Identity ( Indonesia )
Identity ( Indonesia )
Author: Cleo Petra

Prolog

Enjoy Reading.

***

Krakkkk.

Aaaaaa.

Brugkh!

Aku sudah siap dengan rasa sakit yang akan aku dapatkan saat ranting yang aku pijak akhirnya patah.

"Huftttt hampir saja."

Pamanku yang bernama Pete, mengembuskan napas lega saat dia berhasil menangkap tubuhku, Tentu saja aku antara senang tapi juga terkejut melihatnya berada di sini.

"Uncle Pete?"

Paman menurunkan kakiku ke tanah dan menatap dengan tajam.

"Cepat naik."

"Eh ... naik?" Aku memandang pamanku bingung.

"Kamu mau mematahkan salah satu tangan atau kakimu, kan?" ucap pamanku menyindir, tentu saja aku langsung menunduk merasa bersalah, dia kan emang jago banget kalau soal membuat orang merasa takut, padahal usia pamanku itu hanya berjarak 5 tahun dariku tapi kegalakkannya melebihi Daddy-ku sendiri.

"Ada apa ini?" Suara kakakku Daniel benar-benar menyelamatku, tanpa terasa aku mengembuskan napas lega.

"Bukan hal yang penting, adikmu ini ingin merasakan lehernya patah, makanya dia naik ke atas pohon dan menjatuhkan diri," kata pamanku mendramatisir keadaan.

Aku menganga tidak percaya, tentu saja aku langsung membantah perkataannya. "Itu tidak benar, aku memang naik pohon, hanya tidak sengaja jatuh."

"Tapi kamu memang tidak becus naik pohon, jadi apa namanya kalau bukan berniat mencelakakan diri? Untung aku berhasil menangkapmu tepat waktu, kalau tidak. Ck, ck, ck." Paman Pete memandangku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seolah mengejek.

"Jadi? Kamu habis jatuh? Apa ada yang sakit?" tanya kakakku terlihat khawatir sekaligus marah. Uhhh, aku benci kalau Daniel sudah memandangku seperti itu, mengisyaratkan seolah aku bocah bandel yang harus selalu diawasi.

"Kenapa menatapku seperti itu? Kamu akan memarahi aku juga?" tanyaku sambil memandang Daniel cemberut.

"Tentu saja aku marah, kamu, kan, memang selalu ceroboh dan seenaknya sendiri, untung ada Uncle Pete, kalau tidak bagaimana? Aku yakin saat ini kamu sudah masuk rumah sakit karena patah tulang atau kepala yang bocor."

Tu ... kan benar, kakakku itu sama saja, selalu berlebihan, Ini salah, itu salah, sampai kesel sendiri, Walau niatnya baik, sih, mau melindungi dan memanjakan aku, tapi kalau seperti ini over dosis juga akunya.

"Kakak berlebihan tahu enggak! Aku hanya naik pohon bukan panjat tebing, lagian bisa enggak sih, enggak usah terlalu menasihatiku, kita hanya berjarak 5 menit, bukan 5 tahun," protesku padaDaniel.

"Ehemm, kita berjarak 5 tahun," ucap pamanku menyeringai senang.

Aku menatap pamanku semakin kesal. "Kalian tahu apa maksudku, kalian itu memang menyebalkan." Aku menghentakkan kakiku dan langsung berbalik pergi, kesal sekali rasanya, diperlakukan seolah-olah aku ini tidak bisa apa- apa.

"Jojoooo." Dan panggilan laknat itu, aku juga benci. "Sudah  berapa  kali  aku  bilang,  jangan  panggilakuJ  Jojo panggil  Jack  ingat  Jack!"   Aku  berbalik  memandang mereka tajam.

Daniel  memandangku  dengan  senyum  sabar. "Akan aku ambilkan."

Aku mengernyit tidak mengerti.

