Klub Malam

Dengan kasar Jeff mencium Cheryl, dia bahkan menggigit bibir mungil Cheryl.

"Kamu harus di ajarkan jadi wanita yang tau sopan santun sepertinya" cibir Jeff setelah melepaskan ciumannya.

Plak

Satu bekas tangan tercetak jelas di wajah tampan Jeff.

"Kurang ajar, dasar gak tau diri, seenaknya aja cium orang" geram Cheryl kesal.

"Cih, jangan berlagak sok suci lah.. aku tau kamu ini sama kayak cewek cewek lain di luaran sana, anak manja yang terlahir dari keluarga kaya, gak mungkin pergaulan kamu gak gaul lah" cibir Jeff kesal karena di tampar oleh Cheryl.

Sementara Cheryl pun hanya tertegun menahan tangisnya, cibiran Jeff seolah mengoyak harga dirinya, sebab apa yang di katakan Jeff semuanya tidaklah benar.

"Apa maksud kamu?, cepat tarik kembali kata katamu!" pekik Cheryl. "Tarik kembali kata katamu tentang diriku" teriaknya kesal sambil memukul Jeff.

"Apa yang kamu lakukan hey!, berhenti" ucap Jeff kaget dengan serangan bertubi tubi Cheryl. "Berhenti aku bilang" Dengan kasar Jeff menahan tangan Cheryl.

"Hiks .. cabut kata katamu, aku bukan seperti yang kamu bilang tadi hiks.."

Dasar cengeng~batin Jeff

"Lepaskan aku, dasar cowok kurang ajar, kamu dan sepupu kamu itu sama aja, aku benci kamu aku benci Jessy, sampai kapanpun aku tidak akan merestui Jessy"

Dengan sekuat tenaga Cheryl mendorong tubuh Jeff dan segera berlari meninggalkan Jeff.

"Lihat saja, akan aku balas kamu, aku gak akan biarin siapapun menghalangi kebahagiaan Jessy, Jessy layak bahagia" geram Jeff. Jeff menahan amarahnya karena perkataan Cheryl berhasil memancing emosinya apalagi tentang sepupu kesayangannya.

**

Deloid Klub New York

Jeff sedang berpesta dengan rekan rekan modelnya, klub malam menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan darinya.

Lantunan musik yang menghentak di tambah dengan lalu lalang orang menari di lantai dansa menambah keramaian klub malam saat itu.

Jeff di kelilingi oleh rekan rekan modelnya juga beberapa wanita sexy yang mereka bayar untuk menemani mereka minum dan berpesta malam itu.

"Halo darling!" sapa seorang wanita cantik berpakaian sexy malam itu mendekati Jeff.

"Hai Diane, how are you?"

"I'm fine Darl, i really miss you, i miss your body" bisik sang wanita yang di kenali sebagai Diane, salah satu model majalah dewasa di kota New York.

Jeff tidak bisa menampik pemandangan indah di depannya, dua gundukan besar terpampang nyata di hadapannya saat ini, meskipun dirinya minum banyak namun Jeff masih tersadar.

"I miss you too baby" balas Jeff sambil mendaratkan ciuman di bibir Diane yang lebih dulu menggodanya.

Hinggar bingar suara musik tak menjadi penghalang buat Jeff sang pemuja wanita menjalankan aksinya, erangan demi erangan dari Diane menjadi saksi kelihaian Jeff.

Tak henti hentinya Jeff menciumi wajah Diane. Namun pandangannya seakan teralihkan, karena dari arah pintu masuk klub yang berhadapan langsung dengan mejanya, dia bisa melihat satu sosok yang sangat dia kenal memasuki klub malam seorang diri.

Cheryl masuk ke dalam klub malam itu seorang diri, meskipun masih mengenakan pakaian yang sopan dan sewajarnya, Cheryl memilih duduk seorang diri di salah satu bangku yang ada di sudut klub malam.

Flashback on~

"Vero, kita jalan yuk.. aku bosan nih pengen jalan jalan malam di sini" rayu Cheryl manja, sementara Vero serba salah menanggapi permintaan Cheryl, "Ryl, aku mau aja tapi kan kamu tau sendiri, Kak Mike dikit lagi pulang ke rumah, dia gak kasih aku kemana mana ini" balas Vero .

"Hufft, Kak Mike rese banget deh, kenapa jadi over protektif gini sih" runtuk Cheryl.

"Hey, kan aku juga udah ada anak Ryl, kamu gimana sih" bela Vero.

"Ya udah deh, aku pergi jalan jalan sendiri aja, Kak James sama Kak David juga gak tau kemana semua"

"Jangan jauh jauh dan hati hati yah Ryl, jangan pulang malam-malam" ingat Vero.

