Share

Part 1

“Hei selamat pagi, Tuan waktunya bangun” ucap seorang wanita yang berpenampilan sudah sangat rapi dengan rambutnya yang telah disanggul rapi juga. Tak lupa dengan kacamata minusnya yang bertengger dihidung mancungnya

            “Hoammm” seseorang yang dibangunkannya menguap, dan ia masih enggan membuka mata

“beri aku waktu 10 menit lagi” ucapnya masih memejamkan mata dengan suara parai khas miliknya

            “Tidak ada waktu tambahan Tuan, anda harus bangun dan segera mempersiapkan diri ke kantor” ucap wanita itu lagi- lagi

            Laki- laki itu akhirnya membuka matanya dan menegakkan tubuhnya

“Ck, kenapa kau menjadi sangat menyebalkan sejak menjadi sekretarisku Nayla Melody Lim padahal kau juga sahabatku yang sangat mengerti tentangku” sungutnya kesal

            “Karna itu adalah tugas seorang sekretaris Tuan Alvin Edward Kim” ucap Nayla dengan nada yang sopan

            “Kau tidak asik !” sungut Alvin dan kembali membaringkan tubuhnya

        Nayla memutar bola matanya malas, lalu menggeram

“Cepat bangun Vin! atau aku akan menguyurmu dengan air dingin sekarang juga” sentaknya dengan kedua tangannya yang ia lipat didepan dada. Memerintah bosnya tanpa ragu- ragu

Alvin mengacak- acak rambutnya dan kembali bangun

“Ish, kenapa kau sangat menyebalkan eoh” kesalnya lalu menuju bibir ranjang. Bukan segera berdiri namun ia menarik lengan Nayla dengan kuat. Dan membuat Nayla jatuh terduduk di pangkuannya dan memeluk pinggang Nayla dengan erat

            Nayla tersentak perlakuan Alvin padanya, butuh beberapa detik untuk ia menyadari keadaannya saat ini

“YAK! Apa yang kau lakukan Alvin Edward Kim ! Lepaskan aku!” sentak Nayla yang meronta untuk Alvin melepaskannya

            Alvin menggeleng lalu dengan lancangnya ia menenggelamkan wajahnya dicerukan leher Nayla dan memberi kecupan- kecupan halus disana

“Lepaskan aku Alvin Edward Kim !!” ucap Nayla yang mulai risih dengan tingkah laku bosnya sekaligus sahabatnya ini

            “Berikan aku ciuman selamat pagi dulu” bisik Alvin tepat di telinga Nayla

            “Ap.. APA?” pekik Nayla dan membelakkan matanya

            “Ayolah, bukankah kita terbiasa seperti itu heum” ucap Alvin dengan nada manjanya

            Nayla menggeram

“Kau gila ? aku tidak mau. YAKK !! LEPASKAN AKU BOS MESUM SIALAN !!” teriak Nayla dan semakin meronta- ronta dalam dekapan Alvin

            “TIDAK ! Aku atasanmu dan kau harus patuh dengan apa yang aku perintahkan padamu” ucap Alvin yang semakin menggeratkan pelukanny pada Nayla

            “Jangan seperti ini Vin!” ucap Nayla dengan memelas, berharap Alvin mau melepaskannya

            “Kenapa ? aku hanya ingin bermanjaan pada sahabat kesayanganku sekaligus merangkap jadi sekretarisku. Jadi kau harus patuh dengan apa yang aku inginkan” ucapnya dengan tenang

            “Lepaskan ! Atau aku akan menganiayamu sekarang” ucap Nayla dengan nada tajamnya

            Alvin tidak melepaskan pelukannya pada Nayla dan justru mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping milik Nayla

            Nayla menggeram “rasakan ini kau Alvin Edward Kim” ucap Nayla lalu memajukan wajahnya pada wajah Alvin dan menggigit hidung Alvin keras.

