Share

Bab 18 Tiba-Tiba Saja Suka Penguin

Vera menoleh, lalu menaikkan sebelah alisnya.

“E-eh? Ti-tidak. Tadi mau bersin, tapi tidak jadi. Hachim! Udara malam ini cukup dingin, sih, ya,” jawabnya ke arah Vera, bukan kepada sang bos yang bertanya kepadanya.

“Jika tidak ikut karokean, apa kalian berdua sedang menunggu seseorang?”

Risa lega, sang bos sepertinya membiarkannya begitu saja. Sambil menggosok bawah hidungnya sambil memeriksa pesan di layar ponselnya.

Dia sudah menghubungi Adnan untuk mengingatkannya menjemput dirinya di restoran itu, tapi sampai sekarang masih belum dibaca olehnya. Apakah sudah tidur?

Vera dan Shouhei masih bercakap-cakap kecil dan remeh, sementara wajah Risa semakin masam karena sudah hampir 5 menit berlalu sejak sang bos datang menyapa, masih saja melirik mengecek layar ponselnya.

Beberapa karyawan yang berlalu di samping mereka sudah pamitan satu per satu, dan ketika hanya tersisa mereka di ruangan itu, Vera yang merasa sudah bangga akrab dengan bo

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status