Antara hati dan Ego

"Kamu aman sekarang!" ucap Jeff sambil mendekati Cheryl.

"Tolong aku hiks ... " kembali tangis Cheryl pecah, Jeff yang merasa bersalah pun lantas memeluk Cheryl.

"It's ok, udah aman sekarang" ucapnya lembut.

"Maaf"

Namun Cheryl hanya bisa menunduk pasrah.

"Dasar bodoh!" maki Jeff tiba tiba kesal, sebenarnya semenjak Jeff melihat kedatangan Cheryl, Jeff merasa sangat kesal melihat Cheryl berada di klub malam ini.

"Kenapa kamu bisa berkeliaran di tempat seperti ini hah!, apa memang ini kebiasaan kamu" lagi geram Jeff kesal, sementara Cheryl kembali hanya menundukkan kepalanya, tubuhnya masih lemah karena masih shock atas kejadian yang menimpanya tadi.

Cih, lihatlah sekarang.. mana gadis galak itu?kenapa jadi lemah sekarang~batin Jeff

"Dasar ceroboh, apa jadinya kalau tidak ada aku tadi, dasar menyusahkan saja" gerutu Jeff yang masih dapat di dengar Cheryl.

Dengan sisa kekuatan yang ada pun, Cheryl coba menjawab Jeff, "A--aku, aku minta maaf" serunya lirih.

"Hemm, kenapa minta maaf?, apa sadar kalau kamu salah?" tak hentinya Jeff mencecar Cheryl, ada perasaan khawatir juga menyesal dalam diri Jeff namun perasaan itu dia coba sangkal.

"Dasarnya anak manja ya akan tetap jadi anak manja dan lemah, makanya jangan sok banyak gaya kamu datang kesini", lagi ucap Jeff kasar. Mulutnya seakan tidak bisa berhenti memprovokasi Cheryl.

"Kamu .. hiks, kenapa kamu .. hiks" Cheryl tidak bisa melanjutkan kata katanya, hatinya terasa sangat sakit dengan tiap cercaan dari Jeff.

"Berhenti!, berhenti menangis aku bilang" tegur Jeff semakin keras, tangisan Cheryl membuat telinganya sakit.

"Dasar cengeng"

Sebuah luka baru tergores di hati Cheryl tanpa sadar sudah di sematkan Jeff. Buat sebagian orang yang baru mengenal Cheryl seperti Jeff, penampilan Cheryl yang merupakan anak bungsu dari keluarga Kaya membuat citra Cheryl sebagai anak manja tergambar jelas di benak Jeff, belum lagi karena sifat over protektif Papa dan saudara laki lakinya membuat Cheryl susah mendapat teman pria, itu sebabnya Cheryl membentengi dirinya dengan sikap yang jutek dan galak terhadap teman pria yang di dekatnya.

Namun berbeda bagi orang orang yang sudah mengenal Cheryl, akan sangat paham sifat Cheryl sebenarnya yang sensitif dan berhati lemah lembut, sedikit hentakan dan kata kasar bisa membuat Cheryl gampang menangis.

"Apa kamu gak bisa diam?, masih mau nangis terus?" sentak Jeff lagi yang berhasil membuat Cheryl terdiam.

"Cepat bangun, kita pulang sekarang!" titah Jeff, sambil berjalan meninggalkan Cheryl.

Jeff berjalan cepat menerobos kerumunan orang orang yang sedang menikmati malam panjang di dalam klub itu, meninggalkan Cheryl di belakangnya.

Cheryl tidak bisa berjalan cepat, karena seluruh tubuhnya masih bergetar dan lemas, bahkan karena suara musik yang begitu keras membuat kepala Cheryl bertambah pusing.

"Tunggu, tunggu aku!" lirih Cheryl mencoba menjangkau Jeff dengan suaranya.

Namun kerasnya suara musik dan sifat Jeff yang cuek membuat Jeff terus berjalan lurus tanpa menengok kebelakang.

Brukk

"Are you stupid?" maki seorang wanita bule yang berpakaian sexy setelah bertabrakan dengan Cheryl, namun karena tubuh Cheryl masih lemah, justru membuat Cheryl yang terjatuh.

Sang wanita tak henti hentinya memaki Cheryl yang masih terduduk di lantai.

"Cepatlah .." Jeff tidak melanjutkan kata katanya setelah mendapati tubuh Cheryl di sedang di lantai dan menjadi perhatian banyak orang.

"Arrgghhh sial, fuck you!" umpat Jeff kesal.