            “Arghhhh Nayla Melody Lim berhenti mengigit hidungku eoh”teriak Alvin yang langsung melepaskan tangannya dari Nayla dan mendorong tubuh wanita bar- bar itu menjauh darinya

            Gigitan Nayla pun terlepas dan membuat hidung mancung Alvin memerah

            “Ohh tidak !! Kau apakan hidungku Nayla Melody” geram Alvin dan menyentuh hidungnya yang terasa sakit

            “Aku sudah memperingatkanmu Alvin, jadi itu bukanlah salahku” ucap Nayla dengan tersenyum miring. Alvin menatap Nayla dengan tajam sekaligus kesal, lalu ia dengan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Nayla hanya terkikih geli melihat kelakuan bosnya yang tampak kesal seperti itu         

            Alvin telah rapi dengan setelan jas formalnya, ia kemudian berkaca didepan cermin besar di yang ada dikamarnya    

“Ah, apa ini ?” pekiknya tiba- tiba

            “Ada apa Tuan ?” membuat Nayla begitu terkejut dan segera mendekat kepada Alvin

            Alvin berjalan mendekat kearah cermin dan meletakkan tangannya didepan dagu lalu memiringkan kelapanya ke kanan dan ke kiri

            “Pancaran sinar yang menguar dari diriku terlalu sempurna” ucap Alvin dengan tenang dan begitu bangga dengan dirinya

            Nayla memutar bola matanya malas, sifat narsis bosnya kembali lagi “Hentikan omong kosongmu Kim ! kau selalu saja seperti itu” sungut Nayla kesal

            Alvin membalikkan tubuhnya cepat menatap kearah sekretarisnya itu

“APA ?” pekiknya

“Yak ! kemana sifatmu yang patuh itu ? Kau adalah sekretarisku Nona Nayla. Seharusnya kau juga memuji ketampananku yang sangat sempurna seperti ini” ucapnya dengan berkacak pinggang, seolah- olah menunjukkan kepemimpinannya

            “Sifat patuhku tidak berlaku ketika kau menjadi terlalu narsis seperti itu ! hentikan tingkahmu. Kau membuatku muak” desis Nayla dan melangkah kakinya menghindar dari Alvin

            “AP..APA ?” pekik Alvin lagi- lagi

“YAK !! Sekretaris Nay kau baru saja melukaiku dan sekarang kau mengejekku... kau ingin aku...” ucapan Alvin terpotong ketika Nayla berteriak dan membuka pintu apartement mewah miliknya

            “Anda akan memiliki jadwal rapat dengan Starfive Group dalam 30 menit lagi. Sebaiknya kita segera berangkat Tuan” ucap Nayla dengan sopan, membuat Alvin mendengus kesal

••••

            “Terimakasih atas partisipasinya dalam proyek ini Tuan Alvin, semoga kita bisa menjalin kerjasama yang sangat baik” ujar seorang pria yang sama memakai setelan formal seperti Alvin, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Alvin

            Dengan cepat Alvin membalas uluran tangan itu

“Ahh, tentusaja !! pasti kita akan menjadi partner yang sangat luar biasa dalam proyek ini Tuan Arga” ucap Alvin dengan tersenyum lebar

            “Baiklah kalau begitu aku pamit dulu dan sampaikan salamku pada ayahmu” ucap Tuan Arga lalu melepaskan jabat tangannya

            “Ya, baiklah. Akan aku sampaikan nanti pada ayah” ucap Alvin dan menunduk menghormati pria yang lebih tua dari dirinya itu. Tuan Song tersenyum lalu membalas dengan sebuah anggukan. Lalu melangkah keluar dengan sekretarisnya

            “Setelah ini apa jadwalku ?” tanya Alvin pada Nayla yang saat ini tengah sibuk merapikan beberapa berkas di meja

            “Tentusaja berkumpul dan makan siang bersama yang lainnya” jawab Nayla dengan tenang

            “Baiklah, mari kita kesana” balas Alvin dan membantu Nayla merapikan berkas- berkasnya

           

