author-banner
Si Pengkhayal
Si Pengkhayal
Author

Novels by Si Pengkhayal

Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda

Dari Tukang Pijat Jadi Tuan Muda

Surya hanyalah tukang pijat biasa dengan hidup sederhana. Namun nasib buruk datang bertubi-tubi ketika ia diselingkuhi pacarnya dan dipecat dari pekerjaannya di hati berikutnya. Saat hidupnya berada di titik terendah, seorang kakek kaya raya tiba-tiba merekrut Surya menjadi tukang pijat pribadinya. Tawaran itu langsung mengubah jalan hidup Surya. Dari kosan sempit dan hidup pas-pasan, Surya mulai masuk ke dunia mewah para orang kaya yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Dimulailah kehidupan baru Surya yang dipenuhi kekayaan, wanita, dan hasrat muda.
Read
Chapter: Bab 10 - Perseteruan
"Sial sekali harus bertemu dengan mereka disini." gerutu Rayyan pelan. Ia sempat terpaku sejenak, menatap tajam pada dua pasangan yang tak menyadari keberadaannya itu. Mantan bos dan istrinya sudah sering dilihat oleh Rayyan. Tak jarang keduanya bermesraan di kantor tanpa memedulikan karyawan. Tapi bagaimana dengan pasangan satunya? Azis dan Nona Linda. Rayyan sangat yakin keduanya sudah menjalin hubungan asmara. Hal itu terlihat jelas dari Azis yang memeluk pinggang Nona Linda dengan akrab, sementara wanita itu bersandar santai di bahunya.Tapi sejak kapan? "Mereka berdua tidak pernah terlihat saling menyukai selama ini. Bahkan wanita sialan itu selalu menempel padaku sebelumnya,""Apa yang sebenarnya terjadi?" batin Rayyan heran. "Rayyan," panggil Chintya. Rayyan terlepas dari lamunannya. Ia spontan menoleh ke samping. "Kenapa kamu bengong?" Rayyan tidak langsung menjawab. Matanya sempat melirik ke arah Azis dan yang lainnya sebelum kembali menghadap Chintya."Enggak apa-
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 9 - Kencan?
"Hah?!" Rayyan tersentak. "A-apa maksudnya itu?"Melihat muka merah Rayyan, Chintya menyeringai lebar. "Hehe, gampang sekali menggodamu, Rayyan." ucapnya. Gadis itu menoleh ke samping lalu mengedipkan matanya dua kali sebagai pertanda. Albert, Bu Sri, dan beberapa pelayan yang masih di ruang makan segera menangkap tanda itu. Satu demi satu perlahan mulai meninggalkan ruangan itu. Sekarang hanya tersisa Chintya dan Rayyan yang masih memikirkan ucapan gadis di hadapannya. "Aku tadi dengar kamu mau membeli keperluan harianmu, kan?"Rayyan mengangguk. "Iya,""Nah, memangnya kamu sering belanja hal begituan?"Rayyan membeku sejenak lalu akhirnya menggeleng. Seketika raut muka Chintya menjadi cerah. Matanya berbinar-binar seolah berkata bahwa ini adalah kesempatannya. Setelah itu Chintya menunjuk dirinya sendiri dengan percaya diri. "Oleh karena itu, aku akan menemanimu untuk berbelanja sekaligus membantumu memilih barang-barang yang bagus dan berkualitas.""Memangnya kamu sering b
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 8 - Keseharian yang Berbeda
"Dua puluh sembilan..... Tiga puluh... Tiga puluh sa-""Ulangi!" bentak Albert. "Urrghh..." Namun tubuh Rayyan langsung ambruk mendengar perkataan itu. Nafasnya terengah-engah dengan keringat membasahi tubuh. "Kenapa anda malah berhenti, Tuan Rayyan?" ucap Albert pelan. "Bukankah saya bilang ulangi?" "S-sebentar, Albert, Haahh... Hahhhh..." Dada Rayyan naik turun. Kenapa pula hal ini bisa terjadi padanya? Ia tak menyangka dibalik kontrak kerja yang sangat mudah dan menggiurkan, terdapat konsekuensi yang tidak sedikit. "Kenapa anda malah melamun seperti itu, Tuan Rayyan?"Albert maju selangkah. Kepalanya menunduk, menatap ke arah Rayyan. Rayyan balas menatap pria tua itu tanpa tak mengatakan apapun. Ia tahu yang diinginkan Albert bukan jawaban darinya melainkan aksi. Tapi ia sangat capek sekarang! "Haahh... Albertt.. Bisakah kita istirahat dulu?"Albert tersenyum aneh. "Anda sudah cukup beristirahat, Tuan Rayyan." ekspresinya perlahan berubah garang. "Sekarang kembali ke pos
