Pria Miskin Jatuh Cinta
Pria Miskin Jatuh Cinta
Author: Jingga Lestari
Mengagumi Dalam Diam

"Bila pandangan pertama itu disebut cinta karena adanya getaran yang terhantar sampai ke hati, maka bolehkah kukatakan aku jatuh cinta?" 

---

Seluruh karyawan telah dikumpulkan dalam satu aula pertemuan besar yang merupakan milik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti, jasa, retail dan anak-anak perusahaan lainnya di bawah naungan Inutama Grup. 

Semua karyawan dari seluruh divisi berkumpul menjadi satu hingga ribuan karyawan tumpah ruah di sana. Tak terkecuali Johan, dia juga hadir dalam aula tersebut yang nantinya akan diumumkan sebuah berita besar tentang penerus yang akan mengambil alih seluruh kepemimpinan Inutama Grup. 

Aula yang mulanya ramai dengan suara semua karyawan, mendadak hening setelah langkah kaki seseorang yang begitu tegas, berenergi, menyerap seluruh suara itu hingga semua tatapan hanya terjurus pada pria berusia 65 tahun itu. Siapa lagi jika bukan Bapak Indrawan Utama, pemilik perusahaan yang menggurita itu. 

Rahang yang tegas, wajah yang gahar, serta perawakan yang tinggi, membuat sosok Bapak Indrawan sangat dihormati oleh hampir seluruh karyawannya. Hanya dengan mendengar suara ketukan sepatunya saja, semua orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya akan segera tunduk padanya. 

Kini Bapak Indrawan telah berdiri di sebuah podium utama, semua mata tertuju padanya. Dua orang dengan tubuh tegap dan otot-otot yang tersembunyi di balik kemeja dan jas hitam itu, berdiri masing-masing di sebelah kiri dan kanan di belakangnya. Dua sosok tersebut adalah bodyguard yang selalu menemaninya ke manapun dia pergi. 

"Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua," ucap Pak Indrawan memulai pidatonya. Ucapan tersebut kemudian dijawab oleh semua karyawan hingga menimbulkan suara yang menggema di aula tersebut. 

"Pagi ini merupakan momen penting, sekaligus sangat bersejarah dalam tatanan jabatan perusahaan Inutama Grup. Sebagaimana sudah saya sampaikan kepada seluruh jajaran bahwa saya akan segera mengajukan pensiun, kemudian posisi saya ini akan diisi oleh anak saya satu-satunya yaitu Anita Indrawan. Saya ucapkan terimakasih banyak atas dedikasi kalian kepada saya dan kepada perusahaan ini selama karir saya menjabat selaku pimpinan kalian. Semoga ke depannya, anak saya Anita Indrawan mampu memimpin bahkan lebih baik dari saya. Oleh karena itu, saya akan memperkenalkan secara langsung kepada kalian sosok anak saya tersebut." 

Tepuk tangan meriah menggema menyambut ujung kalimat dari Pak Indrawan, sebelumnya banyak desas desus yang beredar bahwa anak Pak Indrawan ini masih muda, cantik dan memiliki jenjang karir yang luar biasa selama dia berada di luar negeri untuk menimba ilmu bisnis.

Sosok Anita Indrawan pun muncul dengan langkah yang sempurna, suara sepatu stilletonya seperti sebuah tanda bahwa seorang pemimpin baru kini telah lahir. Semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangannya naik podium bersama sang ayah. 

Anita menunddukan kepala di hadapan seluruh karyawan dan memberikan sedikit senyum yang bikin hati siapa saja meleleh saat itu juga. Anita Indrawan tak hanya cantik, namun juga sangat berkelas. Terlihat dari cara dia berpakaian, berjalan, memberikan penghormatan dan banyak lagi yang akhirnya membuat orang-orang harus mengatakan dengan jujur bahwa dia adalah sosok gadis yang sangat menarik. 

