Private email (Indonesia)
Private email (Indonesia)
Author: Ade Tiwi
Part 1

Clarinta Nayara menatap horor benda pipih tipis persegi panjang yang selalu ia bawa kemana-mana, masuk sebuah pesan chat pribadi dari situs media sosial atau yang biasa di singkat medsos. Cla membulatkan matanya saat membaca isi pesan chat tersebut, tertera nama sih pengirim pesan bernama Steven Miller.

Halo, apa kabar, semoga harimu menyenangkan? Maaf jika saya mengganggu Anda dengan pesan saya, saya tidak pernah bermaksud melakukannya. Saya baru di sini dan saya diperkenalkan ke i*******m ini oleh seorang rekan yang memberi tahu saya bagaimana dia bertemu istrinya di sini, jadi saya memutuskan untuk mencobanya. Saya hanya melihat profil ketika saya menemukan profil Anda, saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari Anda, jadi saya memutuskan untuk mengirimi Anda pesan singkat. Anda adalah wanita yang sangat cantik, saya ingin mengenal Anda lebih dari apa yang saya lihat di profil Anda. Bagaimana menurutmu? Tolong berikan senyum di wajah saya dengan menulis kembali kepada saya. Ini email pribadi saya add ab62****@g***l Terima kasih atas pengertian Anda dan Tuhan memberkati Anda.

Steven Miller.

Oh Tuhan! ini serius? batin Cla syok.

Wanita itu bingung antara ingin membalas pesannya atau tidak. Sejujurnya ia tidak terlalu mengerti bahasa Inggris. Hanya sedikit ia mengerti bahasa asing itu, sehingga harus membuatnya searching di g****e. dan setelah ia tahu isinya, sungguh luar biasa kagetnya Cla.

"Tidak ada foto profil pria itu, bahkan akunnya bersifat pribadi. Hmmm." desah Cla merasa kecewa karena tidak mengetahui bagaimana rupa sih Steven Miller ini.

Karena lama berpikir antara balas atau tidak, akhirnya Cla memutuskan untuk membalasnya saja.

Cla : Hallo juga, terima kasih.

"Eh, bener gak sih kayak gini gue balas pesan tuh bule?" gumamnya bertanya-tanya.

"Ah, lagian tuh bule ngapain coba pakai bahasa Inggris segala! oh ya, memang dia bisa bahasa Indonesia, hehe." omelnya.

Lama menunggu tidak ada balasan dari pria itu, akhirnya Cla memutuskan untuk menon-aktifkan data selulernya.

Sebelum beranjak dari duduknya ia berpikir, jika disana pagi maka disini malam, begitu juga sebaliknya. eh, benar gak sih? hmm, gini nih kalau orang kampung sok tau. wkwkwk.

Cla memutuskan untuk tidur karena besok ia harus bekerja. cukup sekali saja ia datang terlambat dan berakhir di marahi bos besar, untung saja tidak di pecat. 

Cla berusaha memejamkan matanya agar tertidur, tapi ingatan tentang pesan Steven Miller mengganggu tidurnya. bagaimana cara pria itu memuji kecantikan Cla dari foto profilnya di medsos.

Belum lagi mengenai cerita Steven di pesan pribadinya yang mengatakan jika temannya mendapatkan seorang istri dari aplikasi tersebut, jadi karena itulah Steven ingin mencobanya, ia baru saja menggunakan aplikasi itu dan tak sengaja melihat foto profil Cla di akun sosmed miliknya. 

Di pesan itu Steven mengatakan jika ia tak bisa mengalihkan pandangannya begitu melihat wajah Cla. Cla wanita yang sangat cantik bla bla bla.

Cla bangun dari tidurannya di ranjang, ia menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.

"Apakah itu benar? Apa mungkin yang pesan yang di tulis pria itu sungguhan? rasanya sangat mustahil! dia seorang bule jatuh cinta pada gadis seperti ku? Mustahil!" dengus Cla tidak percaya.

"Arrrrrggggghhhhh!" Cla mengerang frustasi.

