Share

PART 2

“Tuan, ini data yang anda minta” ucap seseorang yang duduk kursi tepat sebelah sopir sambil menyerahkan tablet kepada seseorang yang duduk di kursi belakang sebuah mobil audi R8 yang begitu mewah membelah jalanan New York

Seseorang yang dipanggil tuan kemudian langsung mengambil tablet yang diberikan oleh orang tersebut yang tak lain merupakan sekretarisnya. Ia membaca dengan seksama data yang diberikan padanya

Profile

Nama                          : Elliona Nayvelin Lim

Nama Panggilan        : LiOn

Kelahiran                    : South Korea, 22 September 1994

Pekerjaan                   : When you have much money, you can call me !

“Cih, tak kusangka wanita penggila uang ini memliki darah campuran Asia sepertiku. Dan apa ini ? Wanita ini benar- benar penggila uang rupanya” decih seseorang yang tak lain adalah William Kim

“Kau benar Tuan, dia memanglah sangat menyukai uang. Bahkan ia memberikan tarif yang mahal untuk setiap pelayanannya. 10 juta dollar untuk satu kali pelukan dan 50 juta dollar untuk satu kali ciuman” jelas sang sekretaris yang tak lain adalah Vernon

“APA ?...apakah dia gila ?” pekik William

Vernon hanya tersenyum miring menanggapi pekikan dari bosnya itu “Ia, dia memang gila hingga membuatmu merasa tertarik padanya seperti ini” kekehnya kemudian

“Tutup mulutmu sialan” desis William pada sekretaris sekaligus orang kepercayaannya ini

Vernon hanya menggedikkan bahunya dan tersenyum miring

“Aku hanya penasaran dengan wanita angkuh itu. Dan kenapa ia bisa dipanggil LiOn ?”

Mendengar pernyataan William membuat senyum miring Vernon semakin lebar “bukankah ini pertama kalinya kau penasaran dengan seorang wanita Tuan ?...ah, kurasa kau tidak hanya tertarik. Biar kutebak kau pasti mencintainya” lanjut Vernon sambil melirik ke arah kaca mobil melihat raut wajah William yang mulai menggeraskan rahang

“Brengsek kau Vernon Smith, berhentilah bicara omong kosong, SIALAN” amarah yang William tahan akhirnya meledak juga

“Kau tahu bukan ?! Bahwa aku tak pernah peduli dengan apa itu cinta. Cih, kata menjijikkan itu tak pernah sekalipun bersarang diotakku” ucap William sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela

Vernon hanya menghela nafas pelan “Menurut informasi yang kuperoleh dia selalu memperkenalkan diri dengan nama LiOn. Kurasa itu berasal dari namanya sendiri, Elliona menjadi LiOn dari huruf ditengah namanya, yeah ...kurasa itu cocok”

“Dan, aku punya satu informasi lagi untukmu Tuan”

William tidak bergeming ditempatnya, mencoba tidak memperdulikan kembali ucapan sekretaris sekaligus sahabat laknatnya ini

“She is still virgin”

“APA

?” pekikan William terdengar lebih keras daripada sebelumnya, membuat Vernon kembali menyeringai

“Ck, tak kusangka wanita angkuh itu bisa menjaga diri juga” ucap William yang tanpa sadar sedikit menaikkan garis bibirnya. Meskipun terlihat tipis dan samar namun membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikannya bersorak dalam hati.

Dengan cepat William mengubah mimik wajahnya kembali dan berdehem pelan “Bagaimana kau tahu jika dia tetap perawan”

“Menurut rumor yang beredar wanita itu ahli dalam beladiri, sehingga membuat kliennya yang diluar batas akan berakhir dengan tangan yang diborgol. Namun aku tidak tahu ia belajar darimana. Sangat sulit sekali mendapatkan informasi tentang wanita itu” ucap Vernon kemudian

“Cihh, kau bilang kau ahli dalam menggali informasi. Begitu saja kau sudah menyerah. Payah !” ejek William

“Bukankah kau bilang kau tidak tertarik ?! Kenapa tiba- tiba kau bersikap seperti ingin tahu seperti itu Tuan Kim?” sekarang  berganti Vernon yang memberikan nada ejekan kepada William, seringaian dalam bibir Vernon semakin tersungging ketika melihat William sedikit tercengang dengan pertanyaannya