            ••••

            Menjadi presedir diusia muda memang merupakan kebanggaan tersendiri, dan itu semua tidak lepas dari sorotan mata orang-orang terhadapnya. Termasuk saat ini ketika ia masuk ke kantin perusahaannya. Beberapa karyawannya melihat begitu kagum terhadapnya

“Wah lihatlah, presedir Alvin kembali datang kesini untuk makan siang”

            “Ya kau benar ! Wahh dia benar- benar sangat tampan”

            “Lihatlah para pria- pria tampan sedang berkumpul”

            “Wahh mereka sangat tampan !! ishh, tapi kenapa selalu harus ada wanita itu diantara mereka. Menyebalkan”

            “Wanita itu tidak cocok bersanding dengan para pria tampan itu”

            “Apakah ia akan menempel seperti itu selamanya pada para lelaki itu ?”

“Akhirnya kau menampakkan batang hidungmu juga presedir Alvin Edward Kim yang super sibuk” ucap Mino dengan sinis setelah datangnya Alvin dan juga Nayla

“Sorry bro !, kau tahu sendiri bukan menjadi presedir bukanlah hal yang mudah” ucap Alvin dengan tenang dan duduk pada kursi kosong disebelah Mino dan berseberangan dengan kursi milik Nayla

“Ck” Mino berdecih, lalu matanya menangkap sesuatu yang ganjil di penglihatannya

“Eoh kenapa dengan ujung hidungmu itu. Itu terlihat memerah” ucap Mino yang masih memperhatikan hidung Alvin

Tubuh Alvin sekaligus Nayla menegang. Alvin meneguk ludahnya dengan kasar, ekor matanya melirik kearah Nayla yang justru wanita itu tampak menatapnya dengan tajam

“Eoh..ini ..eum, ini digigit semut” ucap Alvin lalu menggaruk- garukkan kepalanya yang tidak gatal

“Apa ?” pekik Mino yang tidak percaya dengan apa yang diatakan Alvin “Semut macam apa yang mengigit seperti itu dna itu seperti bekas gigitan...”

“In..ini benar semut ! kau tahu. Semut hitam yang sangat besar” ucap Alvin dengan gugupnya dan setengah berteriak agar sahabatnya itu percaya dengan perkatannya

“Yak !! Berhentilah kalian berdua, mari kita makan dengan tenang. Kalian tidak lapar eoh ?” ujar seseorang sedari tadi hanya menggeram kesal karna tingkah dua sahabat sekaligus adik tingkatnya itu selalu saja berseteru

“ Baiklah hyung!” jawab Mino dan Alvin dan kompak lalu mulai melahap makannya

“Nay, ini makanlah” ucap Yoga menyodorkan sebuah daging di nasi Nayla

“Terimakasih Kak Yoga” ucap Nayla dengan senyum manisnya, ia memang sangat menyukai daging

“Ini juga untukmu!”  ucap Mino yang tiba –tiba menyodorkan dagingnya pada Nayla

“Kau pasti butuh tenaga lebih menjadi sekretaris presedir yang super sibuk ini” ucap Mino dengan memberikan sebuah suapan pada Nayla. Tentu saja dengan sennag hati Nayla memerima suapan Mino

“Bagaimana ? apakah enak ?” ucap Mino

Nayla mengunyahnya, lalu mengacungkan jempul miliknya

“Suapanmu adalah yang terbaik” ucap Nayla dengan senyum senangnya

Rahang Alvin menggeras

“Ck, bisakah kalian menghentikan aksi suapan itu. Kalian menjadi pusat perhatian para karyawan kantorku” ucapnya dengan datar dan menatap malas kearah makan siangnya

“Wae ? bukankah mereka tahu kalau kita sudah bersahabat sejak 7 tahun lamanya. Jadi apa ini harus menjadi masalah ?” ucap Mino dengan tenang dan menyuapi dirinya sendiri

“Tapi kau sudah memiliki kekasih dan sebentar lagi akan bertunangan Mino Park. Jangan terlalu memanjakan Nayla” ucap Alvin yang terlihat lebih tegas, membuat Mino dan juga Nayla menghentikan aksi makannya dan menatap kearah Alvin

