Bab 31

Reyhan segera berlari keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke kamar di mana Aisya sedang menangis sesegukan.

"Kenapa, sayang?" Kata Reyhan saat dia sudah duduk di samping Aisya.

"Abang kenapa tinggalin, aku." Ucapnya masih sambil menangis.

"Abang gak ke mana-mana kok, Sayang." Reyhan merengkuh tubuh Aisya dan memeluknya.

"Tapi, tadi Abang gak ada di kamar." 

"Iya, Abang tadi ke ruang kerja sebentar. Udah jangan nangis lagi, donk. Nanti cantiknya ilang." Ucap Reyhan seraya menghapus air mata di pipi Aisya.

"Jadi, Aisya jelek gitu." Sungut Aisya

"Istri Abang cantik, selalu cantik. Udah jangan nangis lagi, oke." Bujuk Reyhan.

"Hmm, Aisya pengen ke tempat Bunda." 

"Iya, besok kita ke tempat, bunda. Sekarang Bobo lagi," bujuk Reyhan.

"Tapi janji, besok kita ke sana." 

"Iya, Sayang. Tidur lagi, ya." 

"Iya, tapi peluk. Abang jangan pergi-pergi lagi." 

"Iya, Abang gak ke mana-mana. Abang d

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status