Penghancuran yang Berbahaya
Penghancuran yang Berbahaya
Author: Qi River's Old Stream
Bab 1 Mengirimnya Ke Penjara
"Ini bukan karena aku. Kamu harus percaya padaku!” Jane Dunn mengatakan dengan suara keras, biar orang yang di dalam mobil mendengarkan apa maunya. Saat itu hujan deras telah memercik ke seluruh jendela mobil, tapi samar-samar dia bisa melihat wajah marah dan kecewa di balik jendela yang basah itu. Tubuh Jane bergetar saat dia berdiri di luar pintu, sambil berteriak melalui jendela mobil, "Sean! Setidaknya dengarkan aku!"

Tiba-tiba pintu mobil terbuka, Jane cukup lega karena Sean masih mau peduli, dia ditarik ke dalam mobil dengan kasar. Jane mencoba menjelaskan tepat di atas tubuh Sean, kemeja putih bersihnya jadi basah.

"Sean, bukan aku yang menyewa preman itu untuk melukai Rosaline. .. " Bela Jane, Sean mencubit dagunya tanpa ampun. Suaranya yang dalam dan berwibawa berbicara di atas kepalanya.

" Apakah kamu benar-benar menyukaiku? "

Suara dingin pria itu terdengar sangat keras di telinganya, dan tercium bau aroma tembakau dari mulutnya.

"Apa?" Jane kikuk dengan pertanyaan Sean. Semua orang dan ibu mereka tahu bahwa dia menyukainya, jadi mengapa dia tiba-tiba menanyakan hal itu sekarang?

Pria itu memegang dagu Jane dengan satu tangan, sementara tangan yang satunya menggenggam kuat tangan Jane. Jarinya membelai lembut pipinya yang basah dan dingin karena hujan. Jane tenggelam dalam matanya yang lembut dan hangat, membuat dia terbuai sentuhannya. Dia bertanya dengan lirih, "Apakah kamu kedinginan?"

Namun, pria itu tiba-tiba mengeluarkan suara sedikit kencang sambil menghembuskan nafas dingin tepat di pipi Jean, berkata dingin, "Jane Dunn, apakah kamu benar-benar menyukaiku? Sampai-sampai kamu akan merencanakan membunuh Rosaline?"

Rasa dingin merayapi hatinya, menyebar ke anggota tubuhnya. Jane terbangun dalam cepat, dan mau tidak mau tersenyum kecut pada dirinya sendiri… Dalam hatinya berteriak, Jean sadar! Sadarlah kalau pria ini tidak akan pernah menyukaimu!. Ya tentu saja pria ini tidak akan merayumu, karena dia tidak akan pernah memperlakukannya dengan begitu lembut ataupun hangat. Hanya senyuman iblis yang pria itu akan berikan kepadanya.

"Aku tidak bermaksud membunuh Rosaline ..." Dia ingin membela diri.

“Uuuuh…. Aku tidak akan pernah percaya! Kamu selalu bicara tidak bermaksud membunuh Rosaline, tapi kamu menyewa beberapa preman untuk memperkosa dan mempermalukannya.” Kemarahan mulai terlihat tajam di mata pria itu. Tanpa memberikan waktu untuk menjelaskan, dia hanya mengulurkan tangan dan merobek pakaian Jane.

"Ah ~!"

Dengan jeritan, Jane dengan kasar didorong keluar dari mobil. Dia jatuh kesakitan di tengah hujan, suara dingin pria itu terdengar sangat keras di telinganya.

"Jane Dunn, oh, Nona Dunn, aku akan lakukan sama persis seperti yang kamu lakukan pada Rosaline. Bagaimana rasanya menjadi setengah telanjang?"

“Rasakan!”

Jane mengangkat kepalanya, melihat ke dalam mobil dengan tidak percaya. Pria itu melihat melalui jendela mobil. Dia mengeluarkan sapu tangan dan mengusap jari-jarinya perlahan sambil berkata, "Aku benar-benar lelah sekarang, Miss Dunn. Tolong tinggalkan aku."

"Sean! Dengarkan aku! Aku benar-benar tidak… "

"Jika kamu mau aku mendengarkanmu, lakukan apa yang aku mau." Kata pria itu sambil melirik dingin dan marah."Apa kamu bersedia berlutut di depan Stewart Manor sepanjang malam, Miss Dunn?. Aku beri kamu waktu 10 menit, itupun kalau aku masih mau berbaik hati."

