Bahtera pernikahan (indonesia)
Bahtera pernikahan (indonesia)
Author: Carol16
Prolog

Terdengar suara alunan musik dari biola serta piano yang tidak terlalu keras dan dapat meneduhkan pendengarnya.

Seorang wanita menggenakan sebuah gaun berwarna hitam dan terpancar raut bahagia dari wajahnya yang cukup menawan.

Di depannya, seorang pria berlutut di hadapannya sembari menyuguhkan sebuah cincin serta bunga.raut bahagia juga terpancar dari wajah pria itu dan membuat banyak penonton terharu melihat rangkaian lamaran tersebut.

"Apakah kau ingin menikah denganku??"tanya pria berjas hitam itu dengan senyum mempesona di bibirnya dan matanya menatap penuh cinta pada wanita itu.

"Aku-"

Tring!!

Suara dari wanita itu terpotong oleh dering dari handphonenya dan saat wanita itu selesai bertelepon dengan seseorang..

Raut wajahnya berubah menjadi sendu dan segera menatap pria itu dengan penuh kesedihan.

"Maaf..aku harus pergi dahulu.."

"Vio??"

Tap, tap, tap....

Wanita itu segera menuruni tangga di depannya untuk keluar dan meninggalkan laki laki tersebut.

Sesampainya di bawah, ia memanggil taksi dan masuk ke dalam.ia berusaha menahan air mata yang hampir tumpah ke pipinya yang telah disapu oleh foundation sebelumnya...

"Pak, tolong ke rumah sakit di jalan melati no 7."

"Rumah sakit permata ya non?"tanya pengemudi tersebut.

"Ya."

"Baik nona."

Brum!!...

Dengan segera, taxi itu melaju kencang ke lokasi keberadaan rumah sakit permata.

"Bertahanlah..."harap wanita itu dengan keringat dingin yang bergulir terus menerus menuruni lehernya yang jenjang.

Setelah 20 menit, taxi itu telah sampai ke tujuan dan wanita itu dengan cepat membayar lalu menuruni kendaraan tersebut. tak lupa, ia mengucapkan terima kasih pada pengemudi tersebut..

Tap, tap, tap...

"Sus, dimana ya pasien bernama mia rahmawati ?"

"Oh..pasien yang baru masuk ya?"

"Iya sus,"balasnya

"Maju aja ke dalam terus ke arah kanan.mbak naik lift dan tekan tombol 3. setelah itu mbak bisa cari ruangan nomor...233,"ujar perawat itu.

"Makasih sus."

Dengan segera, wanita itu pergi ke arah kanan yang ditunjukkan oleh suster dan masuk ke lift.ia pun menekan tombol yang akan dituju.

Ting!

"No 233.."gumam wanita itu sembari berlari mencari ruangan tersebut.

Ketika ia menemukannya, ia segera memasuki ruangan tersebut dan mendapati bahwa ruangan itu dipenuhi oleh banyak orang yang tak dikenalnya sama sekali.

Ia pun segera datang ke ranjang ibunya sendiri dan melihat beberapa orang di sana.dari bisik bisik, ia dapati bahwa beberapa orang membicarakan tentang perjodohan.sedangkan ibunya sedang terbaring lemah di kasur rawat inap.

"Ini ada apa ya?"tanya wanita itu.

Ketika ia bertanya, ibunya segera membuka matanya dan memandang ia dengan sedih.

Dengan segera, ia merasakan firasat buruk dan pergi ke ibunya.

"Bu, ini kenapa?"

"Nak, maafkan ibu ya.."ucap ibunya padanya dan terpotong oleh suara pintu.

Drit...

"Ini Violetta kan? Anak dari dia?"tanya salah satu orang yang tak dikenalnya.

 "Ya, saya anaknya,"ujarnya membalas pertanyaan seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya..

"Baiklah, kenalin.saya bisa dipanggil tante nita.tante akan menjodohkanmu dengan anak tante,Divan,"balasnya.

Wanita itu, Violetta segera mundur beberapa langkah dan menjauhi semua orang yang menatapnya. 

"Ma? Apa aku salah dengar?...perjodohan ma??!"tanya Violetta dengan shock.

"M-ma-maaf nak.."ucap ibunya dengan tersenggal senggal dan membuat violetta segera menuju ibunya.

"Mama, bertahanlah,"ucap Violetta namun dengan segera ditahan oleh ibunya.

"Jaga dirimu baik..baik.mama s-sud-ah          w-wa-waktunya.."

Trit.....

Suara dari mesin pendeteksi jantung membuat Violetta makin panik dan berteriak memanggil dokter.

Setelah dokter datang, ia mulai memeriksa denyut nadi ibu Violetta dan menggelengkan kepalanya.

Sontak.Violetta dengan segera mengusap tangan ibunya yang telah kaku dan meneteskan air mata dengan deras.

"M-ma...jangan tinggalin Vio..."

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status