Share

Chapter 8: DRAMA

"Mau jadi pacarku?"

Sorak sorai langsung riuh terdengar memenuhi seluruh jagat kantin. Ini benar-benar peristiwa langka karena inilah pertama kalinya seorang Dirga Hadinata langsung nembak cewek didepan umum. Karena biasanya kalau ia baru jadian, nggak ada angin nggak ada hujan, keesokan harinya ia sudah akan langsung menggandeng pacar barunya didepan seluruh mahasiswa, bak pasangan artis yang tengah berjalan di red carpet.

Dan ini juga pertama kalinya bagi Dirga memilih seorang cewek yang berbeda dari tipe para mantan pacarnya sebelumnya. Lyan memang cukup cantik, tapi terlalu sederhana dibandingkan para mantan Dirga yang selalu berpenampilan bak selebgram. Bahkan juga cukup aneh bahwa Dirga akhirnya tertarik pada seorang cewek cerdas semacam Lyan. Bukannya semua orang tahu, cowok itu malas belajar. Jelas ia tidak berminat berkencan dengan cewek cerdas yang nantinya akan membuatnya repot karena terus-terusan diminta untuk serius belajar.

Lantas, kenapa kali ini harus Lyan?

"Gimana? Mau nggak?" tanya Dirga lagi. 

"Jadian! Jadian! Jadian!!" teriak para penonton heboh. Lyan menghela napas kesal. Ia menatap Dirga serius, mendekat ke hadapannya.

"Mau tahu jawabanku?"

Dirga mengangguk. Lyan tersenyum sinis. Dan kemudian...

Bhukk!!

Sorakan yang tadinya riuh langsung terhenti seketika. Semua orang ternganga dengan apa yang baru saja mereka lihat. 

Lyan menonjok keras pipi Dirga.

Lyan mengembalikan ponsel yang dpinjamnya pada si pemilik aslinya. "Langsung aja confirm ke grup. Dirga di tolak!" tegasnya lalu segera beranjak dari tempat itu. Mulai melangkah pergi meninggalkan para penonton yang masih membatu.

Namun tak lama kemudian, gilirannyalah yang berdiri membatu, ketika di hadapannya muncul Abi bersama Retania disampingnya.

"Ada apa ini?" tanya Abi sambil menatap sekeliling. Suara rendahnya yang terdengar seksi mulai mengalihkan perhatian para mahasiswi, bergantian menatap ke Arah Abi sambil berbisik-bisik. Kali ini mereka tidak berani terang-terangan bersorak karena melihat keberadaan Retania disamping dosen tampan itu, yang balik memandang semua mahasiswi dengan tatapan mengintimidasi, dengan makna tersembunyi bahwa dosen ganteng ini adalah miliknya. Berani mendekat, kalian mati.

Lyan menahan napasnya. Tangannya bergetar, namun sialnya, matanya tak bisa lepas memandang Abi. Dan sial, beberapa detik kemudian, pandangan Abi akhirnya terarah padanya. Ekspresi wajahnya langsung berubah. Sorot matanya terlihat ramah. Namun ketika ia baru akan mengatakan sesuatu, akhirnya Lyan berhasil memaksakan kakinya agar melangkah pergi.

Ia benci situasi ini. Dan ia tidak mau menciptakan drama lagi.

****

"Katanya nggak mau ketemu aku lagi," sindir Dirga ketika melihat kedatangan Retania di apartemennya. Ia masih memegangi pipinya yang masih terasa sakit akibat pukulan Lyan tadi. Sial, cewek itu ganas juga. 

Retania tertawa sinis. "Pertunjukanmu lumayan. Bersiaplah dengan pamormu yang bakal turun mulai sekarang,"

"Kenapa? Karena penolakan Lyan? Atau pamor gebetan barumu itu?"

"Yah, barangkali keduanya,"

Gantian Dirga yang tersenyum sinis. "Aku rasa kau salah,"

"Oh ya?"

"Ya! Buktinya kau masih kesini, nemuin aku. Padahal katanya nggak mau ketemu lagi. Kenapa? Itu karena kau merasa aku masih menarik, kan?" sahut Dirga percaya diri. Retania mencibir.

"Aku kan udah bilang, itu karena pertunjukanmu..."

"Tentang Lyan..." Dirga memotong ucapan Retania, membuat Retania juga berhenti bicara. Lalu Dirga melanjutkan, "aku semakin suka dia karena dia ngasih aku tantangan. Lihat saja, dalam waktu dekat, aku bakal lihat kecemburuan dimata cantikmu karena dia. Karena dia mengalahkanmu," Dirga menyentuh bawah mata Retania.

"What?? Kau bercanda?!"

"Apa kau menyadari sesuatu saat itu?" tanya Dirga lagi, sambil mengingat kembali momen dimana dosen baru itu menatap lembut ke arah Lyan namun Lyan justru langsung pergi mengabaikannya. Dirga langsung tahu, ada sesuatu di antara mereka. Dan sudah jelas, dosen itulah rival barunya. Bukan demi merebut hati Retania, melainkan Lyan.

"Apa maksudmu?"

Dirga berdecak. "Ck! Ternyata kau nggak cukup jenius,"

"Kau bilang ap...mmhh..." Retania lagi-lagi belum selesai berbicara ketika kemudian bibirnya diraup oleh Dirga.

"Dan mengenai gebetan barumu itu..." lanjut Dirga ketika ia menghentikan sesaat ciumannya di bibir Retania. Ia mulai membuka kausnya dan merengkuh tubuh Retania.

"I know that he's not as hot as me. Itu sebabnya kau datang kemari..." Dirga menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas kasur.

"Karena kau masih 'butuh'. Aku benar, kan?"

Dirga kembali mengecup bibir Retania. Ia memang tidak memberi kesempatan pada Retania untuk membalas perkataannya dengan kata-kata. Namun kecupan balasan dari gadis itu pada detik berikutnya sudah menjadi jawabannya.

Dirga tahu, hubungan mereka yang seperti ini mustahil untuk berakhir.

****

"Iya, oke, aku langsung jalan kesana ini ya. Sekalian ntar aku bawain buah. See you," ucap Lyan pada Deana diseberang telepon. Sahabatnya itu sudah heboh begitu mendengar kabar tentang insiden antara Lyan dan Dirga di kantin. Dalam waktu singkat, kabar itu langsung cepat menyebar luas melalui grup chat, berbarengan dengan rumor mengenai Retania dan dosen baru itu juga. Deana berkoar-koar di telepon bahwa ia menyesal karena nggak masuk hari ini akibat sakit. Padahal ada dua kejadian heboh yang terjadi dalam satu hari, bahkan salah satunya menyangkut Lyan, sahabatnya sendiri.

Lyan menghela napas. Kenapa hari ini terasa begitu hectic? Ia benci hari-hari semacam ini dimana kehidupan kampusnya yang biasanya tenang kini terganggu. Parahnya lagi, ia benci sekali harus terlibat dengan drama dengan para makhluk good looking dikampus mereka.

Lyan memegangi dadanya. Jantungnya masih berdetak cukup kencang disana, mengingat momen ketika akhirnya ia kembali bertatapan dengan Abi setelah sekian lama. Sial, kenapa sorot kelembutan itu masih terlihat sama?

Lyan menghela napas lagi. Lelah. 

"Lily...?"

Dan rasa lelah itu kini berganti cemas seiring terdengar olehnya sebuah panggilan yang sudah lama tak didengarnya sejak delapan tahun yang lalu.  

***

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status