"Kenapa selalu bikin masalah sih nih cewek, sialan!" Dengan cepat Jeff segera mendekati Cheryl dan menjelaskan kepada sang wanita bule tersebut.

Tidak susah buat Jeff menarik perhatian wanita wanita cantik, berbekal sedikit berbohong dan menjanjikan sebuah kencan, Jeff pun bisa meredam kemarahan wanita yang menabrak Cheryl.

"Cepat bangun, dasar pembuat onar" bisik Jeff di telinga Cheryl sambil menarik paksa tangan Cheryl.

"Cepat jalan" Dengan kasar, Jeff menarik paksa tangan Cheryl. Tanpa menghiraukan rintihan kesakitan Cheryl.

"Akhh sakit, pelan pelan" lirih Cheryl berusaha menyesuaikan langkahnya dengan Jeff.

Setelah berhasil keluar dari klub malam tersebut, Jeff lantas menghempaskan tangan Cheryl dengan kasar.

"Sial, kenapa aku harus ketemu perempuan seperti kamu disini sih!, shit" Seakan tak habis emosi Jeff untuk memarahi Cheryl.

"Cepat jalan, aku antar pulang, dasar merepotkan" pekiknya lagi.

Saat Jeff berbalik menuju mobilnya, keadaan Cheryl semakin drop, kepalanya semakin berputar, "Tolong.." lirihnya, membuat Jeff menoleh kembali.

"Hey, kamu kenapa?, hey!.."

Jeff segera berlari menangkap tubuh mungil Cheryl yang sudah oleng.

Cheryl pun pingsan dalam dekapan Jeff. Jeff yang kesal seketika terdiam setelah memperhatikan wajah Cheryl, terlebih ada sisa sisa air mata di wajah cantik Cheryl.

Sial, gak gue gak boleh luluh, cewek ini hanya pura pura lemah aja, lagian selama dia masih menjadi penghalang kebahagiaan Jessy, selama itu pula gue gak akan biarin dia bebas~pikir Jeff.

Jeff pun segera membopong tubuh Cheryl ke dalam mobilnya, karena tidak tau alamat Cheryl, Jeff pun membawa Cheryl ke apartemennya.

**

Jessy sudah lebih dulu berada di apartemen Jeff setelah Jeff menghubunginya melalui sambungan telepon.

Cekrek

Pintu apartemen pun terbuka, dan menampakan tubuh Jeff yang masih membopong Cheryl dalam dekapannya itu.

"Kenapa dengan Cheryl Jeff?"

"Hey, bisakah kamu membantuku!" seru Jeff.

Tanpa menunggu lagi, Jessy pun ikut membantu Jeff, setelah meletakan Cheryl di ranjangnya, Jeff membiarkan Jessy membantu Cheryl membersihkan tubuh Cheryl, sementara Jeff menunggu di ruang tamu.

"Jeff, kenapa Cheryl bisa bersama denganmu?" seru Jessy tiba tiba menemui Jeff.

"Apa kamu sudah selesai?" tanya Jeff tanpa menjawab Jessy.

"Iya aku sudah membersihkan tubuhnya, biarkan dia istirahat disini, aku akan hubungi Kak Chiko dan bilang kalau Cheryl bersamaku, aku gak mau kalau Cheryl akan mendapat masalah lagi dengan Kakaknya" tutur Jessy.

"Dasar bodoh!" maki Jeff. "Dia itu musuh kamu, dia sudah jahat denganmu, kenapa kamu masih melindunginya?" Jeff pun tak habis pikir dengan sepupunya itu.

"Kamu tidak mengenalnya Jeff, dia ada alasan kenapa dia tidak menyukaiku, tapi aku dan Cheryl saling mengenal dari kecil, karena sebuah kesalahpahaman saja hubungan kami meregang" tutur Jessy tiba tiba sendu. "Aku sangat menyayanginya" lagi ucapnya.

"Kamu harus mengenalnya Jeff, aku yakin kamu akan jatuh cinta padanya" goda Jessy sambil memainkan matanya.

Apa katanya?, cih! batin Jeff.

"Never, I promise to you, aku gak akan jatuh cinta padanya, dia bukan tipeku" tegas Jeff.

"Will see brother" balas Jessy.

Aku gak akan luluh dengan perempuan manja itu, justru aku akan membuatnya jatuh cinta pada pesona seorang Jeff, karena tidak ada satu wanita pun yang bisa menolak pesona Jeff, apalagi gadis bar bar itu~ pikir Jeff

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Renko
Kerjaan Jeff itu, Cheryl. Asal kamu nggak tau ?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status