BAB 14

Perasaan cemas bercampur lega menarikku dari arah yang berbeda ketika aku melihat Adib keluar dari mobilnya dan membanting pintu. Sambil menatapku lekat-lekat, dia melangkah ke arahku, ekspresi cemas terlukis jelas di wajah tampannya.

“Na, ada apa?” tanyanya ketika berada di depanku.

Aku belum mengatakan apa pun di telepon karena takut seseorang akan mendengar percakapan kami.

“Aku bertemu dengan seorang pria saat mengantar Ando ke sekolah, hari ini.”

Adib mengernyit. “Seorang pria?”

“Ya, dia mengaku sebagai detektif swasta. Sepertinya beberapa hari ini dia mengawasiku, maksudku ... kita.”

Wajah Adib menjadi pucat, dan kecemasanku berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap. “Sepertinya dia bukan—bukan suruhan Aqmal atau sesorang dari keluargamu.”

“Kau yakin? Kalau aku jadi kau, aku akan memikirkan kemungkinan kalau dia suruhan Aqmal.”

Aku menunduk, la

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Alexis Laiho
Wah! Kok putus?
goodnovel comment avatar
Aisyah Ayu Hariska
Kok Adib gitu?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status