Makan malam (1)

"Sial, dasar Jessy.. kenapa kelakuannya jadi sama kayak Cheryl sih, nyebelin!" gerutu Jeff. 

"Ah, baiklah.. aku akan datang, aku lupa kalau aku harus memainkan permainanku, well.. sampai ketemu besok malam Cheryl, akan aku buat kau terkagum padaku besok" 

** 

Suasana kediaman Mike Salim malam ini terasa begitu ramai, karena semua keluarga bisa berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. 

Tidak hanya Vero istrinya, namun kehadiran sepupu sepupu Mike yang juga sudah ikut menetap di New York pun semakin menambah keramaian keluarga Salim. 

James, Chiko dan David adalah sepupu Mike, begitu pula dengan Cheryl, mereka adalah anak anak kebanggaan dari keluarga kaya raya Salim. 

Kekayaan keluarga Salim tidak hanya berada di Indonesia, namun berkat generasi ketiga inilah nama Salim Grup semakin melambung tinggi. 

Kalau keluarga lainnya akan saling berebut kekuasaan, namun tidak berlaku bagi keluarga Salim. Masing masing dari mereka dipercayakan mengurus bidang dan bisnis keluarga Salim yang berbeda. 

James Salim sebagai Cucu tertua di percayakan mengelola usaha di wilayah Asia Afrika, dengan kantor pusat berada di New York. 

Mike Salim di percaya mengurus bisnis di wilayah Amerika, karena tempatnya menetap di New York. 

Chiko Salim yang tak lain adalah Kakak dari Cheryl, di percayakan mengurus bisnis keluarga Salim wilayah Australia dan sebagian Eropa, dengan tetap kantor pusatnya berada di kota New York. 

David Salim sebagai Cucu termuda laki laki, di percayakan mengurus wilayah Asia tenggara dan beberapa negara di Asia Timur seperti Korea dan Jepang. 

Sementara Cheryl lebih memilih untuk menjalankan bisnisnya sendiri meskipun tetap mendapat modal dan pengawasan dari Keluarganya, Cheryl yang menyukai dunia Fashion itu pun sudah membuat beberapa butik di Indonesia, bahkan tidak banyak yang tahu kalau Cheryl juga mempunyai yayasan amalnya khususnya untuk membantu para lansia yang terlantar di jalan atau sengaja dibuang oleh keluarganya dengan menyediakan rumah  yang layak untuk masa tua mereka. 

Dibalik sikapnya yang keras kepala dan galak, Cheryl memiliki hati layaknya malaikat. 

Hati yang sangat lembut bahkan saking lembutnya, sangat mudah terkoyak dan hancur jika dia dikecewakan, di khianati ataupun disakiti. 

~~

"Hai brother!" Sapa Mike kepada Chiko yang tampak sedang melamun itu. 

"Hai, Mike!" jawabnya lemah. 

David dan James pun segera bergabung dengan Chiko juga Mike, meninggalkan Vero dan Cheryl yang menuju kamar Baby Michael. 

"Lesu amat mukanya!" Goda David, diantara keturunan Salim, memang hanya David yang terkenal paling ramah dan suka membuat lelucon. 

Chiko seakan enggan untuk membalas gurauan David. Melihat hal itu, James yang paling dewasa lah yang bisa mengerti. 

"Bro, ada apa? cerita dong sama kita.. mumpung kita lagi kumpul semua nih" Tutur James bijaksana. 

"Aku cuma bingung, besok malam aku udah ajak Jessy untuk makan malam bersama dengan kita disini, tapi... tapi aku belum bilang Cheryl" Akhirnya Chiko berhasil mengeluarkan isi hatinya kepada saudara saudaranya itu. 

"Bingung kenapa?" Cecar Mike. 

"Iyah, kenapa harus bingung? bukannya kata kamu hubungan mereka sudah membaik kemarin?" Tanya David penasaran. 

"Sebenarnya aku sendiri gak yakin kalau kemarin Cheryl dan Jessy benar benar jalan bersama, tapi aku gak mau bertanya lagi pada Cheryl.. itu sebabnya aku takut kalau hubungan mereka sebenarnya masih belum baik" Terlihat jelas kekhawatiran dari raut wajah Chiko. "Rencananya besok, aku akan ingin melamar Jessy sekalian, tapi..." Chiko menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Seakan itu bisa mengurangi beban yang ada di hatinya. 

Hal itu cukup membuat Mike, James dan David untuk saling melihat satu sama lainnya. 