“Sudah kubilang bahwa aku hanya penasaran brengsekk.. !! Berhentilah mengoceh atau aku akan menembak kepalamu saat ini Vernon Smith. Aku tidak peduli bahwa kau adalah sahabatku” bentak William dengan nada penuh ketegasan dan kembali mengalihkan pandangannya kearah jendela

“LiOn ? nama itu memang sangat cocok untukmu. Parasmu yang sangat cantik namun sikapmu membuatku muak.....cihh, aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku wanita angkuh” ucap William bersumpah  dalam hati.

••••

Disebuah rumah yang cukup besar dengan interior yang terlihat mewah terlihat seorang wanita sedang asik dengan smartphonenya sendiri.

Rich Man 1 New Notification

“Baby, aku mengirim tas Chanel keluaran terbaru untukmu. Terimalah”

Rich Man 2 New Notification

“Sayangg, kau ingin heels baru ? Louis Vuitton atau Dior ? atau kau ingin semuanya? aku akan membelikan semuanya untukmu !!”

Rich Man 3 New Notification

“Sayangku, kau ingin kita berkencan kemana ? Eropa atau Asia ? aku akan mengabulkannya untukmu”

Elliona saat ini nampak sibuk meladeni beberapa panggilan dan pesan dari pria- pria kaya hidung belang yang sudah masuk kedalam jeratan pesonanya.

“Bisakah kau berhenti meladeni pelanggan- pelangganmu itu ?” ucap seseorang yang telah berdiri dihadapan Elliona saat ini, namun tetap saja Elliona tidak bergeming justru asik dengan benda canggih di tangannya saat ini

“Berhentilah Li..” ucapan wanita itu terhenti ketika Elliona mendongakkan kepalanya menatap wanita itu dengan tajam dan matanya memicingkan sebuah peringatan

“Cih, baru kupancing seperti itu kau baru memperhatikanku” decih wanita itu dan kemudian ikut duduk di sofa ruang tamu bersebelahan dengan Elliona.

“Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi Ra, atau aku akan mematahkan lehermu saat ini juga” desis Elliona yang menatap kearah Clara tidak suka

Clara hanya memutar bola matanya malas dan mengedikkan bahu tidak peduli “Salah siapa kau mengabaikanku” decak Clara sebal

“Aku sudah mengirim permintaanmu kemarin tapi kau justru asik menjerat pria-pria merana untuk kesenanganmu, cih menyebalkan”

Mendengar pernyataan Clara membuat Elliona segera mengecek smartphone miliknya. Dan ya benar, Clara telah mengirimkan padanya sebuah file dan dengan bodohnya ia tidak memperhatikan dengan benar jika pesan Clara tertimbun dengan pesan- pesan dengan nama kontak Rich Man yang begitu banyak di kotak pesan Elliona.

Dengan segera Elliona membuka file yang Clara kirimkan padanya, ia membaca dengan seksama pesan tersebut dan tersenyum miring

“Kerja bagus Clara, aku bangga padamu” ucap Elliona mengedipkan matanya dan segera bangkit dari duduknya berjalan menaiki tangga

“Yak kau mau kemana?” teriak Clara

“Tentu saja menjemput uang Clara, kau tahu bukan uang adalah sebuah sumber kebahagaian untukku” ucap Elliona yang segera kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar miliknya

Clara hanya mengeleng-gelengkan kepala menatap kepergian Elliona “ingat batasmu bos” desis Clara pelan

••••

“Senang bekerja sama dengan anda Tuan Will” ucap seseorang tersebut yang kemudian menjabatkan tangannya pada William dan disambut hangat oleh William

“Ya semoga pembangunan proyek ini berjalan lancar Tuan Dave” ucap William dengan senyum yang memancar dari wajah angkuhnya, namun senyuman itu tak berlangsung lama setelah matanya menangkap objek yang sedari tadi melayang diotaknya. William memicingkan matanya nyalang, menatap tidak suka dua orang berbeda jenis itu memasuki restoran dengan berpelukan mesra.