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 7 - Gaji Pertama
"Eh?!"Rayyan sontak mundur beberapa langkah. Melihat itu, ekspresi centil Chintya luntur seketika. Ia mulai tertawa lepas sambil memegangi perutnya. "Hahahaha!!!""Hehe, tidak kusangka kamu akan sekaget itu, Rayyan."Rayyan tersenyum kecut. "Kurasa semua orang juga akan kaget." "Hehe,""Tenang saja, Rayyan. Kita akan sampai di ruangan kakek kalau jalan lurus terus dari lorong ini. Toh, ada banyak jalan ke ruangannya." ucap Chintya santai. "Baiklah, ayo lanjut jalan." lanjutnya. Mereka berdua pun lanjut berjalan di lorong luas dan panjang itu. Sebenarnya Rayyan sejak tadi memiliki pertanyaan yang selalu berseliweran di pikirannya. "Kenapa rumah mereka besar sekali ya? Apa tidak capek kalau harus berjalan dari satu tempat ke tempat lain?""Dari pintu masuk sampai sini saja sudah termasuk jauh." "Hmm... Mungkin karena itu juga orang kaya punya banyak pelayan." "Dasar orang kaya." Tapi ya begitulah.Rayyan tidak ingin mengutarakan pikirannya secara terang-terangan. Mungkin mal
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Bab 6 - Nasib Sial
"Aaaaahhhh... Tolooonggg....."Nona Linda berteriak begitu kencang. Suaranya menggema di kamar hingga tembus sampai keluar. Rayyan berdiri dengan panik. Ia buru-buru menghampiri pelanggannya itu. Kaget, kebingungan, ketakutan. Semua perasaan itu tergambar jelas di muka pria muda itu. "N-nona Linda, tolong tenanglah." bujuk Rayyan sambil sesekali menoleh ke arah pintu. "An-anda bisa bilang ke s-saya..." lanjutnya terbata-bata.Dalam benak Rayyan, ia khawatir akan ada seseorang yang memergokinya. Seorang pegawai laki-laki dan pelanggan perempuan yang sedang menangis di dalam kamar. Kira-kira apa yang bakal terlintas di pikiran orang jika melihat itu? Sialnya, apa yang dibayangkan Rayyan sebelumnya benar-benar terjadi. Pintu ruangan dibuka dengan kasar. Segerombolan pegawai yang dipimpin oleh Azis bergegas masuk. "Apa yang kau lakukan, Rayyan!!" bentak Azis. "Ini.... Aku-" Belum sempat Rayyan membela diri, Azis langsung maju lalu mendorongnya minggir dengan kasar. Hal itu me
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 5 - Ah Mantap
Saat ini Rayyan berada di ruangan khusus pijat. Kamar yang tidak terlalu luas itu sudah ditata dengan rapi. Kasur diletakkan di ujung tapi tidak menempel dengan dinding. Aroma terapi yang menenangkan dan lampu temaram ikut menghiasi kamar.Seperti ucapan Rayyan sebelumnya, ia ada janji pijat dengan seorang pelanggan. Akan tetapi raut mukanya justru menunjukkan kekhawatiran dibanding senang. "Huff.. Hari ini harus bertemu pelanggan itu..." gumam Rayyan. Ia menggaruk kepalanya. Tidak gatal tapi ingin saja melakukannya. "Semoga saja dia tidak melakukan hal aneh ketika sesi pijat nanti," lanjutnya. Tak berselang lama, pelanggan yang ditunggu pun datang. Pintu diketuk pelan disertai suara lembut yang memanggil nama Rayyan. "Permisi, Mas Rayyan. Aku boleh masuk yaaa~"Rayyan menghela napas sebentar sebelum menghampiri pintu lalu membukanya.Begitu pintu terbuka, orang di depan sana langsung bergerak ke arah Rayyan. Sepasang tangan ramping melingkar di lehernya.“Uh!” Rayyan tersent
Last Updated: 2026-06-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status