Ia kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, masa bodoh dengan pesan chat pria misterius itu, aku tidak peduli!

================================

Kringggg!!!

Bunyi suara jam waker mengganggu ketenangan tidur Cla, wanita itu mencari-cari dimana letak keberadaan jam wakernya. setelah berhasil menemukannya, Cla pun langsung mematikan sumber suara bising itu dan kembali tidur.

Tak lama ia tersentak bangun dan melihat jam. "Astaga! terlambat lagi!" cepat ia bangun dan langsung bergegas menuju kamar mandi membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi, langsung bergegas memakai baju kantornya. tak ada lagi waktu untuk Cla walau hanya sekedar sarapan, bisa sampai kantor dan tidak di pecat saja sudah syukur, dengan resiko di marahi bos itu pasti!

Cla menaiki mobil tua pemberian ayahnya, mobil itu lebih cocok di sebut rongsokan. karena terlihat sudah tak layak untuk di pakai, tapi Cla acuh saja akan hal itu, toh selama dia nyaman memakainya tak masalah.

Cla sampai di kantornya, wanita itu terlihat lari terburu-buru. baru saja saat ia ingin memasuki lift, bos besar di perusahaan ini muncul dari arah pintu utama kantor. 

Adit sang direktur utama di perusahaan ini berdiri di samping Cla. Cla sendiri sudah gemetaran akan teguran Adit.

Di liriknya Adit yang ada di sebelahnya. 

"Terlambat lagi, huh?" ucapnya dengan nada tegas.

Reaksi alami yang Cla tunjukkan adalah sebuah cengiran. "ma-maaf pak," Cla terbata-bata mengatakannya.

"Cepat masuk!" perintah Adit tak terbantahkan.

"Sa-saya tidak di pecat pak?" pertanyaan bodoh yang Cla lontarkan.

"Oh, jadi mau langsung di pecat nih?" Cla menggeleng cepat.

Adit menggerakkan kepalanya menyuruh Cla masuk ke dalam lift, dengan takut-takut Cla masuk.

Di dalam lift hanya ada keheningan di antara mereka, Cla yang merasa bosan karena di cuekin bos tampan di depannya, ia memutuskan membuka ponselnya.

Betapa terkejutnya Cla, banyak notifikasi pesan W******p, Instragram, dan juga yang lainnya.

Pertama kali yang ia lihat adalah pesan chat W******p dari teman-temannya, setelah selesai membalas satu persatu pesan W******p tersebut, Cla membuka pesan chat I*******m.

"Steven Miller!" gumamnya kaget dengan mata melotot sempurna.

Bersamaan dengan itu suara denting lift bunyi, menandakan mereka berdua telah sampai ke lantai atas, dimana ruangan Adit dan Cla sebagai sekretarisnya.

"Tadi kamu bilang apa?" tanya Adit saat telinganya tak sengaja mendengar Cla mengucapkan nama seseorang yang di kenalnya.

"Maaf? perkataan yang mana ya pak?" tanya Cla bingung.

"Saat di lift tadi." 

"Oh itu...." ucapan Cla menggantung saat tangan Adit bergerak ke arahnya menyuruh ia diam.

"Hallo." sapa Adit pada sih penelepon.

Adit bergerak menjauhi Cla, sehingga ia tidak tau pasti apa yang mereka bicarakan.

Cla kembali ingat dengan pesan chat Steven yang belum sempat ia baca tadi.

Dengan hati berdebar ia membuka pesan pria misterius itu.

Steven Miller : dimana kamu tinggal?

Dengan cepat Cla membalas pesannya. 

Cla : aku tinggal di Indonesia. 

Cla melihat pria itu aktif beberapa jam yang lalu di I*, tentu ia bisa menebak jika akan sangat lama Steven membalas pesannya. ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.

"Tuan misterius, aku begitu penasaran denganmu. bahkan kau dengan sengaja tidak memasang fotomu di akun sosmed mu." batin Cla yang sangat merasa penasaran akan sosok Steven Miller.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status