anjing, Tuan. Ingaaat kau tak memiliki power yang sebenarnya"

Bima tak paham. Dia juga tak mau mengerti. Manusia entah siapa itu jelas menekankan suatu nama yang katanya anjing; Vaseo? Paseo?—uh, merk Tissue? Entah, Bima tak ingat.

"Kau melewati batas, anjing harusnya bertingkah seperti anjing, patuh! Paham?" orang itu berseru seraya mengangkat pinggang Bima lebih tinggi dan berbuat sesuatu yang DAR! membuat Bima makin tak waras. Bima hanya bisa terengah, tubuhnya panas. Buram, semua buram.

"TUAN KIEL JAWAB AKU!" 

Teriakan demi teriakan terdengar. Sayang, Bima setengah sadar, apa yang ia rasa membuat telinga seperti auto memfilter suara-suara tak berarti.

Setidaknya sampai tiba-tiba gendangnya seperti mendengar suara mesin [[Welcome to Deel's System]].

Bima membelalak. Dia tergugu, tak mengerti. Sayang, tanpa ia bisa berkomentar, suara mesin yang sama mengikuti [[Memories synchronization: start]].

Dalam waktu yang sangat cepat, Bima terasa tersedot dalam pusaran yang dipenuhi dengan puing-puing cuplikan video. Dia bisa melihat sesosok lelaki berambut pirang mentah berdiri tegak, sendiri, tersenyum ke sana-sini di segala episode. Ia adalah putra Gilbert yang digadang-gadang menjadi penerus Dukedom Vaseo. 

Ketika melihat wajah itu … entah mengapa ada rasa bila anak naas itu adalah dirinya. Dia, Kiel dei Vaseo. 

[[DING!!]]

Bima mendengar suara lagi, seperti sistem berikan notifikasi. Matanya yang memburam melihat cahaya pelan-pelan berpendar di ujung matanya. Setelah itu suara cempreng khas anak kecil menggelegar, [[Halo Host! Perkenalkan, aku sistem yang akan menemanimu. Name’s Neo. Kau sudah mati di dunia nyata dan kini akan berpetualang di berbagai dunia bersamakuuu~]]

Huh?

HUUUH?!

Mengikuti suara, muncul ngengat dengan ekor seperti lampu pijar terang— kunang-kunang—di depan Bima. Keterkejutan merajah lelaki Indonesia yang kini menjadi Kiel itu. Mukanya memucat.

Tapi belum juga dia kembali dari keterkejutan ... kunang-kunang itu berkata lagi, [[Oh Host! Untuk menyelesaikan suatu dunia, host harus melakukan dua hal: SATU, host harus membuat harem minim 3 orang dan mendapatkan cinta mereka. DUA, host harus melakukan slebewslebew—maksudku ‘itu’ bersama mereka.]] 

Bima menganga mendengar penjelasan itu. 

Bima tak heran dengan kondisi tiba-tiba tertransmigrasi begini, tapi tunggu dulu! Syarat menyelesaikan dunia ini apa tadi? Hah?! Bukan kedamaian dunia atau semacamnya?!

[[Kalau mau menjadi penguasa dunia juga boleh, tapi kalau dua syarat tadi diabaikan ya sama aja Host tak akan bisa mati. Restart deh~]]

Hah?! Bima terhenyak sekali lagi. Otaknya berpintal cepat. 

Jadi … selain dua yang disebutkan Neo, masih ada yang ketiga untuk bisa berpindah dunia: dia harus ‘mati’. Tapi kalau belum membuat harem dan melakukan ‘itu’, dia tak bisa mati. 

Hah?! PERMAINAN SETAN MACAM APA INI GUSTI?! 

[[Haha. Sans, host. Host sudah memiliki tabungan poin atau koin kok sekarang. Orang yang sedang bersama host sekarang termasuk dalam daftar harem meski bukan male leads. Dan host sudah menaikkan intimasi dengannya, nanti coba cek di tabulasi missions ya host~]]

Bima menegang mendengar hal ini. Kepalanya seketika pusing tujuh keliling. Informasi yang ia dapatkan terlalu absurd.

Detik berikutnya ia klimaks dan pingsan.

[]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ratings

10
100%(22)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
22 ratings · 22 reviews
Write a review

reviewsMore

Limebellz Gillies
Limebellz Gillies
Love love love all the stories in this book. Be aware you will become invested. I feel like have shared these character’s journey. Than you Bella, so glad I found you here and can continue to read this epic novel.
2025-10-16 18:43:59
0
0
Limebellz Gillies
Limebellz Gillies
This book and subsequent stories is amazing
2025-08-18 06:04:02
0
0
Melissa
Melissa
love this book and the story line!
2025-07-23 07:43:09
0
0
Krystal Alise Bopp
Krystal Alise Bopp
These books have been my lifeline. I am crushed to reach this point and have to leave this beautifully tragic world and all its perfectly flawed characters. I can't wait for the next update, and honestly hope (though I know it is in vain) we get to follow this family tree for even more generations.
2025-06-28 11:12:56
1
0
Linda Coy
Linda Coy
Love this book. Love stories from one generation to the next.I got as far as chapter 670 with no updates for ages.
2025-06-05 01:28:56
0
0
987 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status