Expect The Glimmer [Indonesia]
Expect The Glimmer [Indonesia]
Author: Kaagaluh
PROLOG

Tangan Amara menengadah merasakan dinginnya air hujan yang turun. Hujan yang sedari tadi tidak berhenti membuatnya menghela napas. Entah sampai kapan hujan berhenti, tak mungkin bukan ia menembus jika ia saja lupa membawa payung ataupun jas hujan.  

Langit yang memutih kian lama makin menggelap, sudah hampir satu jam ia menunggu. Jika hari cerah ia akan menggunakan jasa ojek online agar bisa sampai ke rumah. Atau jika ia membawa payung bisa saja ia menunggu di perapatan jalan untuk menaiki angkutan umum. 

Kenapa dirinya begitu lupa, seharusnya ia jangan pernah melupakan payung mengingat ini adalah musim hujan. 

Ia semakin menghela napas saat melihat suasana kantornya yang semakin sepi. Beberapa orang juga  terlambat pulang seperti dirinya pun sudah menaiki kendaraan pribadi seakan tak ingin berlama-lama di gedung ini. 

"Menyebalkan." 

Suara yang menyadarkan lamunan Amara, dilihatnya pria berdiri tepat di sampingnya memandangi hujan. Jas hitam yang sudah lepas dijinjingnya di lengan. 

Amara terkesiap saat mata itu menatap juga dirinya dari atas hingga bawah. 

"Pak Langit." Amara bersikap sopan saat mengetahui atasannya. 

Pria itu hanya mengernyitkan keningnya saat mendengar perempuan yang diduga karyawannya menyebut namanya. Tapi tunggu, sepertinya ia asing dengan wajah ini. 

"Baru bekerja di sini?" Angkasa bertanya tapi matanya sudah berpaling menghadap rincikan hujan. 

"Iya Pak, baru seminggu," jawab Amara sambil menipiskan bibirnya, ia merasa canggung. 

"Divisi?" 

"Pemasaran, Pak." 

Angkasa hanya mengangguk tanda mengerti, berbasa-basi saat menunggu hujan berhenti tak ada salahnya bukan? 

"Siapa namamu?" Amara yang di tanya namanya langsung menoleh menatap Angkasa yang juga masih memperhatikan rintik hujan. Semakin canggung dan tak ingin berlangsung lama akhirnya ia memberanikan diri. 

"Amara Lania. Pak saya pulang terlebih dulu sepertinya hujan sudah mulai reda, permisi." 

Sedangkan Angkasa menatap punggung yang sedang berlari di bawah rincikan hujan dengan tas menutupi kepalanya agar tidak basah. 

Lania? Angkasa menyenderkan tubuhnya di dinding. 

Nama yang bagus, persis sepertiku.

Related chapters

DMCA.com Protection Status