Dibantingnya pintu mobil dan ia melemparkan sapu tangan ke luar mobil, jatuh tepat di depan Jane yang basah kuyup karena hujan.

Jane menundukkan kepalanya dan mengambil saputangan di tengah hujan, sambil menggenggamnya erat.

Mobil melaju kencang masuk ke Stewart Manor, dan pintu gerbang baja berhias itu tertutup tanpa ampun di hadapan Jane.

Jane tampak pucat dan kedinginan, karena lama diguyur air hujan. Dia tertegun lama. Ia harus kuat untuk berjalan tepat di depan gerbang utama Stewart Manor. Tapi dia terjatuh, dengan menangis tersedu-sedu sambil menggigit bibirnya, ia berlutut sambil menamparin wajahnya sendiri.

Dia berlutut!

Tapi bukan untuk mengakui sebuah kejahatan!

Ini hanya karena Rosaline Summers adalah temannya! Karena kematian temannya, ia mau berlutut. Bukan karena dia telah membunuh Rosaline seperti yang dipikirkan semua orang!

Dia memohon kepada pria ini untuk memberinya sepuluh menit, untuk mendengarnya!

Pakaiannya telah dirobek-robek, dan dia mencoba menutupi sebagian tubuh dengan tangannya. Dia berlutut dengan posisi tegak. Ingin menunjukkan bahwa ia masih punya harga diri. Dia adalah Jane Dunn dari Bund!

Dengan tekad untuk membuktikan bahwa dia menyayangi sahabatnya, dia harus kuat berlutut, ini semua untuk membuktikan dan diberikan kesempatan untuk menjelaskannya. Karena dia tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan, dan dia tidak akan mengakui sesuatu yang tidak dia lakukan!

Namun, apakah dia benar-benar akan mendapat kesempatan itu?

Bisakah dia benar-benar menjelaskan semuanya?

Apakah ada yang benar-benar mempercayainya?

Hujan semakin deras, tanpa henti sedetik pun.

Malam berlalu.

Jane tetap berlutut di luar Stewart Manor di tengah hujan lebat.

Hujan membasahi gaunnya. Dia telah berlutut di luar sepanjang malam.

Sinar matahari sudah mulai terlihat, dan rumah itu akhirnya hidup kembali setelah melalui keheningan malam. Kepala pelayan tua berambut perak berjalan keluar dari halaman, memegang payung antik.

Gerbang baja berhias ini mengeluarkan suara berdecit ketika dibuka, dan suara itu membuat Jane terkejut. Jane akhirnya bergerak, mengangkat kepalanya yang tertunduk dan tersenyum pucat kepada kepala pelayan tua yang berdiri di dekat gerbang.

"Miss Dunn, Mr. Stewart meminta Anda meninggalkan tempat ini." Rambut kepala pelayan tua itu disisir rapi, tanpa sehelai pun keluar dari tempatnya meskipun cuaca hujan. Penampilannya sangat rapi sama dengan dedaunan di taman, dirawat dan dipangkas oleh tukang kebun profesional. Kepala pelayan tua itu melemparkan satu set pakaian ke Jane.

Jane mengulurkan tangannya, yang dibasahi hujan semalaman, dan dia gemetar saat mengenakan pakaian itu. Dia membuka bibirnya yang pucat dan berkata dengan suara serak namun tegas, "Aku ingin bertemu dengannya."

Kepala pelayan tua itu bahkan tidak berkedip sedikitpun, hanya mengulangi kata-kata pemilik rumah itu secara lugas, "Tuan Stewart berkata bahwa kehadiranmu di sini, Nona Dunn, mencemari udara di sekitar istana. Dia ingin kau pergi dari pandangannya. "

Tidak sekalipun Jane mau menunjukan kelemahannya, karena semua sudah mulai tampak salah. Sekarang, bagaimanapun, dia tidak bisa mempertahankan kekuatannya lagi. Bahunya gemetar, luka di hatinya benar-benar membuatnya nyeri.

Jane memejamkan mata, air hujan di wajahnya membuat sulit untuk membedakan apakah itu air mata atau hujan yang membasahi sudut matanya. Kepala pelayan tua itu menatapnya tanpa ekspresi. Jane membuka matanya lagi dan mengangkat kepalanya, menatap kepala pelayan itu sambil berkata, "Tuan Summers, saya tidak tahu apa yang Anda pikirkan, tapi saya bersumpah bahwa saya tidak pernah menyewa preman itu untuk menyerang Rosaline. Tidak peduli apa pun yang terjadi. Saya tidak bisa menerima kebencian Anda tanpa alasan."

