Share

Marah tapi rindu

Sebuah ruangan yang tidak terlalu lebar namun cukup menawan dengan dekorasi yang ada di setiap sudutnya.

Seorang lelaki duduk sambil menautkan kedua tangannya di atas meja yang terdapat beberapa buku di atasnya, “Bagaimana?”

“Sudah saya laksanakan.”

“Bagus, tetap simpan dan jangan sampai baterainya habis. Buka semua pesan tapi jangan angkat telepon apa pun dan dari siapa pun.” lelaki itu melempar sebuah amplop yang sudah diisi beberapa lembar uang berwarna merah di dalamnya.

~

Malam ini cukup sepi. Tanpa teman mau pun kawan. Mayang sampai bosan memainkan ponselnya saat ini. Tapi tetap saja tidak menemukan yang menarik di sana.

Mayang mengambil jaket dan berjalan ke luar ruang istirahatnya. Mungkin memakan makanan yang manis akan meningkatkan moodnya lagi.

Di sebelah SPBU ada penjual martabak manis. Rasa

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status