Share

PART 4

Semua orang yang tadinya ikut tertawa mendadak bungkam mendengar jawaban padat dan singkat dari Jessica, namun tidak dengan Elliona yang sedari tadi masih terkikih

“DIAM ELLI !!” sentak Poppy, membuat Elliona mau tidak mau terdiam dengan perasaan sedikit kesal. Memang siapa X-Man itu ? hingga membuat wanita jalang dirumahnya terdiam dan terkejut seperti ini

“Be..benarkah itu Jessica ?” ucap Poppy memastikan pendengarannya. Jessica hanya mengangguk saja

“Wah !! Amazing ...kau bercinta dengannya sampai pagi?” ucap Chloe tiba- tiba

“Tentu saja...aku merasakan betapa hebatnya kejantanannya mengoyak milikku hingga pagi” ucap Jessica berbangga diri

“Seharusnya kau bersyukur saat ini masih bisa bernafas lega Jessica Swan” desis Poppy dan menatap tajam kearah Jessica

“Tu..Tunggu..X-Man ? Siapa dia ? Kenapa kalian menyebutnya X-Man?” tanya Elliona yang tidak mengerti siapa sebenarnya pria X-Man itu

“Ia mendapat julukan X-Man karena pria itu hanya mau bercinta satu kali dengan seorang jalang. Jika ia sudah mengagahi jalang itu ia akan melabelinya dengan tanda X berarti itu adalah bekasnya dan ia tidak akan memakainya kembali dan mencari jalang baru”

“Saat bercinta ia tidak suka tubuhnya disentuh oleh seorang wanita, seolah- olah ia hanya ingin kepuasan untuk dirinya sendiri tidak untuk teman tidurnya. Ia tidak ingin wanita memimpin dalam urusan ranjang. Jika ada wanita yang berani melanggar aturan itu dapat dipastikan ia tidak dapat melihat indahnya dunia dikeesokannya harinya” ucap Poppy

Semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri tapi tidak dengan Elliona ia justru semakin penasaran seperti apa sosok pria X-Man itu

“Siapa nama aslinya?” ucap Elliona yang sejak tadi mulutnya gatal ingin bertanya hal ini

“William Kim....seorang pengusaha muda yang sialan kaya. Pemilik mall terbesar dan terpopuler di New York Medyces Departement Store, namun itu hanyalah sebagian kecil perusahaannya. Menurut rumor yang beredar ia memiliki perusahaan besar di Amerika dan Asia sekaligus masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di dunia”

Tubuh Elliona menegang, mendadak otaknya seperti kehilangan akal. Lututnya sedikit lemas. Will...William Kim ?? William Kim ? Ohhh....SIALAN, benar- benar sialan. Baru saja ia memuji Tuhan atas anugerah indah yang Ia berikan atas dirinya, sekarang ia mendapatkan sebuah anugerah kembali berupa kesialan bertemu dengan pria hypersex dan sangat arogan itu.

****

“Tuan Will, ini alamat seseorang yang kau butuhkan” ucap seseorang yang tak lain adalah sekretarisnya

“Terimakasih sekretaris Smith” ucap William tersenyum lebar sekaligus menyeringai licik.

“Kau sungguh ingin mendapatkannya dan membuangnya seperti jalang- jalangmu yang lain?” tanya Vernon tiba- tiba

“Tentu saja, memang apalagi yang bisa kuharapkan dari seorang  jalang angkuh seperti itu” senyum remeh William menghiasi wajah tampannya

Vernon menghembuskan nafasnya pelan “Semoga kau tak terjebak dalam permainan konyolmu itu” ucap Vernon mencoba memberi peringatan pada William

William hanya menggedikkan bahunya tidak peduli, ia justru lebih asik membaca sebuah alamat rumah yang Vernon berikan padanya

“Jika Tuhan tidak menakdirkan kita untuk bertemu, akan ku buat sendiri sebuah takdir agar kita bisa dipertemukan” ucap William dalam hati, tak ketinggalan pula seringai setan miliknya itu

••••

Saat ini William beserta Vernon sudah sampai disebuah rumah yang menurutnya cukup besar dengan interior yang cukup menarik menurutnya “Ck, selera wanita itu memang benar- benar berkelas rupanya” kekeh William dalam hatinya sambil menurunkan kacamata hitamnya.

