NANNY TO MOMMY
NANNY TO MOMMY
Author: Rose Marberry
PROLOG

"Udah ada anak secomel ini, dan masih nggak mau cari pasangan, memang keterlaluan!" sindir Ilana. Gadis cantik dan seksi itu berang. Sang kakak, tak pernah memikirkan sedikitpun pasangan. Padahal, ia ingin secepatnya menikah, sebelum berusia 25 tahun. Tapi, ada larangan dari nenek, kalau Ilana tak boleh melangkahi abangnya.

"Zyan, jangan buat anak itu nangis. Saya nggak suka suara renggekan anak kecil." perintah Dennis. Saat ini, ia berada di rumah, dan ingin menikmati kedamaian, bukan suara renggekan bayi.

Azyan kewalahan, gadis itu tak pernah hamil, apalagi punya anak dan mendadak mengasuh seorang bayi yang masih merah.

Azyan berteman dengan Ilene—adik Dennis. Mereka sekelas, dan sejurusan. Kebetulan, gadis itu mengidap penyakit langka, akhirnya ia menerima tawaran Bunda Ilene, agar mengasuh bayi, daripada air susunya mubazir.

Sepagian begini, Danish sudah rewel, tak ada pengelaman, membuat Azyan tak bisa berbuat apa-apa selain memberi ASI pada Danish, bayi yang masih merah tersebut tak bisa diam, walau sudah diberi ASI.

Ilana yang cerewet sudah pulang, gadis itu datang hanya meracau, kalau ia mau menikah, paling lambat tahun depan, ia sudah merasakan indahnya bulan madu. Dan menuntut Dennis menikah dalam hitungan bulan.

Azyan sedang menimang Danish. Dan tak bisa berkutik, ketika melihat Dennis yang berdiri menjulang tinggi, hanya memakai singlet putih dan boxer berwarna biru gambar daun-daun.

"Coba beri ASI." tegur Dennis.

"S-sudah." jawab Azyan gugup. Hidup Dennis terlalu serius, membuat gadis itu gugup jika berada di sekitar Dennis.

Danish masih merenggek. Malah semakin keras. Dennis mendekati bayi tersebut, tiba-tiba ia ingin menimangnya. Ajaibnya, bayi itu langsung diam.

Rasa aneh langsung menyusup dalam dada Dennis. Ia pandangi, bayi yang sangat merah tersebut, mendadak tubuhnya merinding. Ia bisa, ia bisa mengendong bayi.

Azyan hanya duduk di tepi ranjang, melihat Dennis yang mengendong bayi dengan telaten, layaknya seorang ayah. Bahkan, diam-diam bayi merah itu tertidur di gendongan Dennis.

"Zyan, kenapa dia mengompol?" teriak Dennis pelan.

____________________________________

Asli garing :v

Absurd parah. Mau coba keluar dari zona nyaman.

Jadi, ini nulis male lead, jadi fokusnya ke laki-laki, bukan wanita.

Mau buat cerita absurd aja. Capek nulis, nguras emosi terus. Wkwkwk.

See you <3

Comments (6)
goodnovel comment avatar
Din Ganu
Asu lo bang
goodnovel comment avatar
Simpanan Pejabat
lol.😍😍😍😍😍😍
goodnovel comment avatar
Yhaztarie Julian
baru novel ini yg dibaca, prolog nya ngga garing malah menarik
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status