Bab 18

“Ra, buruan! Itu udah ditunggu Vano,” kata Diana sembari melongok ke kamar Tamara.

“Iya, Ma,” jawab Tamara yang masih sibuk membenarkan letak dasinya.

Gadis mungil itu pun keluar setelah merasa rapi.

“Ayo, berangkat,” kata Revano.

Tamara mengangguk.

Keduanya lalu mencium punggung tangan Diana untuk berpamitan.

Revano menyodorkan sebuah helm kecil untuk Tamara, lalu membantu gadis itu untuk bisa naik di jok belakang.

Motor merah Revano melaju membelah jalanan kota.

“Van.”

“Hm.”

“Kok tumben banget naik motor?”

“Si Burhan lagi sakit.”

“Burhan siapa?” tanya Tamara tak mengerti.

“Mobilku yang biasanya kupakai ke mana-mana.”

“Ada namanya, ya?”

“Iyalah, biar keren.”

Tamara terkekeh geli. Ia baru tahu jika mobil milik Revano itu bernama Burhan. Ada-ada saja cowok itu.

“Emang Burhan sakit apa, sih?”

“Dia sakit tonsilis, jadi mogok dan nggak mau ngapa

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status