Share

Bab 20

Kedua mata Aisya masih memandang dan memperhatikan dua orang yang sedang bergandengan mesra menuju sebuah Restoran yang berada di sebelah Restoran jepang tempat Aisya dan Nisa makan.

"Woy, kita samperin yuk." Aisya terjengkit, ia kaget mendengar suara Nisa.

"Iih, lo ngelamun ya?"

"E,,eh apa tadi." Kata Nisa, ia berusaha menstabilkan rasa terkejutnya.

"Itu, kita samperin sepupu lo, kayanya dia jalan sama ceweknya deh." Gak tau saja dia bahwa hati Aisya sudah nyeri-nyeri sedap mendengar kata cewek itu adalah kekasih suaminya. 

"Gue, ke toilet bentar ya." Aisya tidak menanggapi usulan Nisa buat nyamperin Reyhan, ia malah ingin pergi ke toilet.

Belum sempat Nisa menjawab dia sudah berdiri dan berjalan ke arah toilet berada.

Di dalam toilet dia mengambil ponsel di dalam tasnya. Ia mencoba untuk menelpon Reyhan. Dua kali dia mencoba melakukan panggilan telpon pada Reyhan tetapi tidak ada jawaban.

Kemudian Aisya mengirimkan pesan

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status