"Kamu naik ke atas pohon pasti ingin mengambil sesuatu, kan? Kamu mau apa? Biar aku yang ambilkan." Aku tahu Daniel sedang merayuku, tapi sialnya dia juga tahu aku pasti dengan senang melupakan kekesalanku.

"Aku mau itu." Tunjukku pada sebuah apel yang berada di ujung pohon. Daniel tersenyum lebar melihatku yang masih betah memasang tampang cemberut, dia mengacak rambutku sayang.

"Itu, kan, di istana banyak Jojo!" kata Paman Pete. membuat mood-ku jatuh lagi.

"Tapi, kan, tidak semerah dan sebesar itu," jawabku keras kepala.

Daniel tertawa, entah tertawa melihat kekeraskepalaanku, atau tertawa mendukungpamanku.

"Sudahlah, jangan kesal, tunggu di sini. biar aku ambilkan."

"Tidak usah, biar aku saja."

"Dia itu adikku, jadi biar aku saja yang ambilkan," bantah Daniel dan langsung berjalan ke arah pohon yang aku naiki tadi. Walau mereka menyebalkan, tapi, mereka sangat lucu kalau sedang berebutan seperti itu. Aku jadi merasa menjadi anak paling beruntung di dunia karena disayangi oleh mereka.

Aku melihat Daniel dengan lincah menaiki pohon tanpa kesulitan sama sekali, tapi ada yang aneh di sini.

"Uncle, ini tidak adil! Kenapa dia boleh naik pohon sementara aku tidak?" protesku akhirnya keluar lagi.

Paman menoleh ke arahku dan memasang senyum mengejek.

"Karena dia hebat, sedang kamu payah," katanya enteng, tu kan bikin emosi, menyesal aku sudah memprotesnya.

"Kakakkkkk Uncle menghinaku," teriakku pada Daniel yang sudah berhasil memetik apel dari pohonnya dan mulai turun.

"Dasar tukang ngadu," ucap pamanku semakin mengejek.

"Kakakkkkkkkk." Aku cemberut lagi dan semakink kesal

Daniel menghampiri diriku. "Sudah sudah, Unclep pasti hanya menggodamu saja," hibur Daniel berusaha merayuku lagi, awalnya tidak berhasil, tapi saat apel yang aku inginkan berada di depan mataku, kekesalanku langsung lenyap tidaktersisa.

"Terima kasih, Kakak," ucapku dengan memasang wajah semanis mungkin, Daniel langsung tersenyum dan mengacak rambutku lagi.

Aku melihat pamanku mendengkus, tapi dia ikut tersenyum. "Lain kali kalau mau sesuatu bilang, jangan seperti tadi main panjat sembarangan, kalau ada apa-apa kan kita juga yang khawatir."

"Iya, maaf, Uncle." Aku menyadari aku ceroboh dan mereka melakukan itu karena mereka terlalu menyayangiaku.

"Ayo kembali, tadi Mommy mencarimu," ajak kakakku dengan refleks langsung merangkulku, sedang tidak lama kemudian aku merasakan Uncle Pete ikut merangkul dari sebelahnya, tentu saja aku langsung memeluk merekaberdua.

"Aku sayang kalian," ucapku senang.

"Iya, kami juga," ucap mereka kompak, aku tertawa dan mereka ikut tertawa, akhirnya kami terus bercanda dalam setiap langkah menuju istana.

Itulah aku.

Identitas pertamaku.

Nama : Jhonathan Cohza Cavendish.

Usia : 7 Tahun.

Status : Putra mahkota kerajaan Cavendish.

Aku, dikelilingi orang yang mencintai dan menyayangiku, mereka selalu rela mengorbankan apa pun demi kebahagiaanku.

***

TBC 

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Feri Sari Irawan
ternyata oh ternyata marco alias jhonatan cohza adalah putra mahkota...karna ada accident tahta jatuh sama daniel..tp akhirnya kembali jua sama pemilik aslinya..si jojon alia juniorlah yg akhirnya jdi raja menggantikan daniel bukan anak2 daniel...hihihihi..paham aq..
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status