Part 6

"Kenapa cara berjalan kamu begitu sayang?" tanya Rima, mama Ivy.

"Uhm... tadi Ivy jatuh ma." jawab Ivy berbohong.

"Ya ampun sayang! lain kali hati-hati." Ivy mengangguk patuh.

Ivy mendengus sebal karena Abraham lah dirinya tidak jadi pergi bersama teman-temannya, seluruh tubuhnya terasa sakit sekali.

Mana udah kayak nenek-nenek lagi jalannya Ivy, huffftttt ampun dah!

Sementara di lain tempat, seorang pria terkikik geli karena berhasil membuat wanitanya kesal, namun ia juga merasa iba melihat gadisnya terluka.

Bukannya apa-apa! Abraham hanya tidak ingin jika Ivy pergi dan berdekatan dengan pria lain.

Ada rasa puas yang terukir di wajah tampannya saat tersenyum, "Ivy hanya milikku!" gumamnya yang menyebut Ivy miliknya.

*****

Ivy mendengarkan penjelasan dosen killer di depan sampai selesai, semua mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar. Eka dan yang lainnya terkikik geli melihat gaya berjalan Ivy.

"Kenapa lu?" tanya Eka yang masih tertawa.

Ivy melihatnya dengan wajah garang.

"Ini semua gara-gara om gila itu!" Ucap Ivy kesal jika mengingat kemarin.

"Oh, jadi karena itu alasan lu gak jadi ikut?" Ivy menghela nafas mendengar pertanyaan Eka.

Mereka sampai di kantin kampus dan mulai memesan makanan.

"Sumpah ya gue kesel banget sama om Bram!" keluh Ivy di sela-sela makannya.

"Kesel nape lagi?" tanya Eka.

"Pake di tanya lagi?!" Eka mengendikkan bahunya.

"Pertama, perubahan sikap tuh om ke gue. kedua, dia itu ngatur-ngatur gue. ketiga, dia bertindak sesuka hatinya ke gue dan...?" Ivy menggantungkan kalimatnya saat suapan mie goreng ke mulutnya.

"Ke empat?" tanya Eka tidak sabaran.

"Eh kampret, sabar napa." Eka tergelak mendengarnya.

"Intinya dia itu ngeselin, gila dan mesum!" Umpat Ivy mengeluarkan semua unek-uneknya.

"Tapi lu cinta kan?!" tanya Eka menggoda Ivy.

Ivy hanya memandang tajam para sahabatnya yang tertawa, kalau di suruh jawab! ya Ivy masih cinta lah.

Eka ingin mengatakan sesuatu lagi namun mulutnya terbungkam, kala melihat seseorang yang berjalan mendekati meja mereka.

Orang itu berdiri pas di belakang Ivy yang duduknya berhadapan dengan Eka, Eka pun mulai mencari cara agar keluar dari situasi ini.

"Aduh, perut gue mules." Akting Eka pura-pura memegangi perutnya.

"Jorok ih, sana lu ke toilet." perintah Ivy menyuruh pergi membuat Eka senang.

"Ok kalau gitu, gue cabut yak eh otw ke toilet." Eka berdiri dan langsung kabur.

Sementara teman Ivy yang lain juga beralasan mencari cara agar kabur. sekarang tinggal Ivy sendirian, ia bangkit berdiri bersiap pergi, Ivy berbalik dan...

Cup.

Ivy kaget saat ia berbalik seseorang mencium lembut bibirnya, hanya sebuah kecupan sekilas mampu membuat aliran darah Ivy berdesir.

"Om Bram?" Ucap Ivy lirih masih syok.

"Iya sayang," jawab Bram sangat manis.

Banyak beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka, Ivy yang malu pun berjalan secepatnya menahan malu.

Bram mengejar Ivy dan berhasil memegang lengannya. "Kamu mau kemana Ivy?" tanyanya

"Ivy malu om," jawab Ivy.

"Hmm kenapa harus malu? kita kan sepasang kekasih." Ivy mendelik mendengarnya.

"Sebentar ya, om ambil mobil dulu." Ucap Bram mengambil mobilnya di area parkiran kampus.

Ivy masih setia menunggu Bram. "Ayo masuk!" Ucap Bram.

Ivy naik ke dalam mobil Bram, di sepanjang perjalanan mereka, hanya keheningan yang terjadi.

"Om kenapa bisa ke kampus Ivy?" tanya Ivy membuka obrolan.

"Kamu lupa ya?" Ucap Bram di selingi senyum geli.

"Om kan pemiliknya!" jawab Bram saat melihat ke bingungan di wajah Ivy.

Seketika Ivy baru menyadari, bahwa memang ternyata benar om Bram lah pemiliknya. Ivy jadi melupakan suatu fakta bahwa tetangganya ini adalah orang yang kaya raya.

"Loh om ini mau kemana?" tanya Ivy heran saat mobil tidak menuju ke arah rumahnya.

"Tenang saja, nikmati. Hari ini adalah milik kita berdua!" kata Bram melirik sekilas ke arah Ivy dengan senyum misteriusnya.

Ivy jadi merasa sedikit takut mendengar penjelasan Bram, ia hanya bisa diam dan duduk pasrah. biarlah jika om Bram membunuhnya! 

Lhaa ngawur Ivy 

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nadhiva Zi
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status