“Fokuslah kembali Tuan Will” desis Vernon yang ada disebelahnya mencoba mengembalikan kesadaran Tuannya ini.

Melihat William tidak bergeming membuat Tuan Baek ikut menolehkan pandangannya kearah objek yang William lihat

“Ah.. itu LiOn rupanya” ucap Tuan Dave yang menyunggingkan senyumnya ketika ia melihat LiOn yang melakukan dinner dengan seorang pelanggannya

William menoleh kearah Tuan Dave dan mengernyitkan keningnya “Kau mengenalnya ?”

“Tentu saja, aku pernah menyewa dirinya. Saat itu aku memang penasaran seperti apa wanita bernama LiOn dan terkenal dengan tarif yang begitu mahal. Dan setelah bertemu dengannya, aku seperti tersihir dengan parasnya yang begitu rupawan ditambah lagi dengan tubuhnya yang indah begitu membuatku sangat bergairah. Ahh, sepertinya aku rela mengabiskan seluruh uangku untuk bisa membawanya keatas ranjangku” ucap Tuan Dave dengan mata menatap lapar kearah LiOn

Telinga William mulai memerah, telinganya terasa panas mendengar pernyataan rekan kerjanya ini. Amarahnya secara tiba- tiba melonjak naik

“Dengarkan aku baik- baik Tuan Dave” desis William dengan suara beratnya.

“Urungkan niatmu itu atau aku akan membatalkan kerjasama ini dan membuat perusahaanmu gulung tikar hanya dalam hitungan menit” ucap William dengan mata yang menatap tajam seakan menghunus sebuah pisau kedalam mata Tuan Dave.

“Ap..Apa maksudmu Tuan. Kenapa ? Ada yang salah dengan perkataanku ?” ucap Tuan Baek seakan tidak percaya dengan yang ia dengar ini

“Turuti saja perkataanku dan atau kau akan menderita” ucap William dengan nada yang tak ingin dibantah “Pergilah” ucap William semakin tajam dengan objek pandang yang masih sama dengan satu tangan yang diatas bermaksud untuk mengusir rekan kerjanya secara paksa

Dengan pikiran yang bertanya- tanya namun apalah daya dia tidak ada apa- apanya dibandingkan dengan William Kim. Lebih baik dia menuruti segala perkatannya daripada ia harus menjadi gelandangan di keesokan hari, ucapan William Andersson Kim tidak bisa dipandang sebelah mata

Setelah kepergian Tuan Dave, William menghela nafas pelan dan meneguk kembali wine yang ia pesan

“Kau baik- baik saja Tuan ?” ucap Vernon

William tak menghiraukan ucapan sekretarisnya itu, ia hanya fokus meneguk kembali wine yang ada didepannya.

“Ck, sudah ku bilang. Kau mencintainya bukan ?” celetuk Vernon tiba- tiba, membuat William menghentikan tangannya yang ingin kembali meneguk minuman berakhohol.

“Bukankah sudah kubilang berkali-kali padamu, aku tak pernah peduli dengan apa itu cinta sialan !!” desis William yang berganti menatap Vernon dengan tatapan membunuhnya

“Kau masih saja mengelak rupanya, mata dan tingkahmu tidak bisa membohongiku Will” kekeh Vernon

William semakin mendelik menatap ke arah Vernon, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah LiOn, mengambil kembali gelas yang berisi wine yang belum semapt ia minum, ia meneguknya dengan pelan dan tenang

“Aku hanya ingin membuat wanita angkuh itu tunduk kepadaku. Selama ini tidak ada wanita yang bisa menolak pesonaku, dan akan aku pastikan ia akan segera berakhir di ranjangku” ucap William kemudian berdiri dengan mata yang masih menatap kearah depan, melangkahkan kakinya meninggalkan Vernon yang mengernyit heran menatap dirinya

TING

Sebuah pesan masuk yang tak lain adalah dari William “Tunggu aku di mobil”

“Ck, kita lihat saja Will. Dia atau dirimu yang akan terjebak” ucap Vernon dengan seringai diwajahnya dan berdiri meninggalkan meja restoran mewah 

Related chapters

DMCA.com Protection Status