"Selamat pagi semua, perkenalkan saya adalah Anita Indrawan. Anak dari seorang lelaki yang sangat berpengaruh di perusahan ini. Sosok yang hebat, seseorang yang sangat saya hormati dan mendedikasikan seluruh hidup saya hanya untuk berbakti padanya. Siapa lagi jika bukan Bapak Indrawan Utama. Bagi saya beliau adalah sosok ayah yang sangat sempurna untuk saya. Mendidik saya dengan benar, memberikan pendidikan yang terbaik dan karir yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya." 

"Ayah, memberi saya mandat yang sangat berat di usia saya yang masih muda ini. Tentunya masih perlu banyak belajar dari kalian semua di samping saya akan terus belajar secara mandiri. Menyiapkan skill, mental dan seluruh tenaga saya untuk mengabdi di perusahaan ini. Oleh karena itu, mohon kerjasamanya agar peurshaan ini lebih baik lagi di bawah kepemimpinan saya." 

"Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, selebihnya saya ucapkan terimakasih banyak atas kehadiran kalian dalam acara pagi hari ini." 

Sambutan tersebut pun usai dan lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah dari para karyawan yang hadir saat itu. 

***

Johan sempat terpana melihat sosok Anita di depannya. Muda, cantik, karir bagus, siapa yang tak tertarik? Jangankan Johan yang hanya karyawan biasa, bahkan beberapa orang dengan tingkat karir lebih tinggi dari Johan juga menaruh perhatian pada sosok Anita. 

Usia Anita sekarang berada di angka dua puluh empat tahun. Masih sangat mudah jika dibandingkan dengan usia seluruh karyawan di perusahaan itu yang rata-rata antara 27 tahun sampai 40an ke atas. 

Sepak terjang Anita memang tak bisa diragukan lagi. Dia adalah salah satu lulusan terbaik universitas ternama di Amerika Serikat bergelar Master of Bachelor di bidang Bisnis. Tentu saja meski usianya yang masih sangat muda itu, tak bisa diremehkan sama sekali. 

Acara pengumuman tersebut ditutup dengan acara makan siang bersama. Johan sedang duduk satu meja dengan lima teman karyawan lainnya sambil menikmati hidangan makan siang yang lezat di depannya itu. Mata Johan tak lepas menatap sosok Anita yang berjalan turun dari podium menyalami seluruh jajaran pejabat tinggi perusahaan. 

Namun selanjutnya, Johan sadar bahwa dia tak patut melakukan itu. Mengingat posisi dia di perusahaan tersebut hanyalah karyawan biasa. Dia pun melanjutkan makannya dengan tenang. Meski dia masih sesekali melirik ke arah Anita yang duduk tak jauh darinya. 

"Anak Pak Indrawan bukan cuma cantik, tapi juga sangat menawan. Lihat saja, dari cara dia menatap lawan bicaranya, tersenyum dan melakukan gerakan-gerakan kecil, itu semua berkarakter." Salah satu teman Johan sedang membicarakan sosok Anita, bos baru mereka. 

"Andai aku laki-laki nih ya, mungkin aku sudah jatuh cinta padanya. Aku yang perempuan saja terkagum-kagum melihat sosoknya gimana kalian yan laki-laki. Haha ..." celetuk salah satu teman karyawan Johan yang bernama Nadia. 

"Nggak salah lagi, lihat semua mata para karyawan yang tak lepas dari sosoknya. Itu saja cukup membuktikan bahwa Anita ini memang wanita yang luar biasa. Aku yakin banget, di bawah kepemimpinan dia perusahaan ini akan semakin maju." 

Semua teman-teman di depan Johan mengutarakan kekagumannya pada sosok Anita. Kecuali Johan yang hanya diam saja sembari menikmati makanannya dengan hikmad. 

Dia tak tertarik dengan obrolan semacam itu, biar saja dia cukup mengagumi saja dalam diam. Bukankah menyukai seseorang bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, mungkin salah satunya adalah tidak berkomentar tentang apapun mengenai sosok Anita bos barunya itu. Seperti itulah cara Johan, mengagumi dalam diam. 

DMCA.com Protection Status