"Iyah iya bawel banget sih kamu" goda Cheryl lagi. "Ya udah, aku jalan dulu ya, bye"

Setelah bosan ke Mall, tiba tiba langkah kaki Cheryl melangkah ke salah satu tempat yang kelihatan ramai dari luar, klub malam adalah tempat yang tidak pernah Cheryl kunjungi selama di Indonesia, berbekal rasa penasarannya, Cheryl pun memberanikan diri masuk ke dalam salah satu klub malam tersebut.

Flashback Off~

Disinilah Cheryl berada sekarang, di tempat yang baru dia kunjungi, karena rasa penasarannya membawa Cheryl berani masuk ke dalam klub malam.

Tanpa Cheryl sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikannya, bahkan karena Cheryl, Jeff sampai menghentikan aksi yang sedang dilakukan bersama salah satu wanita yang mengidolakannya.

Wah, kucing kecil ternyata adalah seekor kucing liar ya, tadi aja sampai tampar aku, dasar munafik, tunggu pembalasannku~ batin Jeff sambil menunjukkan senyum seringainya.

"Hey, come here dude!" panggil Jeff, kepada salah satu teman prianya.

"Yo, what happen bro?!"

"Look, you can see the girls at there" tunjuk Jeff berusaha menjelaskan dan menunjukan Cheryl kepada temannya.

"Ah, i see.. what should i do?!" tanya sang pria.

Dengan penuh senyum, Jeff pun membisikan sesuatu kepada temannya itu. Jeff menyuruh temannya untuk menggoda Cheryl dan mengerjai Cheryl.

"Well, okay .. i will do it now"

"Good, i will give you some money" ucap Jeff.

Nikmatilah pembalasanku gadis manja nan bar bar~ucap Jeff penuh kemenangan.

**

Ini orang orang apa pada gak sakit kepala apa ya, joget terus~ucap Cheryl masih terus memperhatikan suasana klub, sampai kedatangan seorang pria bule tampan menganggu Cheryl.

"Hello sweet heart!" ucap sang pria bule tiba tiba.

"Hah?!" reaksi Cheryl penuh kebingungan. "Are you talking with me?"

"Yes Babe!"

Sial, ganggu gue aja nih bule~batin Cheryl memaki.

"I'm sorry, maybe you talking with wrong person, cause i don't know you" balas Cheryl mencoba sopan.

Namun dengan beraninya sang bule lantas mendekati Cheryl dan duduk di samping Cheryl.

"Hey, don't touch me!" pekik Cheryl kesal, sementara Jeff terus tertawa melihat reaksi Cheryl.

Namun karena mendapat iming iming uang sang dan dalam pengaruh alkohol sang bule pun seakan lebih nekat dan tertantang. Dengan sekali gerakan tubuh Cheryl sudah  berada dalam dekapan sang bule, bahkan sang pria bule dengan liarnya coba mencium Cheryl.

"Hey, lepaskan.. help, help me please" Cheryl terus meronta meminta dilepaskan.

"No, please don't do this to me hiks... help me please" teriak Cheryl mencari bantuan, namun karena Cheryl berada di tempat yang salah, teriakan Cheryl tidaklah berarti untuk orang orang di sana.

"Mama Papa Kak Chiko .. hiks .. hiks tolong"

"Help me... hiks"

Deg

Teriakan Cheryl sampai di telinga Jeff, awalnya Jeff tidak memperdulikannya, namun ada satu sisi dalam dirinya yang tiba tiba merasakan sakit mendengar tangisan Cheryl.

"Help me.. hiks.. don't touch me" Cheryl masih berusaha terlepas dari sang pria bule.

Mata Jeff membulat sempurna setelah melihat adegan di depannya, pasalnya Jeff hanya menyuruh temannya untuk menggoda dan menakuti Cheryl saja bukan bertindak kurang ajar.

Jeff pun berlari melewati kerumunan orang menuju meja Cheryl, dan menarik paksa temannya.

"Fuck you!" umpat Jeff sebelum melayangkan tinjunya bertubi tubi ke wajah pria bule temannya itu.

Akhirnya keributan yang terjadi membuat beberapa pria melerainya.

Pandangan Jeff langsung tertuju pada sosok gadis yang sedang meringkuk ketakutan.

"Kamu aman sekarang!" ucap Jeff sambil mendekati Cheryl.

"Tolong aku hiks  ... " kembali tangis Cheryl pecah, Jeff yang merasa bersalah pun lantas memeluk Cheryl.

"It's ok, udah aman sekarang" ucapnya lembut.

"Maaf"

*****

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status