Share

Friend

In the End, we will remember not the words of our enemies, but the silence of our friends.

– Martin Luther King, Jr.

--

Genta keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek. Ia berdecak sinis saat melihat seorang wanita sudah duduk dengan santainya di tepi ranjangnya.

Kepalanya pun menggeleng tidak habis pikir. “Kok bisa lo masuk sini?”

“Aku udah ijin sama Mama, mau bicara sama Mas Genta.”

“Heran gue, urat malu lo itu, disimpan di mana sih, Ra?”

“Take it easy, Mas. Aku ke sini gak ada maksud apa-apa. aku cuma mau minta maaf ke kamu.”

Genta berkacak pinggang dengan kesal. “Gue maafin! sekarang lo keluar dari kamar gue.” kakinya melangkah menuju walk in closet guna mengambil sebuah kemeja untuk dikenakannya.

Ara segera menyusulnya masuk ke dalam walk in closet. “Cuma itu?”

“Jangan berharap lebih Ra,” Genta memakai celana jeans lalu memakai kemeja yang sudah dipili

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status