"Bro, kalau menurut aku, lebih baik kamu bicarakan hal ini dulu dengan Cheryl, tanya pendapat dia juga" Kali ini David memberikan jawaban yang serius. Namun berbeda dengan Mike, karena Mike tidak menyukai saran yang diberikan oleh David. 

"No no no.. menurutku kamu gak perlu bertanya kepada Cheryl, ingat.. ini hidupmu, ini jalan ceritamu, ini cintamu dan masa depanmu.. Mungkin terdengar egois, tapi kamu berhak melakukan apapun dengan orang yang kamu cintai" Terang Mike semangat. 

"Loh, Mike.. gak bisa begitu dong" Protes David tidak terima. "Apa yang kamu sampaikan memang benar, tapi tetap Chiko harus bertanya dan meminta pendapat Cheryl, biar bagaimanapun Cheryl adalah adik kandung Chiko, jadi pendapat dia juga sangat berperan penting" Ucap David membela Cheryl. 

"Wait, kamu gak bisa mempertaruhkan masa depan Chiko dong Vid?, kita semua pasti tau jawaban Cheryl, jelas dia akan menentangnya dan tidak akan menerima Jessy sampai kapanpun itu, terus apa Chiko harus meninggalkan Jessy?" Jawaban Mike terdengar mulai meninggi. 

Sementara Chiko yang menjadi bahan perbincangan mereka pun justru semakin dibuat pusing, Chiko tidak menolak saran Mike, namun dia juga tidak bisa mengacuhkan saran dari David. 

Kembali sebagai cucu tertua membuat James akhirnya berhasil menjadi penengah di antara mereka. 

"Berhenti! kenapa jadi kalian berdua yang jadi ribut?" Tegur James. "Coba kalian lihat Chiko, dia menjadi semakin bingung". 

Mike dan David pun akhirnya memilih diam dan tidak melanjutkan perbedaan pendapat mereka lagi. 

"Bro!" Ucap James tegas sambil memegang bahu Chiko. 

"Semua keputusan ada di tangan kamu, kamu yang berhak menentukan masa depan kamu.. saran aku, tetap lakukan apa yang ingin kamu lakukan dengan Jessy, kalau menurut kamu dia yang terbaik untuk kamu, maka perjuangkan Jessy. Masalah Cheryl, apapun yang terjadi besok dan reaksi Cheryl, ingat kamu jangan terpancing emosi, Cheryl punya alasan kenapa dia tidak menyukai Jessy, Cheryl punya alasan kenapa dia tidak setuju.. Tapi kamu juga punya alasan yang kuat untuk membuktikan pada Cheryl, bahwa alasannya salah dan itu tugas kamu untuk mendamaikan Jessy dan Cheryl. Jangan memilih di antara mereka, karena sesungguhnya baik Cheryl juga Jessy itu sama sama berharga untuk kamu" Jelas James panjang lebar dengan sangat bijaksana. 

"Nah, ini baru benar.. ini maksud aku tadi" Ucap David coba mencairkan suasana. 

"Huuuu!!!..." Sorak Mike, James juga Chiko bersamaan. 

*****

Hari yang di tunggu Jessy pun tiba, hari ini adalah undangan makan malam pertamanya sebagai kekasih Chiko di dalam keluarga Salim. 

"Wooww!!" Namun pandangan mata Jessy dari pantulan cermin di depannya seakan teralihkan setelah melihat sosok sepupunya Jeff. 

"Bagaimana penampilan aku malam ini?" Tanya Jeff bangga. 

"Luar biasa, fantastik, keren Jeff" Deretan pujian disampaikan Jessy untuk satu satunya sepupunya itu. "Ehh tapi kok jadi kamu yang malah keliatan keren sih, wah jangan bilang kamu dandan begini karena mau ketemu Cheryl ya?" Goda Jessy. 

"Omong kosong apa itu?, aku gak perlu dandan seperti ini hanya untuk memikat gadis kasar itu!" Dengan sombongnya Jeff berkata. 

"Abis untuk siapa lagi kamu berdandan begini, gak mungkin kan untuk Vero, dia sudah punya suami" Kening Jessy berkerut sesaat memikirkannya. 

"Berisik, ayo cepat jalan" Balas Jeff dengan tegas. 

Buat apa aku harus dandan seperti ini? hah! hanya untuk gadis kasar itu?.. tidak perlu dandan pun aku yakin akan membuat Cheryl jatuh dalam pesonaku dalam waktu dekat~pikir Jeff. 

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status