Viper

Viper

last updateLast Updated : 2021-11-16
By:  Fabzy SamOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
14Chapters
2.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Following the tragic yet heroin death of one of Atlanta's most cherished heroes fourteen years ago, the city has finally come to terms with the heavy loss except for a highschool teenager named Natasha Johnson who unlike her city; is not done with the past especially after she uncovers a dark secret that has been kept from her by her mother. This secret will come with yet another shocking discovery — one that will lead the fifteen year old into a completely new and an uncharted world as she grows up in her youth to become a force to reckon with alongside her friends and family but then again this discovery ends up putting the girl right into the vengeful path of an extremely dangerous enemy whose presence reeks of nothing but death and total destruction this begging the question—will Natasha have it in her to take down this adversary and finally fulfill her destiny and become the ‘Viper’ . . .?

View More

Chapter 1

Prologue

Joko Irawan, sosok lelaki dengan perawakan tubuh sedang. Perkiraan tinggi 170 senti meter. Ditambah paras manis khas wajah lelaki Jawa. Pernikahannya telah berlangsung lima tahun dan belum dikaruniai seorang anak.

Kehidupan rumah tangga dengan segala problematika mulai dia jalani. Termasuk urusan ranjang.

“Apakah kehidupan pernikahan itu hanya bertolak ukur dari ranjang?”

Dia hanya mengangkat kedua pundaknya. Saat  sebuah pertanyaan terlontar dari kawan wanita sekantornya.

“Serius ini pertanyaanku? Apa kalian para kaum lelaki, hanya memikirkan pernikahan dari urusan ranjang?” Kembali pertanyaan itu terlontar.

_oOo_

_Surabaya,2010_

Sore itu Joko Irawan diajak  beberapa teman kantor untuk sekedar mencari hawa segar ala kota Surabaya. Sepakat mereka melaju ke arah jalan beraspal yang tidak seberapa lebar menuju gang yang terkenal sebagai salah satu tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Yaitu gang Dolly.

Para lelaki berbaju batik, sudah mulai sibuk dengan pekerjaan mereka mengatur lalu lintas jalan dan parkir. Mereka pun saling menawarkan rumah yang berisi  wanita cantik, pada setiap mobil yang berhenti di kawasan itu.

“Maju, Bos! Stop … cakep!” ujar salah seorang lelaki berpakaian batik, memandu mobil Joko.

“Ini tempatnya?” bisik Joko yang seumur-umur baru kali ini ke gang Dolly.

“Iyo, mosok kamu enggak pernah ke sini, Jok?” sahut Yono.

Joko hanya menggeleng pelan.

 “Enggak mungkin!” sahut Setyo dan dua orang temannya yang lain. Seperti kompak menyangkal ucapan Joko.

“Yo, wes kalau enggak percaya,” cetus Joko.

Tok tok tok!

Kaca mobil diketuk seorang lelaki berbatik. Joko menurunkan kaca jendela dan tersenyum.

“Opo, Cak?”

“Sudah dapat rumahnya belum, Bos?”

Sontak Joko menoleh pada Yono yang duduk sejajar dengannya di jok depan.

“Ada yang sip, enggak?” sahut Yono yang seperti nya sudah terbiasa ke tempat seperti ini.

“Buanyak, Bos. Mari aku antar Bos. Penghuninya banyak yang gress … pokoknya markotop,” ucap sang lelaki dengan mengangkat kedua jempol.

Seketika Yono berkedip , seolah memberi kode pada teman-temannya. Tak menghiraukan Joko yang tengah bergelut antara iya dan tidak.

“Ayo!” Yono menepuk bahu Joko keras.

Dia pun gelagapan. Akhirnya Joko turun mengikuti langkah Yono dan yang lain. Mengikuti sang lelaki berbaju batik.

Sampai  lelaki itu berhenti di depan sebuah rumah yang terang benderang. Dengan jendela kaca yang sangat lebar. Hingga mereka yang berada di luar, bisa melihat dengan jelas. Apa saja yang ada di dalam rumah.

Pandangan mata Joko jelalatan. Saat melihat  rumah yang berjejer rapi  dibuat bak aquarium dengan hiasan wanita cantik di dalamnya saling duduk berjajar. Yono dan Setyo terkikik melihat tingkah Joko.

“Ini pengalaman pertama aku datang ke Dolly. Jadi enggak usah ngetawain!” seru Joko kesal.

Ucapan Joko langsung disambut gemuruh tawa Yono dan yang lain.

“Let’s go everybody!” ajak Yono pada keempat temannya. Mereka pun memasuki sebuah rumah yang tadi ditunjukkan oleh lelaki berbatik.

Saat menginjak lantai keramik rumah berwarna biru. Hati Joko langsung bergetar. Dia melirik pada Yono, Setyo dan kedua temannya yang lain. Mereka jauh terlihat tenang . Seperti bocah TK yang  sedang diajak ke suatu taman bermain.

Sejenak Joko melupakan  Ana yang sudah menanti di rumah. Biasanya wanita itu duduk di teras depan menunggu kedatangan sang suami. Sesaat hati Joko kembali berdesir.