Meskipun Jane kelelahan, dia tetap mengucapkan setiap kata dengan jelas dan tepat… Dia adalah wanita yang memiliki harga diri, meskipun dia rela harus menjual harga dirinya untuk sebuah kebenaran.

Kepala pelayan tua itu akhirnya kesal kepada Jane, menatap Jane dengan kebencian. Alis abu-abunya menyatu, dan dia menatap Jane dengan mata penuh kemarahan. "Rosaline adalah putriku, dan dia selalu menjadi gadis yang baik dan penurut. Dia tidak pernah menginjakkan kaki di tempat cabul dan kotor seperti klub malam, tapi entah bagaimana dia berakhir di salah satu tempat dengan harga terendah. Di mana mereka menyerangnya sampai mati.”

"Nona Dunn, kami memeriksa pesannya. Sebelum kejadian, dia menelepon Anda dan mengirimi Anda pesan, mengatakan, 'Aku sudah sampai di Nightlight. Di mana kamu, Jane?"

Pandangan kepala pelayan tua itu pada Jane dipenuhi dengan kebencian yang dalam."Nona Dunn, bukan kucing atau anjing yang Anda bunuh. Ia adalah manusia yang hidup! Dia sudah mati sekarang, tapi Anda tetap menolak untuk mengakuinya! Semua orang tahu bahwa Anda tergila-gila pada Tuan Stewart, sedangkan Tuan Stewart hanya memperhatikan putri saya Rosaline. Dia sangat membencimu! Anda jelas cemburu pada Rosaline dan terobsesi dengan Tuan Stewart. Itu alasan mengapa Anda ingin Rosaline diperkosa. Kejahatanmu benar-benar di luar batas, Nona Dunn!"

Tidak ada yang bisa dikatakan Jane tentang itu. Rosaline Summers adalah putri Mr. Summers dan cinta sejati Sean, sedangkan Jane sendiri hanyalah karakter kecil yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada Sean. Sekarang Rosaline sudah mati. Dia adalah antagonis kecil.

"Silahkan pergi, Nona Dunn," kata kepala pelayan tua itu. "Oh, ya, Tuan Stewart juga meminta saya untuk memberitahu Anda satu hal lagi.”

Jane menatap pelayan tua

“Tuan Stewart berkata, 'Kenapa bukan kamu saja yang mati?"

Jane masih berlutut di tanah, tapi sekarang tubuhnya mulai bergoyang juga. Ada rasa sakit yang tajam dan hebat di dadanya.

Kepala pelayan tua itu berbalik, bibirnya yang kering dan keriput melengkung ke dalam sudut yang dingin namun keras. Itu membuat figurnya terlihat kejam dan kasar.

Jane membunuh Rosaline, dan itu membuatnya marah.

Jane mengangkat tubuhnya, dan merasakan dingin sampai ke tulang. Dia mencoba berdiri, tetapi begitu dia berdiri, kakinya menjadi mati rasa, dan dia terjatuh dengan keras ke jalan aspal. Dia tersenyum sinis ... 'Kenapa bukan kamu yang mati?' Perkataan kepala pelayan tua ini sangat menusuk hatinya.

Terdengar benar-benar eperti apa yang akan dikatakan pria itu. Jane hanya bisa tersenyum tipis! Dia sangat rapuh saat ini. "Rosaline, oh, Rosaline ... Kematianmu membuatku banyak musuh."

Di lantai dua Stewart Manor, seorang pria berdiri di sana dengan tubuhnya yang tinggi dan jenjang, dengan bahu lebar dan pinggul ramping. Dengan jubah hitamnya dia berdiri tanpa alas kaki, tubuhnya yang tinggi dan gagah diam sempurna di depan jendela. Tatapannya yang dingin tertuju pada bayangan yang ada di luar gerbang besinya.

"Mr. Stewart, saya telah mengulangi setiap kata Anda kepada nona Dunn, seperti yang Anda minta." Kepala pelayan tua itu berdiri dengan tenang di luar pintu kamar tidur utama.

