Rahasia Cheryl

Ternyata tanpa Cheryl sadari, Jeff sedari tadi terus memperhatikannya. 

Bahkan kini, pandangan mata mereka berdua saling terkunci satu sama lain. 

I got you babe!, seru Jeff dalam hati puas setelah mengetahui, Cheryl juga sedang menatapnya. 

Permainan dimulai anak manja~batin Jeff. 

Setelah menyelesaikan sarapannya, Chiko dan Cheryl pun memohon izin untuk pulang. 

*****

"Ryl!" Tegur Veronica lembut. "Kamu beneran kemarin jalan bareng Jessy? sampai menginap di apartemen sepupunya juga" Kata Vero karena rasa penasarannya begitu besar, karena tidak hanya Chiko yang heran, Vero pun dibuat tidak percaya setelah mendengar kabar dari Chiko tentang keberadaan Cheryl bersama Jessy. 

Sementara Cheryl yang tidak bisa berbohong kepada sahabat baiknya itu, akhirnya memilih menceritakan kebenarannya. 

"Huuft (helaan nafas Cheryl), Vero sebenarnya bukan seperti itu ceritanya" Cheryl berusaha mengatur nafasnya dan memulai ceritanya. 

"Tapi kamu janji, kamu harus janji jangan bilang Kak Chiko dan Kakak Kakak yang lain, ini rahasia kita berdua ya!" pinta Cheryl. 

Mendengar permintaan sahabat baiknya itu tentu saja Vero menyanggupinya. 

"Iya aku janji, aku janji gak akan bilang siapa siapa, ini rahasia kita berdua" Ucap Vero. 

Setelah mendapat kepastian dari Vero, Cheryl akhirnya menceritakan cerita sebenarnya, tentang dia yang pergi ke klub malam karena rasa penasarannya sampai kejadian Jeff menolongnya dan akhirnya dia bangun pagi pagi sudah berada di kamar Jeff. 

"Kamu? bisa bisanya kamu pergi ke tempat itu sendirian, kalau sampai kamu kenapa kenapa gimana? ini kan bukan di Indonesia Cheryl, ini di New York" Geram Vero memarahi Cheryl, tentunya memarahi karena Vero sangat menyayangi Cheryl, sebagai sahabat juga adik sepupu dari suaminya. 

"Iya iya, aku minta maaf, aku hanya bosan aja kemarin, dan penasaran makanya aku berani masuk ke sana" Cheryl mencoba membela dirinya. 

"Kamu ini kan perempuan, dan ini kota besar, di Jakarta aja belum tentu aman apalagi di sini, di negara dan kota yang besar" Dengan bijaksana Vero coba menasihati Cheryl  

"Aku kan bukan anak kecil lagi, aku sudah 24 tahun, kamu tenang aja, aku bisa jaga diri aku baik baik kok" Dengan penuh percaya diri Cheryl berkata. 

"Bisa jaga diri bagaimana, coba kalau kemarin gak ada siapa itu? Jeff ya? coba kalau kemarin kamu gak ketemu cowok baik kayak Jeff itu, aku gak tau deh gimana akhirnya nanti" Protes Vero kesal karena Cheryl masih keras kepala.

"Apa?? cowok baik? kamu bilang dia cowok baik?, dia cowok paling kurang ajar dan gila yang pernah aku temui dan aku kenal, kalau boleh minta, aku mau minta sama Tuhan biar gak ketemu sama cowok gila yang udah berani rebut ciuman pertama aku! Seru Cheryl terus bicara sampai tanpa sadar dia membongkar rahasia yang dia simpan sendiri, tentang ciuman pertamanya yang sudah di curi oleh Jeff. 

"Ciuman? tunggu.. aku gak salah dengar kan? kamu sama dia udah pernah ciuman? beneran?!" Vero menjadi semakin antusias untuk mendengar kisah sahabat baiknya itu. 

Sampai satu suara yang sangat dia kenali pun mengganggunya. 

"Sayang! kamu dimana sih? ini anak kamu cariin kamu! Ucap Mike. Suara Mike terdengar sampai ke dalam kamar Cheryl. 

"Berisik!" balas Cheryl tak kalah meneriaki sepupunya itu. 

Krekk (Pintu kamar pun terbuka) 

"Hey kamu berani yah sama sepupu kamu ini?" Tantang Mike yang sudah masuk ke dalam kamar Cheryl bersama anaknya yang baru berusia 5bulan itu. 

"Aku gak takut sama Kak Mike!" Tantang balik Cheryl. "Lagian ganggu aja sih, aku kan lagi cerita sama Vero" protesnya pada Mike. 

