Share

Otome Game : Twelve Deadly Husbands
Otome Game : Twelve Deadly Husbands
Author: Fura Ferra

Prolog

Memiliki banyak kekasih adalah impianku, tetapi itu hanya sebuah mimpi yang aku yakini tidak akan pernah terwujud. Serenity Arteza Queen, sebuah nama pemberian yang melekat padaku sejak terlahir ke dunia ini, di usiaku yang menginjak dua puluh lima tahun dan aku sudah memiliki kekasih. Kami sudah menjalin hubungan selama tiga tahun dan seperti biasa tidak ada pertengkaran yang berarti dalam hubungan kami. 

Dalam mimpiku yang tidak pernah bisa menjadi nyata itu, akhirnya aku memilih bermain bermain otome game dalam ponselku. Hal itu berubah menjadi sebuah hobi, bermain banyak permainan yang bertemakan sama.

Otome game dengan judul New World, dimana dunia yang memiliki dua belas jenis klan yang berbeda. Kau bisa memilih siapa saja di antara Raja para klan, atau kau bisa mendapatkan semuanya jika kau memang serakus itu. Tentu aku memilih untuk mendapatkan semuanya. Terdengar rakus memang, tetapi ini pun hanya sebuah permainan. Di dunia nyata aku tidak akan mendapatkan mereka semua. 

Sampai kapan aku akan memainkan permainan konyol seperti itu? Mungkin hingga ajalku menjemput meski aku sudah menamatkan permainan itu ribuan kali.

Tetapi, sialnya kematianku tidaklah begitu lama seperti yang aku pikirkan. Hari itu, hari dimana aku akan pergi bersama kekasihku. Sesuatu yang aneh aku rasakan, tetapi aku tidak mengerti apa dan mengapa. Saat aku terlalu larut memikirkannya, tubuhku melayang di udara. melihat apa yang terjadi, mencernanya dengan cepat, sampai akhirnya aku bertanya-tanya saat melihat kondisi tubuhku yang bersimbah darah di atas tanah.

Aku mencari keberadaan kekasihku sampai aku melihatnya, melihat ekspresinya yang terlihat biasa saja saat menatap tubuhku yang terbujur kaku. Mengapa wajahnya terlihat biasa saja?

Sesaat aku baru menyadari, tubuhku sudah terbujur kaku di lantai karena tertabrak sebuah mobil yang kini terguling menghantam trotoar. Aku mencoba mendekati kekasihku dan aku dapat mendengar semua perkataannya.

"Akhirnya kau mati."

Tubuhku terdiam membeku dengan kenyataan yang menamparku. Kekasihku sendiri mengharapkan aku mati, aku tidak pernah menyangkanya bahkan aku tidak pernah menduganya. Untuk yang pertama kalinya aku sadar, aku tidak dicintai olehnya.

Entah apa yang aku pikirkan, semua terasa hampa dan membuatku membencinya. Kedua tanganku mengepal dan bibirku mulai terbuka mengeluarkan kutukan untuknya. Tetapi, sebuah cahaya menarikku jauh hingga ke angkasa. Cahaya itu bersinar tidak begitu terang sehingga aku dapat melihatnya seperti sebuah bola.

***

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mandasari Raesha
selalu menarik utk cerita imajinatif fiksinya thor
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status