Chapter: Bab 77 - Selesai? Yuni sudah terpesona pada dunia perkomikan sejak kecil. Entah kapan tepatnya, tapi bisa dibilang ia mulai sering membaca komik saat baru memasuki SD. Ya, di usia yang terbilang kecil, Yuni lebih memilih komik dibanding teman-temannya. Pada masa-masa itu, orang tua lima bersaudari Sanjaya yang masih hidup cukup kewalahan dengan sikap putri kedua mereka itu. Pasalnya bagi keluarga pebisnis, koneksi atau relasi itu sangat penting. Biasanya para orang tua suka membiarkan anak-anak mereka untuk bersosialisasi. Anak-anak itu harus diajarkan kebiasaan dalam berhubungan dengan orang lain sejak dini. Tapi hal itu tidak berlaku pada Yuni. Akhirnya Kakek Arman memerintahkan agar membiarkan Yuni punya dunianya sendiri. Toh, tidak harus dia juga yang mewarisi perusahaan raksasa Sanjaya. Hingga saat ini, pikiran Yuni masih saja sulit ditebak. Rayyan merasa sudah bisa memahami pemikiran Yuni selama ia bersama dengan wa
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 76 - Aurel yang Ganas"AHH!!"Aurel mendesah kencang saat Rayyan mencumbu dadanya. Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi laki-laki itu untuk refleks menikmati dua gumpalan kenyal dan lembut itu saat pertama kali bercumbu. Dan untungnya, semua perempuan keturunan Sanjaya memiliki daya tarik yang hebat pada bagian itu. Hal ini seperti berkat tersendiri untuk Rayyan. Rayyan menghisap dada kanan Aurel dengan kencang sementara tangannya sudah bergerilya ke dada satunya. "Ahh!!""Enaakkhh!!"Desahan Aurel terdengar makin kencang. Gadis itu tersenyim lebar. Matanya menjuling ke atas dan lidahnya sedikit keluar. Pengaruh afrodisiak yang ia konsumsi membuat seluruh tubuhnya terasa sangat sensitif. Satu sentuhan maka gairah seksualnya akan memuncak. "Uhh!!""Lagii.. Lebih kerasss!!"Aurel mendorong kepala Rayyan ke dalam, memaksanya untuk menghisap putingnya dengan lebih kuat. "Urmphh
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: Bab 75 - Pengaruh AfrodisiakBRAKK!!"Berhenti!!"Beberapa pria berbadan kekar dengan seragam putih hitam khas pelayan merangsek masuk ke dalam kamar tempat Aurel disekap. Mendengar teriakan yang begitu menggelegar, tiga pria berhoodie spontan menoleh dengan muka panik. "A-ada apa ini?!""Hei, apa-apaan ini?!"Hoodie abu-abu dan Hoodie merah menyalak tajam. Tiga pria bertubuh kekar segera mengamankan para pria berhoodie, menahan mereka agar tidak bisa bergerak dan menjatuhkan mereka ke lantai."H-hei, apa yang kalian semua lakukan, bangsat!!" Hoodie merah meronta-ronta, minta dibebaskan. Mulutnya masih saja berteriak kencang seolah tak menyadari situasinya saat ini.Sementara itu Hoodie hitam dan Hoodie abu-abu sudah terdiam sedari tadi. Keduanya sudah bisa menebak apa yang terjadi. Mereka dipergoki. Ada seseorang yang melaporkan mereka sehingga mereka ditangkap oleh petugas keamanan hotel.
Last Updated: 2026-09-07
Chapter: Bab 74 - Pengejaran Yuni berlari menuju tempat parkir mobil secepat mungkin. Di belakang wanita itu, Rayyan mengikuti meski dengan langkah sedikit pelan dan wajah ragu."Hei, Yuni. Apa maksudmu dengan kau tahu lokasi Aurel sekarang?" tanyanya heran. Sebelumnya, Yuni langsung berlari ke area parkir tanpa menoleh setelah menyebutkan tentang lokasi Aurel. Tapi bagaimana bisa wanita itu tahu?"Akan aku jelaskan di mobil. Ayo percepat langkahmu! Apa kau tidak mau menyelematkan Aurel?!" bentak Yuni. "Ah, baik, baik." Begitu sampai di mobil, keduanya segera masuk dan menutup pintu dengan tergesa-gesa."Jadi sekarang gimana?" tanya Rayyan sambil memasang sabuk pengaman. "Sebentar."Yuni mengambil ponsel miliknya lalu mengutak-atik benda itu sebentar. Sesaat kemudian ia menyerahkan ponsel itu pada Rayyan. "Itu adalah lokasi Aurel sekarang." ucap Yuni. Rayyan mengambil ponsel Yuni dan mel
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 73 - Penculikan "Rayyan." panggil Yuni. Rayyan menoleh. "Kamu penasaran juga, kan?" Rayyan mengerutkan kening mendengar pertanyaan itu. Ia kebingungan sejenak sebelum kemudian langsung paham maksud Yuni. "Tentang Aurel kan?" Yuni mengangguk. "Aku memang belum tahu kebiasaan Aurel di event cosplay, tapi setahuku dia bukan tipe yang bakal telat dalam mengerjakan sesuatu." ucapnya. "Aku setuju." Aurel yang ada dalam ingatan Rayyan memang seseorang yang rajin dan disiplin. Cukup mengherankan mendegar bahwa Aurel belum siap untuk masuk ke panggung. Rayyan mengusap dagunya. "Hmm.. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di belakang panggung." "Bagaimana kalau kita langsung lihat kesana?" tanya Yuni. Rayyan langsung mengangguk tanpa pikir panjang. Pasti ada sesuatu yang menimpa Aurel. Rayyan dan Yuni pun segera merangsek keluar dari kerumunan pengunjung yang sedang bersorak.
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 72 - Dimana Aurel? Rayyan menghembuskan nafas panjang. Untung saja masalah barusan selesai dengan cepat. Ia tidak mau dicap sebagai pembawa sial di event sebesar ini. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Rayyan.Yuni mengangguk. "Aku tidak apa-apa." Sudut bibir Rayyan sedikit terangkat begitu melihat wajah Yuni yang masih saja datar disaat seperti ini. Apa dia beneran manusia tanpa emosi?"Yah.. Lain kali sebaiknya kamu tidak keluyuran sendirian, oke? Wajah cantikmu bisa menjadi sasaran oleh banyak pria aneh." Yuni menatap Rayyan datar. "Apa maksudmu sendirian? Kamu kan selalu mengikutiku dari belakang.""Eh?""Tapi kamu benar. Wajah cantik memang selalu mengundang masalah. Di komik-komik por— ummpphh!!"Rayyan buru-buru membungkam mulut Yuni. Baru saja terkena masalah dan membicarakan hal seperti itu? Apa dia ingin mendapat tatapan tajam orang-orang? Ia pun membawa Yuni me
Last Updated: 2026-09-04