Chapter 23

Aurel menjemput Ansel dan membawa Ansel makan disalah satu cafe tidak jauh dari sekolah Ansel. Keduanya duduk sambil menikmati makanannya.

"Aurel." panggil seseorang.

Tubuh Aurel menegang seketika, Aurel tau suara siapa itu. Suara sumber ketakutan terbesar Aurel, itu adalah suara Jessi.

Aurel menoleh pada Jessi dan tersenyum. "Hai Kak Jessi." sapa Aurel lembut.

Aurel melihat sorot mata Jessi pada Ansel Bayi kecilnya yang sedang menikmati makanannya, mata Jessi menatap Ansel intens.

"Kak?" panggil Aurel membuyarkan tatapan Jessi pada Ansel.

"Ya."

Aurel menatap Jessi dengan se

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status