Vernon turun dari mobil sport mahal itu terlebih dahulu, jika kemarin William mengendarai audy R8 untuk hari ini ia sudah menggendarai sebuah Ferrari dengan model terbaru berwarna merah. Ia mampu bergonta- ganti setiap harinya seperti ia berganti baju

Setelah pintu mobil dibuka oleh Vernon, William dengan segera dari mobil. Ia melihat sekeliling rumah itu, tidak bisa dipungkiri bahwa ia mengagumi sebuah rumah yang pastinya orang mengira ini adalah rumah dari keluarga kaya meskipun tak sebesar rumahnya.

Dengan tidak sabar William melangkahkan kakinya menuju pintu rumah, segera disusul pula Vernon dibelakangnya. Ia menekan tombol belnya rumah berkali-kali dengan tidak sabaran

Ceklek

Pintu rumah terbuka “Yakk..Siapa yang berani men...” ucapan seorang wanita cantik terhenti ketika melihat dua orang pria tampan berpakaian kantor berwarna hitam senada menjulang dihadapannya

“X...X-Man” pekik wanita itu yang begitu terkejut melihat seseorang yang ia biacarakan dengan teman- temannya tadi pagi sudah berada didepannya malam ini.

“Dimana LiOn ? ”ucap William tanpa basa-basi. Membuat wanita itu tersentak dan menelan ludahnya kasar

“I...Ia tidak ada dirumah” jawab wanita itu

William memicingkan matanya mencari sebuah kebohongan dari wanita berambut hitam didepannya ini

Tatapan menelisik William tentu saja membuat wanita itu bergidik ngeri apalagi mengingat cerita teman-temannya bahwa pria tampan didepannya ini sangup membunuh siapapun dengan tangan kosong “Be..benar, LiOn sedang keluar berkencan dengan pelanggannya” cicit wanita itu

“Aku akan menunggunya” ucap William tegas, membuat wanita itu membulatkan matanya tak percaya begitu juga dengan Vernon yang ikut membulatkan matanya. Tak biasanya bosnya ini mau menunggu seperti ini, pikirmya

“Bolehkah aku masuk ?” tanya William lagi.

“Y...Yaa” ucap wanita itu yang tidak mampu menolak, daripada ia harus mengalami siksaan bahkan kematian dari pria ini

••••

“Olive siapakah tamu yang dat...?” ucapan Poppy terhenti ketika matanya menatap 2 orang yang saat ini sedang duduk di ruang tamu. Ia membulatkan matanya tidak percaya bagaimana pria ini bisa sampai dikediamannya

“Tuan Will mencari LiOn, kak” ucap Olive

Poppy semakin membulatkan matanya, bagaimana pria ini bisa mengenal LiOn ?

“Apa apa Tuan ingin bertemu dengannya?” ucap Poppy mencoba sopan

“Itu bukanlah urusanmu” ucap William dingin. Mendapatkan jawaban tajam dari William membuat Poppy sekaligus Olive bergidik ngeri tentunya

“Meskipun, bukan aku pemilik rumah ini. Jika itu menyangkut LiOn, aku harus mengetahuinya” ucap Poppy mencoba tegas dan tidak goyah dengan tatapan mengintimidasi dari William

William menyeringai “Kau ingin aku menjawabnya ?” tanya William sambil berdiri dan berjalan mendekati Poppy. Ia berjalan dengan senyum miring, melepas kancing jasnya, salah satu tangannya berada di salah satu celana kain miliknya. Kemudian ia berhenti tepat beberapa centimeter dari Poppy, menarik Poppy dengan sebelah tangannya yang lain untuk lebih mendekat. Ia mendekatkan bibirnya tepat didepan telinga Poppy

“Tidurkan kembali adik kecilku dibawah sana yang sudah menegang sedari tadi” desis William disertai sebuah kecupan kecil dicuping telinga Poppy. Sejak memasuki rumah ini, ia mampu mencium aroma tubuh LiOn yang membuat gairah dirinya tiba- tiba meningkat. Shit ! wanita itu benar-benar membuatku gila

****

Elliona mengeryitkan keningnya ketika matanya melihat sebuah mobil mewah terparkir didepan rumahnya, keningnya mengernyit heran. Siapa yang membawa mobil yang masuk dalam jajaran 5 mobil termahal di dunia ini.

