Share

Part 24

Mata Aisyah bergerak gelisah melihat arah jalanan yang sangat ia kenali, terlihat sekali kegusaran di wajahnya.

Wajah Aisyah berubah menjadi pucat pasih, dan keringat mengucur deras dari kening dan pelipisnya. hal itu tertangkap di mata Kia yang tak sengaja melihat Aisyah dari kaca spion atas.

"Aisyah, kau kenapa?" tanyanya sengaja menggoda rasa takutnya.

"Ais--"

"Aku tidak apa-apa Kia." sentak Aisyah cepat menjawab pertanyaan Kia.

"Tapi wajahmu sangat pucat Aisyah, bagaimana mungkin kamu tidak apa-apa." Kia semakin suka menggoda Aisyah yang seperti ini.

Mendengar itu, Nando mengangkat alisnya.

"Mas, lebih cepat lagi agar bisa sampai di tempat tujuan yang Kia suruh." 

"Ini juga udah paling cepat, apa kita putar arah saja ke rumah sakit." mendengar kata rumah sakit membuat mata Aisyah berbinar bahagia.

Baru saja mulut Aisyah ter

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status