Sean memutar-mutar gelas anggur merah di tangannya. Setelah selesai mendengar laporan kepala pelayan tua, ia sudah siap dengan perintah berikutnya, "Katakan pada Dunn bahwa mereka harus memilih. Jika mereka memilih untuk mempertahankan dia, mereka dapat mengucapkan selamat tinggal pada bisnis mereka. Jika mereka ingin mempertahankan bisnis mereka, mereka harus menyingkirkannya."

"Ya, Tuan."

"Selanjutnya, beri tahu Universitas S untuk menghapus mahasiswa yang bernama Jane Dunn dalam catatan mereka. Beritahu SMA No.1 bahwa Jane Dunn dikeluarkan karena berkelahi selama masa sekolahnya. Kualifikasi tertingginya adalah lulus SMP. ”

“Ya, Pak.”

“Terakhir… ” Sean Stewart berkata dengan dingin,“Kirim dia ke penjara.”

Kepala pelayan tua itu tiba-tiba mengangkat kepalanya, tampak terkejut saat dia berkata,“Tuan. Stewart?"

"Hidup untuk hidup. Dia menyewa orang lain untuk membunuh manusia yang masih hidup, jadi saya akan mengirimnya ke penjara dan menahannya di balik jeruji besi selama tiga tahun. Apa masalahnya? Apa ada yang salah dengan keputusanku, Summers?"

Hukuman tiga tahun adalah hukuman yang diputuskan Sean untuk Jane atas kemauannya sendiri. Saat ini mereka belum memiliki cukup bukti, tapi Sean yakin dengan amarahnya.

"Tidak, kau membuat keputusan yang tepat, Tuan Stewart. Benar-benar… Terima kasih, Tuan Stewart. Tt-terima kasih… " Wajah kepala pelayan tua itu dibanjiri air mata. Dia benar-benar hancur. "Jika bukan karena Anda, Tuan Stewart, Jane Dunn bisa lolos dari hukuman. Dia seorang Dunn, jadi tidak ada yang bisa saya lakukan padanya. Terima kasih, Tuan, terima kasih…" Katanya sambil terisak.

Sean berbalik dan berdiri di depan jendela, melihat ke bawah pada sosok yang ada di jalan yang berjalan keluar dari pandangan. Matanya dipenuhi bayangan, dan jari-jarinya yang panjang mencengkeram gelas anggurnya. Dia saat ini hanya bisa meratapi kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan atas nasib malang Rosaline. Akhirnya, dia menundukkan kepalanya dan menghabiskan semua cairan berwarna merah darah itu.

"Musim panas, saya memberi pelajaran kepada Jane Dunn, bukan karena Rosaline adalah putri Anda, tetapi karena dia adalah wanita yang saya pilih." kata Sean perlahan.

...

Jane menyeret tubuhnya yang kelelahan kembali ke rumah.

Namun, sejak kejadian itu Jane terbuang dari silsilah keluarga besar Dunn. Kepala pelayan tua yang telah melayani keluarga Dunn sepanjang hidupnya mengulangi kata-kata yang sama dari Sean Stewart kepadanya, dan Jane diminta dengan baik untuk ‘meninggalkan’ keluarga Dunn dan tidak boleh memakai nama Dunn di belakang namanya. Dia bahkan tidak boleh melihat orang tuanya sendiri selama cobaan terberat ini.

Apakah mereka begitu takut pada Sean Stewart? Jane menggigit bibirnya… dan kemudian dia menarik kembali pandangannya. Gerbang baja berhias itu menarik garis kenangan antara dirinya dan keluarga besar Dunn, kenangan dari semua yang pernah dimilikinya.

Jane tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaannya saat ini. Saat dia berbalik, dua pria berseragam polisi biru menghentikannya. "Nona Dunn, kami curiga Anda menyewa preman untuk memperkosa Nona Rosaline Summers, yang menyebabkan kematiannya. Silahkan ikut dengan kami."

Sebelum dia diantar ke penjara, Jane melihat Sean, berdiri dengan anggun di samping jendela.

Jane menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas, "Aku tidak pernah melakukan apa pun pada Rosaline."

Sean sengaja berjalan menghindar untuk tidak melihat penangkapan Jane. Jane berkata pada dirinya sendiri untuk menjadi berani. Bagaimanapun, dia tidak bersalah. Dia tidak melakukan kesalahan apapun.

Wajah kecilnya yang halus terangkat tanpa rasa takut, dan dia mencoba yang terbaik untuk tetap tenang, tetapi bahunya yang gemetar masih menunjukkan kegugupannya… dan sepasang mata yang tajam itu tidak melewatkan apapun.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status