Elliona mengamatinya sesaat dan ia masuk langsung saja masuk ke dalam rumahnya

Ceklek

“Oh, Li..LiOn” sapa Olive yang melihatnya membuka pintu

Elliona tidak menanggapi sapaan Olive matanya fokus menatap ke arah laki- laki yang saat ini juga memandangnya yang terduduk di sofa ruang tamu di depan Olive, sepertinya ia pernah bertemu dengan laki- laki ini

Siapa ini ?” ucap Elliona dengan matanya yang memicing ke arah Vernon dan berjalan mendekati mereka

Vernon langsung berdiri dan menundukkan kepalanya dan mengangkat kepalanya kembali “Aku sekretaris Tuan William Kim, Tuan Will ingin bertemu dengan anda Nona” ucap Vernon dengan sopan

Mata Elliona membulat

“APA ?” pekiknya keras. Sialan bagaimana pria itu bisa mengetahui dimana tempat tinggalnya. Padahal ia sudah sangat berhati- hati agar tidak bertemu pria penjajah selangkangan itu

“Dimana dia sekarang ?” ucap Elliona tajam

“Di..Dia bersama kak Poppy saat ini. Mereka menuju kamar kak Poppy” ucap Olive dengan sedikit terbata- bata.

Elliona semakin membulatkan matanya, namun sepersekian detik kemudian ia menyeringai

“Ah... mereka sepertinya sedang bergulat panas sekarang” ucap Elliona disertai seringaian diwajahnya dan kemudian berjalan menuju ke arah kamar milik Poppy. Sedangkan Vernon dan Olive tampak terheran melihat tingkah Elliona yang tidak keberatan sekali jika pria yang mencarinya sedang bercinta dengan temannya sendiri

Elliona menghembuskan nafasnya pelan dan tangannya kemudian bergerak membuka pintu kamar Poppy dengan cukup keras. Membuat dua orang yang saat ini sedang saling tindih menghentkan pergerakan mereka dan menoleh kearah pintu.

Dimana Poppy berada dibawah kukungan William, dengan keadaan tanpa busana sama sekali sedangkan William dengan pakaian lengkap namun celana kain miliknya turun hingga sebatas lutut, kedua mata mereka sama- sama membulat terutama mata William

“Upss...Apakah aku menganggu kegiatan kalian ?” ucap Elliona dengan tampang tanpa dosa menganggu kenikmatan yang ingin dicapai dua orang itu.

“El..Elli..Ahhh” desah Poppy ketika tiba- tiba William mencabut miliknya dari kewanitaannya, ada perasaan kecewa dalam diri Poppy ketika ia melihat William dengan cepat bangkit dan memperbaiki penampilan celananya

“Kenapa terburu- buru sekali Tuan Kim, kalian bisa melanjutkannya. Aku akan pergi” ucap Elliona dengan mengedipkan salah satu matanya kearah William dan memutar tubuhnya berjalan pergi meninggalkan kedua orang itu

“Sa..sayangg tunggu !! ” ucap William setengah memekik melihat kepergian Elliona. Sial, seharusnya ia bisa menahan sedikit gairahnya ini

Dengan cepat ia mengeluarkan sebuah kertas dan melemparnya ke arah Poppy, tertulis 50 juta dollar dalam kertas itu dan dengan segera ia berjalan meninggalkan Poppy yang tengah mematung sendirian.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
axellewinona
wow!!! menarik!!!
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

DMCA.com Protection Status