The Baby (INDONESIA)
The Baby (INDONESIA)
Author: helloimironman
The Baby - 01

Mataku menatap alat tes kehamilan di tanganku, rahang ku terjatuh melihat dua garis merah muda terpampang nyata di sana. Lututku lemas, tubuhku ambruk ke lantai begitu saja. Satu persatu butir air mataku jatuh, bibirku bungkam menahan isakan yang mendesak ingin keluar.

Tok tok tok

Ketukan pintu toilet membuatku tersadar, cepat - cepat aku membuang testpack itu ke saluran WC, merapikan seragam ku sejenak sebelum akhirnya keluar dari bilik toilet.

"Lama banget sih!"

Aku menunduk meminta maaf pada murid perempuan yang menungguku di depan pintu toilet yang habisku gunakan. Perempuan itu mendengus, tatapan matanya memandang ku jengkel, ia berjalan masuk kedalam toilet setelah mendorong tubuhku dengan keras kebelakang.

Aku tidak mengenalnya. Tapi jelas ia mengenalku. Aresya Riana, cewek culun bonekanya murid SMA Senopati. Di mata mereka aku hanyalah sampah yang tidak sepatutnya berada di antara berlian seperti mereka.

Faktor ekonomi keluargaku membuat aku di pandang sebelah mata oleh mereka. Keluargaku miskin, tidak seperti mereka yang keluar negeri saja tinggal merengek ke orangtuanya. Meski awalnya aku bahagia karena berhasil masuk ke SMA Senopati lewat jalur beasiswa. Namun, sekarang keputusanku itu menjadi penyesalan terbesarku.

"Pung, PR gue udah beres kan?" Suara ketus milik Joana mengintruksi langkahku. Aku mendongak, mendapati Ratu sekolah yang kini berdiri di hadapanku, memandangkan dengan tatapan meremehkan.

Aku mengangguk mengiyakan, "Udah, Non." Ya, mereka bahkan tidak mengizinkan ku untuk memanggil mereka dengan namanya. Dan mereka mengganti namanya ku dengan sebutan 'Bopung' yang artinya 'Bocah Kampung'

Aku menerima perlakuan sarkas mereka dengan lapang dada. Karena jika protes sepatah kata saja, mereka pasti akan memperlakukan ku lebih parah lagi.

"Serahin ke Miss Mega ya sekalian." titah Joana lalu beranjak pergi di buntuti dayang - dayangnya.

Aku menghela nafas lega, kemudian melanjutkan langkahku menuju ruang kelas.

Sesampainya di kelas aku mendaratkan bokong ku dikursi pojok paling belakang, dimana kolong mejanya selalu di penuhi dengan sampah walau aku sudah membersihkannya berkali - kali, ya siapa lagi pelaku nya kalau bukan teman - temanku. Namun untuk kali ini aku mencoba acuh pada sampah - sampah itu.

Mataku memejam mencoba tenang, hasil testpack itu mengganggu pikiranku lagi. Aku membuka mata, mendongakkan wajah menahan air mataku yang ingin keluar.

DRT!!!

Tanganku meraih hapeku yang tergeletak di laci meja. Ada satu pesan masuk di sana.

Iblis: ke UKS skng!

Ya Tuhan, kenapa engkau tidak pernah membiarkan ku bernafas barang sebentar saja.

"Pung, di tunggu Sehun di UKS." ujar Juan yang tiba - tiba berdiri di sampingku.

Aku mengangguk patuh, lantas bangkit dari duduk. Padahal belum lima menit pantatku mendarat di kursi kini aku harus pergi lagi.

* * *

Sebastian Hunegara. Sih iblis yang sayangnya berwajah tampan itu anak dari pemilik sekolah. Ia seperti Raja nya sekolah, baik murid atau pun guru tidak ada yang berani membantahnya apalagi aku.

