Putih Abu-abu
Putih Abu-abu
Author: Mars Mipai
Episode 1

"Besok, kalian harus menggunakan pita merah putih yang jumlahnya sesuai dengan tanggal lahir kalian,"kata kakak kelas panitia MOS.

"Apa?! Tanggal lahir aku kan tanggal 30. Berarti, besok kepalaku penuh dengan pita merah putih." Gumamku dalam hati,kaget mendengar ucapan kakak kelas tadi

Ini adalah hari pertama aku MOS di SMAN 1 Jakarta. Hari ini juga, kakak kelas panitia MOS memberitahu apa saja yang harus di bawa oleh perserta MOS selama 1 minggu. Perlengkapan yang harus di bawa namanya aneh-aneh, mulai dari singkong i love you, minuman bengkel,snack monyet-monyet gila,triplek berlapis,ratu perak, sampai minuman ngeres.

Sepulang dari sekolah, aku langsung menyiapkan perlengkapan yang harus di bawa besok. Untuk mengartikan istilah-istilah perlengkapan yang aku bawa, aku harus bertanya ke keluargaku bahkan sampai tetanggaku.

"Mah! Besok aku di suruh bawa minuman bengkel kata kakak kelas. Mamah tahu tidak, minuman bengkel itu apa?" Aku bertanya pada mamahku yang sedang memasak di dapur.

"Minuman bengkel?"kata mamahku bingung mendengar kata minuman bengkel.

"Oli bukan?"ucap mamah yang bikin aku tertawa.

"Haha! Masa oli? Aduh! Aku bingung apa ya minuman bengkel,Mah?"kataku sambil tertawa.

"Coba! Kamu tanya sama Mba Susi," suruh mamahku.

Mba Susi adalah tetangga sebelah rumahku. Dia adalah tetangga yang baik dan paling dekat dengan keluargaku. Bukan hanya Mba Susi saja, tapi tetangga yang lainnya juga baik sama keluargaku. Aku tidak tinggal di perumahan yang terkadang tetangganya sibuk masing-masing. Tapi, aku tinggal di perkampungan yang tetangganya sudah seperti keluarga sendiri.

Karena hari sudah mulai sore, aku segera ke rumah Mba Susi.

"Assalamu'alaikum... Mba Susi...." Aku mengetuk pintu rumah Mba Susi.

"Wa'alaikumsalam... Ada apa,Ni?"kata Mba Susi setelah membukakan pintu.

"Mba, Mba tahu minuman bengkel tidak?"tanyaku, berharap Mba Susi tahu jawabannya.

"Oohh, buat MOS ya.."

"Iya Mba. Bantuin dong!"

"Minuman bengkel tuh, minuman yang mereknya 2 tang,"kata  Mba Susi memberikan jawabannya.

"Beneran, Mba? Belinya di mana?"tanyaku serius,karena ingin segera membelinya.

"Noh di warung madura juga ada,"kata Mba Susi memberitahu aku.

"Ya sudah, terima kasih ya, Mba. Aku mau beli dulu. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Ternyata minuman bengkel itu minuman yang mereknya 2 tang. Ya ampun! Aku enggak kepikiran sama sekali. 

Setelah tahu itu, aku langsung membelinya di warung madura. Eh, by the way warung madura biasanya ada di setiap daerah. Warung itu menjual sembako dan jajanan komplit. Kok bisa ya? Ada di mana-mana. Tapi, aku tidak tahu tentang itu, yang harus aku tahu adalah minuman bengkel.

***

Besok paginya, aku ribet dengan pita merah putih yang harus di tempel di kerudung sebanyak 30. Kepala aku isinya pita semua,bikin malu saja. Mau mencoba membohongi panitia MOS agar pitanya tidak terlalu banyak, tapi aku harus memakai papan dada yang isinya biodata aku, termasuk tanggal lahir juga. Aku takut nanti ketahuan malah di hukum. Ya sudah deh, aku pasang saja pita 30 biji.

Aku itu tipe anak yang pendiam dari kecil. Meskipun kalau di rumah enggak pendiam sih, tapi kalau di sekolah pemalu. Mamah aku meminta agar aku bisa berbaur dengan teman-teman lainnya.

# Flashback on

Pernah waktu itu, aku sedang di toko buku. Tiba-tiba ada orang yang memanggil aku, dan aku tidak kenal dengan orang itu.

"Hey! Hey! Kamu yang sekolah di SMAN 1 kan?"katanya.

"Iya." Sudah, jawabku cuma gitu doang.

Lalu, mamah berbisik di telingaku.

"Kalau ada teman yang menyapa, kamu harus sapa balik dan nanya balik. Jangan iya iya aja."kata mamahku.

"Ya tapi, aku enggak kenal sama orang itu,Mah,"ucapku kesal.

"Tapi, teman kamu buktinya nyapa. Berarti dia kenal sama kamu. Masa kamunya enggak kenal?" 