“Ayok!” Setyo menarik lengan  Joko yang masih terpaku di ambang pintu.

Ketika mereka masuk ke dalam. Para wanita cantik itu, mulai melambaikan tangan dan tersenyum ramah. Seolah  menggoda mereka  berlima. Keringat dingin semakin membasahi kening dan punggung Joko.  Kedua lututnya pun ikut bergetar. Tak hanya jantung yang ikut berdebar.

Salah seorang wanita dengan senyum mengembang lebar. Langsung menyambut kedatangan mereka. Dia mengusap manja lengan Yono. Dari raut wajahnya dia berumur kisaran kepala empat.

“Mas e lagi cari yang model gimana?” ujar sang wanita berbisik.

Pakaiannya sangat minim. Hanya mengenakan gaun terusan yang sangat ketat. Bagian leher sangat rendah, seperti sengaja mempertontonkan bagian yang menonjol empuk. Rambutnya yang berwarna ungu kehitaman tergerai bebas. Sesekali dia mempermainkan rambutnya dengan senyum yang menggoda.

“Kok, pada malu-malu sih. Ada yang montok, rambut pendek, panjang, ada yang bokongnya gede. Ayo dong!”

Dia pun menarik lengan Yono untuk segera memilih. Tanpa malu Yono menunjuk seorang wanita muda kisaran dua puluhan. Lalu Setyo dan kedua teman yang lain pun memilih sesuai keinginan hati mereka.

Tinggallah Joko yang masih berdiri terpaku dengan mata melotot dan mulut terperangah. Belum pernah sebelumnya dia melihat banyak wanita cantik dan seksi seperti ini.

“Joko … woiii! Pilihen, Cuk. Jangan diam aja,” celetuk Setyo yang disambut gelak tawa teman dan para wanita itu.

Lalu Yono menghampiri Joko.

“Kamu lihat yang berbaju merah itu! Coba kamu perhatikan serius!”

Telunjuk Yono mengarah pada seorang wanita yang tengah melambaikan tangan, “Hai, Mas Joko!”

Sontak Joko menundukkan kepala. Jantungnya semakin berdegup kencang tak karuan. Apalagi harus menahan pipis sedari tadi.

“Lihatlah dulu wajahnya, Jok. Mirip istri kamu,” ujar Yono berbisik.

Sontak Joko mendongak.

“Mirip istri kamu ‘kan?”  ulang Yono.

“Jancuk ! Ojo (Jangan) bawa-bawa istriku,” sentak Joko kesal.

“Sorry, Bro. Kalau kamu tak segera pilih aku tinggal. Tuh kamu lihat yang lain udah pada masuk.”

Tubuh Joko semakin gemetaran. Wajahnya pun bagai udang rebus. Menahan malu.

‘Kenapa aku juga nekat mengikuti mereka?’ Rasa penyesalan menyibak hati Joko. Dia pun terus menggaruk-garuk kepalanya.

Hanya tertinggal Yono yang masih menemani Joko. Dia memberanikan diri memperhatikan wanita  berbaju merah tadi.

Joko mulai mencuri pandang sang wanita dari depan meja tamu. Memang tidak salah Yono bilang kalau wanita itu memang mirip dengan istrinya. Postur tubuh dan anatomi wajah sang wanita, memang persis. Hanya saja terdapat sebuah perbedaan yang menonjol.

‘Kenapa  wanita ini terlihat lebih menarik?’

“Milih seng endi kon? Milih yang mana kamu ?” tanya Yono sambil menarik lengan Joko.

Merasa terdesak dan Joko tak tertarik pada wanita yang lain. Spontan dia menunjuk wanita bergaun merah. Rambut yang panjang hitam tergerai, langsung tersenyum padanya.

Sontak Yono terkekeh. Mungkin saat ini para wanita itu, juga  mentertawakan sikap Joko yang konyol dan terlihat culun.

“Ayo, Mas. Ikuti saya!” Suaranya begitu merdu bak buluh perindu.

Joko pun masih terpaku di tempatnya berdiri. Namun wanita itu tak tinggal diam. Dia langsung menarik lengan Joko dan bergelayut manja.

Mereka berdua berjalan menuju sebuah lorong yang terdapat banyak kamar. Lalu naik ke lantai dua. Tak ada perbincangan yang terjadi. Hanya saja wanita cantik ini masih terus bergelayut di lengan Joko. Sangat pintar dia menggoda dan merayunya.

“Kenapa Mas gemeteran? Baru pertama kali ya?”

“Ehhh … iya!”

“Aku akan buat Mas Joko ketagihan mencari aku!” bisiknya lirih. Membuat dada Joko semakin berdebar-debar. “Itu kamarku, Mas! Aku jamin Mas akan ketagihan. Layanan aku sangat memuaskan.”

_II_

Hai readers. Jangan lupa tambahkan ke rak ya.

Jangan lupa juga baca cerita aku yang lain, Elegi Wanita Kedua, The Duke William ( 9 Istri ), Kuku Bu Sapto, Geishaku Karmila.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
14 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status