Teman - teman nya memanggilnya Sehun, tapi aku tidak di perkenankan untuk memanggil namanya, terlalu lancang. Kecuali jika aku sedang menjadi boneka pemuas nafsunya.

Ya, dia. Ayah dari bayi yang ku kandung.

"Duduk." titah Sehun yang mustahil untuk ku bantah. Dengan nurut aku duduk disisi ranjang UKS yang sepi.

Sehun menyeringai melihatku menuruti perintahnya, ia berjalan menuju pintu UKS lalu menguncinya. Tak perlu di tebak, aku tau apa yang selanjutnya akan ia lakukan.

"Buka," titah Sehun yang sudah ku paham maksudnya.

Aku diam, mengumpulkan keberanianku, "Aku--"

PLAK!

Pipiku memanas, merasakan jejak tamparan tangan kekar Sehun. Aku tersenyum tipis, rasa perih akibat tamparan tangan Sehun bahkan terasa samar karena aku sudah sering merasakannya.

"Gue gak minta lo buat ngomong apalagi protes. Buka." ujar Sehun menekan setiap kata yang dia ucap.

Aku menggigit bibir, menahan tangis. Tak berani buka suara apalagi membantah, dengan berat hati aku membuka satu persatu kancing seragamku.

Menit berikutnya yang bisa kulakukan hanyalah menangis tanpa suara, menahan erangan saat Sehun mencumbu tubuhku. Kedua tanganku Sehun ikat dengan ikat pinggang miliknya, membuat ia lebih leluasa dengan tubuhku. Menyetuh yang bisa ia sentuh, sedangkan tugasku hanya meliuk - liukan tubuh di bawahnya bagai jalang yang haus balaian.

Aku menggeleng, melihat Sehun yang bersiap membuka celananya. Tubuhku memberontak menolak, tapi tangan Sehun malah mencengkram pinggang ku erat hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.

"Jangan!" sentakku saat Sehun bersiap menyatukan tubuh kami.

"Aku... Aku hamil!"

Sehun yang kesetanan seketika membatu, perlahan wajah tegangnya mengarah padaku. Tatapan tajam miliknya menghunus ku dalam, tanpa aba - aba tangannya mencengkram daguku, mengangkat wajahku untuk lebih dekat dengan nya.

"Lo bohong kan?" tanya Sehun dengan wajah tegang.

Air mataku jatuh, aku ketakutan hingga tidak mampu menjawab pertanyaan Sehun.

"JAWAB!" teriak Sehun emosi. Rahangnya mengeras semakin tajam, membuatku semakin menciut ketakutan.

"Aku.. Aku serius." jawabku terbata - bata.

Sehun mendengus meremehkan, menepis wajahku kasar hingga tubuhku terpental kebelakang dan menabrak besi kepala rajang.

Sehun berbalik badan memunggungi ku, ia merapikan pakaiannya, "Gugurin kandungan lo. Gue gak sudi buat tanggung jawab." ujar Sehun kemudian melangkah pergi. Meninggalkan ku yang hanya berpakaian dalam dan tangan terikat.

Aku menangis tanpa suara, untuk sekedar minta tolong saja aku tidak bisa. Sekolah ini minim rasa empati, yang ada aku hanya menjadi bahan tawaan jika mereka melihat penampilan ku sekarang.

Sampai sekarang aku masih bertanya - tanya, adakah seseorang yang lebih menderita dari yang ku alami sekarang?

Jika ada, aku mungkin akan menerima cobaan ini dengan lapang dada karena cobaan hidupku tak seberapa.

Namun jika tidak ada, berarti tidak salah jika aku menginginkan mati. Karena semenjak masuk dunia SMA tidak ada lagi yang berarti dalam diriku.

I want to die. 

Comments (3)
goodnovel comment avatar
Kenzo Nova Yandi
nah loh..padahal masih sekolah
goodnovel comment avatar
Moon Nazah
satbang...
goodnovel comment avatar
Bee Kwon
izin baca ya Kak😊
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status