"Kita cuma pernah ketemu, belum sempat kenalan. Aku bingung mau ngomong apa," jawabku kesal soalnya mamah sok tahu. Padahalkan aku belum kenal sama orang itu.

"Kamu tanya, eh kamu mulutnya bau enggak?"ucap mamahku yang bikin aku tertawa geli.

"Aneh! Masa nanyanya gitu sih?"kataku sambil tertawa.

"Kamu yang aneh! Ya harusnya kamu nanya, rumahnya dimana atau namanya siapa. Kan kamu belum kenal sama orang itu, tanya aja namanya," kata mamahku memperagakan cara bertanya.

"Enggak mau. Pokoknya aku malu!"kataku yang bikin mamah cemberut.

"Yah... Kalau malu terus, kapan berubahnya. Katanya kalau sudah SMA mau berubah," ucah mamah kecewa.

"Ya sudah, nanti aku coba di sekolah,"kataku mengakhiri percakapan.

# Flashback off

Mamahku ingin sekali aku menjadi anak yang aktif di sekolah, pemberani, dan tentunya baik juga. 

Di kelas, aku mencoba untuk bertanya kepada teman yang di sebelahku. Tapi, bukan tanya mulutnya bau enggak. Aku bertanya namanya,asal sekolahnya dan alamat rumahnya. Itu pertama kalinya aku mengawali perkenalan, sempat deg-degan gitu awalnya,tapi lama kelamaan menjadi candu buat aku berkenalan dengan teman yang lainnya. Ternyata asyik juga mengawali perkenalan, tidak seburuk yang di bayangkan.

Jujur saja, di sekolah ini, tidak ada teman sekelasku waktu SMP, semuanya benar-benar teman baru. Terkadang aku sedih melihat teman yang di sebelahku, awalnya bersamaku tapi pas ketemu teman SMPnya aku di tinggal. Hiks hiks hiks.Mau tidak mau, aku harus berjuang sendiri untuk diri sendiri. 

***

Kakak kelas panitia memberi tugas kepada peserta MOS untuk mencari tanda tangan panitia. Kalau tanda tanganya sih mudah, tapi nyari informasi jabatan panitia dan tantangan yang di berikan panitia itu yang sedikit tidak mudah. Terkadang ada salah nama sedikit, panitia tidak mau tanda tangan. Apalagi salah jabatan, aku pernah menulis jabatan ketua osis. Harusnya aku tulis ketua osis tapi nulisnya anggota osis. Sudah pasti dia tidak mau tanda tangan.

Setiap panitia memberikan tantangan yang berbeda-beda. Ada yang di suruh joget,nyanyi,tebak-tebakan,hafalan surat Al-qur'an, dan lain-lainnya. Ada yang kakak kelasnya pelit banget ngasih tanda-tangan ada juga yang mudah banget ngasih tanda tangan. Sekalinya ada yang sudah berhasil mendapatkan tanda tangan,semuanya pada menyerbu kakak kelas tersebut dan berteriak 'kak namanya siapa? Jabatannya? Minta tanda tangannya dong'.

Aku mencari tanda tangan kakak kelas sendirian,sedangkan teman-teman yang lain memilih bersama-sama mencari tanda tangan. Tapi,anehnya aku tidak merasa sedih yang berlebihan melainkan semangat yang membara. Karena, perjuangan ini bisa aku ceritakan nanti setelah masa-masa ini.

***

Kegiatan di sekolah mencapai sore, sepulang sekolah aku harus menyiapkan lagi perlengkapan yang harus di bawa besoknya. 

Kali ini ada yang aneh lagi, kira-kira snack monyet-monyet gila sama minuman ngeres itu apa ya? Aku sudah coba tanya Mba susi dan beberapa tetanggaku yang lain, tapi semuanya tidak tahu.

Aku bingung harus bertanya pada siapa lagi. Aku capek seharian di sekolah dan sekarang harus mencari yang aneh-aneh di tambah aku laper karena dari siang belum makan. Aku memutuskan untuk pulang dan makan dulu.

"Mah! Snack monyet-monyet gila sama minuman ngeres apa? Semuanya enggak pada tahu. Ayo sih,Mah!" rengekku pada mamah karena capek enggak ketemu-temu jawabannya.

"Sudah! Makan dulu! Nanti coba kamu tanya-tanya lagi," jawab mamah yang memerintahkan aku untuk menyelesaikan makananku.

"Tapi, aku sudah nanya sama semuanya. Mereka enggak tahu semua. Ayo dong,Mah!"rengekku lagi yang hampir nangis.

"Ayo apa? Mamah enggak tahu apa itu snack orang gila sama minuman ngeres mungkin minumannya di kasih pasir," ucap mamah yang juga bingung dengan teka-teki itu.

 Hari sudah petang, aku belum juga mendapatkan informasi snack monyet-monyet gila dan minuman ngeres.Gawat kalau sampai aku bawa yang salah, bisa di hukum nanti

Comments (1)
goodnovel comment avatar
melisamelany
Wah, I'm so excited for the next chapter!! Do you have any social media for your books I could follow?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status