32. Kenyataan

Lalu tubuh yang menimpa Luna disingkirkan dengan mudah. Mayat itu kini tergeletak di atas lantai dengan kepala hancur dan darah yang tercecer di mana-mana. Luna yang awalnya berpikir seseorang yang menolongnya itu adalah Dominik, seketika terkejut saat menyadari pemikirannya yang salah. Luna segera menutupi dadanya dan memanggil orang itu dengan bibir bergetar, “Ignor.”

Ignor yang mendengar Luna memanggilnya dengan lirih, mau tidak mau menyeringai pad

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Sherin Eyin
mimiiiii, kokblm ada lanjutannya ..lg greget iniii
goodnovel comment avatar
Ryanab Nie
sering" up dong mimi zeyeng ?
goodnovel comment avatar
Rianti
mimiiii..semakiiinnn seruuu...ayyyooo upload yg banyak mimiiii
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status