"Makanya cari pacar dong, terus nikah jadi bisa ceritanya sama suami kamu" goda Mike yang membuat Cheryl bergidik ngeri mendengar kata "menikah". 

"Oiya aku lupa, mana ada coba cowok yang mau sama cewek jutek, galak dan kasar kayak kamu" Lagi sindir Mike. 

Merasa tidak terima Cheryl pun lantas memukul lengan Mike, sepupunya itu. 

"Aduh! tuh kan, kasar banget sih kamu, berubah dong kayak cewek cewek Indonesia lainnya yang terkenal kalem, baik, lemah lembut dan dewasa, kayak Vero ini" Sambil memeluk istrinya yang sudah mengambil alih anak kesayangan mereka.  

"Astaga, Sayangnya Tante, jangan sampai kamu punya sikap narsis kayak Papi kamu ini yah!" Ucap Cheryl pada keponakannya itu.  

Sontak membuat tawa Mike pun pecah mendengarnya. 

*****

Di lain tempat, Jeff sedang berada di kantor Agency Model miliknya. Banyak yang tidak mengetahui bahwa Jeff adalah sang pemilik salah satu perusahaan Agency Model yang ada di kota New York, sebagian orang berpikir bahwa Jeff hanyalah seorang Model saja. 

Karena jiwa usaha yang dimilikinya membuat Jeff berhasil merintis beberapa usahanya sendiri, mulai dari beberapa restoran, butik, dan juga perusahaan agency modelnya, bahkan Jeff pun berinvestasi di beberapa property yang ada seperti apartemen.  

Di usianya yang sudah 28 tahun, Jeff tumbuh menjadi salah satu pengusaha muda juga model papan atas di kota New York. 

Itu sebabnya, tidak sedikit deretan wanita cantik rela antri untuk menjadi kekasih bahkan hanya sekedar teman kencan untuk Jeff. 

Di antara banyaknya deretan gadis cantik yang seakan berlomba lomba untuk memenangkan hati Jeff, hanya ada satu yang berhasil menaklukan Jeff. 

Seorang gadis asli Indonesia, yang berhasil menjadi cinta pertama bahkan berhasil bersemayam dalam hati Jeff, dia adalah Sandra Jody. 

Gadis cantik berwajah asli Indonesia dengan mata bulat nan jernih juga berambut panjang hitam yang lurus, Sandra biasa dia di panggil adalah mantan kekasih Jeff. Dirinya sempat tinggal di New york bersama dengan Tantenya. 

Hubungan Sandra dan Jeff berjalan begitu baik, sampai pada di satu titik dimana Sandra memilih untuk kembali ke Indonesia, meninggalkan Jeff dan mimpi mereka berdua. 

Vonis dokter yang menyebutkam kondisi Sandra, bahwa dirinya tidak akan dapat mempunyai keturunan karena dirinya memang sering sakit sakitan, membuat Sandra harus melepaskan Jeff. 

Itulah awal kejatuhan dan perubahan Jeff, membuat dirinya menjadi sosok lelaki yang tidak percaya akan cinta lagi, bahkan Jeff membatasi dirinya untuk tidak membuat kesalahan ketika melakukan one night stand dengan para wanitanya itu. 

Jeff tidak ingin terlibat dengan kata komitmen apalagi pernikahan dan keluarga. 

Kring (bunyi dering handphone) 

Ponsel yang Jeff simpan di mejanya membuatnya terkaget. 

Dengan cepat Jeff pun mengangkat ponselnya dan terdengarlah suara sepupu kesayangannya itu. 

"Jeff!...." Teriak Jessy dari ujung telepon. 

Cepay cepat, Jeff segera menjauhkan ponselnya dari telingnya. 

"Jessy!!" Bentaknya. "Kenapa harus teriak segala sih?" lagi omel Jeff. 

"Hehehe.. maaf deh!" Suara Jessy pun mulai memelan. "Jeff besok malam temani aku makan malam di rumah sepupu Kak Chiko ya?!" Pintanya. 

"Aku gak mau!" Dengan cepat tolak Jeff. 

Rumah sepupu Chiko? sudah tentu akan ada si Cheryl, gadis kasar itu lagi. Aku malas harus ketemu dengannya lagi~batin Jeff. 

"Aku gak mau tahu, pokoknya besok malam, jemput aku di rumah, kalau enggak, hubungan saudara kita putis" Ancam Jessy sambil menutup teleponnya sepihak. 

"Sial, dasar Jessy.. kenapa kelakuannya jadi sama kayak Cheryl sih, nyebelin!" gerutu Jeff. 

"Ah, baiklah.. aku akan datang, aku lupa kalau aku harus memainkan permainanku, well.. sampai ketemu besok malam Cheryl, akan aku buat kau terkagum padaku besok" 

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status