Mino menghembuskan nafasnya jenggah

“Kau ini kenapa ? Hani tidak keberatan selama itu adalah Nayla, bukan wanita lain” ucap Mino yang mulai malas dengan sikap Alvin. Bukankah hal ini merupakan kebiasaan mereka sejak lama, bahkan kekasihnya juga mengenal Nayla dengan sangat baik

“Berhentilah kalian !!” sentak Yoga lagi “bisakah kalian tidak debat sekali saja ?” ucapnya yang ikut kesal.

Akhirnya mereka kembali melanjutkan makan tanpa pembicaraan satu katapun. Tidak ingin berdebat kembali karna mereka sanga menghormati Yoga yang berumur lebih tua dari mereka. Persahabatan keempat orang itu hingga kini memanglah tak memandang status, meskipun yang memiliki jabatan paling tinggi adalah Alvin. Namun pria itu tetap menghormati Yoga selayak kakaknya sendiri

“Eum weekend ini kalian ingin kemana ?” ucap Yoga yang mencoba membuka suara setelah keheningan beberapa saat lalu

“Tentu saja aku berkencan dengan Hani” ujar Mino cepat “Kau ingin kemana kak?” tanyanya balik

“Aku harus ke Osaka, bertemu calon menantuku” ucap Yoongi

“Wahh... ternyata kau sangat serius dengan wanita keturuan Jepang itu hyung” ucap Mino yang mulai tertarik dengan pembicaraan ini

Yoga tersenyum miring “Kau tau motto hidup sekarang apa ? “No Mina No Life”ucapnya dengan wajah yang begitu memelas

Membuat ketiga orang disana bergidik ngeri melihat Yoongi

“Ck, sialan ! dibalik sikap dinginmu ternyata kau segila ini dengan kata cinta” ucap Alvin dengan nada sinisnya

“Lalu kau kemana Alvin Edward Kim ?” tanya Yoongi

Alvin tersenyum simpul

“Kau pikir hanya kalian saja yang bisa berkencan ?” ucapnya dengan mengankat salah satu alisnya

“Tentusaja aku akan menghabiskan akhir pekanku bersama Yenata, kekasihku. Aku sudah sangat merindukannya” ucapnya dengan wajah yang berseri- seri

Membuat para laki- laki disana memutar bola matanya malas, baru saja pria itu mengejek Yoongi sekarang ia yang bertingkat mabuk cinta seperti itu. Namun perkataan pria itu mampu membuat seseorang dari mereka menegang dan mulai merasakan perasaan sesak didalam rongga hatinya

“Lalu kau Nayla ! Kau ingin kemana ?” ujar Yoga dengan menatap Nayla yang sedari tadi hanya terdiam

Nayla sedikit terkejut dengan ucapan Yoga

“Eum, sepertinya aku akan ke Jeju mengunjungi Jina dan Kak Jino. Sekaligus aku sudah rindu dengan Jia, lalu...lalu sepertinya aku aku akan berkemah disana seperti biasanya” ucap Nayla dengan senyum simpulnya. Membuat tiga orang pria disana mengangguk-anggukkan kepalanya

Pembiaraan orang-orang terpopuler tentu saja akan menjadi bahasan hangat para kaum mulut pedas dan jari- jari bermata pisau

“Apa kalian dengar ? kasian sekali wanita itu dicampakkan oleh pria- pria tampan itu xixi”

“Wanita itu memang tidak pantas bersanding dengan para pria tampan itu, terlebih presdir Alvin”

“Ya presedir Alvin sudah sangat cocok dengan kekasihnya yang model itu Yenata Natalie”

“Ya benar, presedir Alvin seperti dewa dan Yenata Natalie seperti dewi. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi”

Hyung : (*sapaan untuk laki-laki yang lebih tua dalam bahasa Korea)

Related chapters

DMCA.com Protection Status