Share

5. Si Seksi Yang Gila

Devan menunggu Azura dibelakang panggung hingga Azura selesai dengan semua kegiatannya membersihkan make up dan segalanya.

Azura berjalan bersama managernya dan juga Boby, dia berhenti melihat Devan bersandar disana dan tersenyum kearahnya. "Ayo aku antar kamu pulang ke hotel ?"

Azura tersenyum sangat sensual dan berjalan kearah Devan dengan percaya diri, dia terlatih untuk terlihat sempurna bagaikan dewi yang tangguh.

"Baiklah, tapi aku yang membawa mobil bagaimana ?"

Devano tersenyum dan tidak keberatan.

Mereka keluar dari tempat acara dan menuju tempat parkir, Azura sempat memeluk lengan Devan manja. Devano sampai salah tingkah akibat ulah Azura.

"Dev, yang mana mobil kamu". Azura berubah sangat manis, dan Devano curiga wanita ini mabuk.

Azura mengambil kunci mobil Devano sambil melakukan aksi yang menggoda Devano, dia menyentuh perut dan berkahir di kantong celana Devano, tatapan mata sensual itu ditujukan Azura untuk Devano, lalu Azura mengecup bibir Devano sekilas.

Azura berjalan kearah mobil yang berbunyi karena Azura menekan tombol unlock . Devan mengikutinya dari belakang sambil mengusap bibirnya yang beruntung.

Azura sudah siap dikursi kemudi, tapi Devano memintanya untuk berganti tempat. Devano takut akan kondisi Azura saat ini.

"Eits...kau sudah berjanji bukan. Tenang saja aku tidak mabuk." Azura mengedipkan matanya lalu menutup pintu. Dengan terpaksa Devan duduk dibangku sebelah Azura.

Awalnya Azura masih normal mengendarai mobil, meski dia diam saja saat Devan bertanya apapun kepadanya . Setelah merasa dia bisa mengendalikan dirinya, Azura menginjak gas mobil dengan kuat, Devano sampai terkejut bukan main.

"Hei, Hei, Azura kita bisa mati konyol jika kau seperti ini."

Tapi Azura hanya diam dan tersenyum tipis. Dengan sengaja Azura menyetir seperti orang gila membuat Devano jantungan, dia bahkan menutup matanya berulang kali.

"Masih ingin mendekatiku huh ?". Azura mengejek Devano.

"Azura ini tidak lucu"

"Kau pikir aku merasa lucu kau mendekatiku hanya karena satu malam yang kita lewati bersama ?"

Azura menatap sinis Devano, pria itu tersadar ternyata semua sudah direncanakan Azura.

"Tapi karena malam itu aku menemukan tujuan hidupku Azura."

"Oh good, kau pria ke dua yang mengatakan hal itu padaku. Tapi nanti pasti kau juga meninggalkanku Brengsek". Azura memukul setir kuat, dia kembali membelokan mobil sambil mengebut.

Devano terguncang-guncang karena aksi berbahaya Azura ini.

"Jauhi aku mengerti, jika tidak kau akan menyesal. Aku bukan seperti wanita yang kau pikirkan."

"Tidak akan Azura. Kau yang aku inginkan," Azura menghempaskan setirnya hingga Devano pusing. Azura mengambil sesuatu didalam stoking yang dia gunakan. Sebuah pisau lipat sudah digenggam Azura," menjauhlah, jika tidak aku akan menyuruh orang lain membunuhmu."Azura memainkan pisau itu dieher Devan. Dengan cepat Devano mengambil pisau itu hingga melukai tangannya sendiri.

Devano membuat posisi Azura terhimpit dengan jok mobil dan tubuh Devano, pria itu lalu membuat posisi bangku. Hingga Azura jadi terlentang dan Devano diatasnya.

Ciuman pembuka diberikan Devano kepada Azura, berniat menolak tapi malah Azura membalas ciuman itu.

Tangan Devano menyentuh pinggang Azura dan satunya lagi mengusap wajah Azura. Bibir Devano beralih ke leher Azura, dan sebelah tangannya membuka resleting gaun Azura. Azura juga membuka satu persatu kancing kemeja Devano, dia heran dengan dirinya yang juga menginginkan Devano, padahal dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan dia pernah mencoba dengan teman kencannya, tapi dia tidak bergairah sama sekali.

 mereka melakukan kegiatan panas itu didalam mobil hingga desahan Azura membuat Devano semakin menginginkan Azura.

"Kau benar-benar seksi sekaligus gila Azura." Kata Devano sambil meraih puncak kenikmatan mereka berdua.

"Aku akan terus berusaha mendapatkanmu honey.."

Bersambung 😉

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status