Di Abaikan Suamiku
Di Abaikan Suamiku
Author: Linilini
Di hotel

Di salah satu hotel mewah….

Di dalam kamar hotel itu dua orang pria yang sangat tampan sedang menikmati malam panjang mereka.

Mereka adalah sepasang kekasih sesama jenis. Berhubungan sudah 3 tahun. Mereka mengatakan itu adalah karena cinta yang membuat mereka bersatu.

Malam itu sudah beberapa kali mereka melakukan nya, sudah menghabis kan bungkusan kon*om sebagai pelindung bagian bawah nya.

Shakeel Zaferino, seorang pria berusia 33 tahun. Sangat tampan, kaya raya, memiliki tubuh yang sangat sempurna. Di balik kesempurnaan

nya, ada kekurangan yang tidak di ketahui banyak orang.

Dia bisa menjalani kehidupan normal lain nya. Namun untuk malam hari hasrat s*x nya di lampiaskan dengan kekasih sejenis nya. Mereka menganggap itu adalah cinta mereka.

Shakeel memiliki beberapa perusahaan, bergerak dalam bidang

perhotelan, restaurant dan saham. Uang bukan lah masalah bagi nya. Selama dia

dan kekasih nya bahagia.

Banyak wanita yang mencoba mencari perhatian dari nya,

walaupun hanya untuk cinta satu malam, mereka tidak keberatan. Tapi Shakeel

sama sekali tidak tertarik dengan lawan jenis nya.

Daviandra Gavin, seorang pria tampan berusia 25 tahun.

Memiliki perbedaan 8 tahun dengan Shakeel Zaferino. Daviandra adalah kekasih

dari Shakeel Zaferino. Hubungan terlarang mereka berawal ketika Shakeel

mengunjungi sebuah club malam. Saat itu Daviandra yang memang memiliki

ketertarikan dengan sejenis nya sudah di rasakan sejak Sekolah Menengah Pertama

nya. Dia mendekati Shakeel yang berwajah tampan itu, dan mengajak nya kencan.

Tidak di sangka nya kalau Shakeel menyambut perasaan Daviandra.

Daviandra menuruti permintaan kekasih nya. Segera di atur

nya posisi membelakangi Shakeel.

Shakeel memegang pinggul Daviandra, memasukkan senjata ampuh

nya secara perlahan.

JJJLLEEBB…..

Bagian bawah Shakeel sudah masuk semua ke lu**ng milik

Daviandra.

“Sekarang aku akan bergerak.” Ucap Shakeel.

“pelan-pelan ya sayang.” Pinta Daviandra.

Shakeel memaju-mundur kan alat nya dengan pelan, membuat

Davian menikmati nya.

“Lebih cepat sayang, lebih cepat..” pinta Davian menuntun

pinggul Shakeel.

Shakeel menjadi lebih semangat dan mempercepat aksi nya.

Desahan dari kedua pria itu keluar secara bergantian.

Mereka terus memainkan nya cepat dan semakin cepat, hingga

mencapai klimaks bersama.

“Aku sudah keluar sayang. Apa kau juga?” Tanya Davian yang

masih menungging.

“Iya, aku juga sudah keluar..hhhaaahhh…” jawab Shakeel di

belakang bok**g Davian dan memeluk nya.

Mereka serentak berbaring telentang di atas tempat tidur

setelah selesai mengeluarkan nafsu nya.

Hanya suara nafas berat yang terdengar, keringat membasahi

tubuh mereka, dan tentu saja masih dalam keadaan telan***g.

“Sayang, apa kau puas?” Tanya Daviandra memutar tubuh nya

sehingga berada di depan dada Shakeel yang mengatur nafas nya.

Shakeel tersenyum bahagia, di cium nya lagi bibir Davian

yang berada di hadapan nya, ciuman ganas yang sangat dalam.

Shakeel mengubah posisi nya menjadi duduk, dalam keadaan

saling berciuman. Daviandra juga berubah posisi berada di hadapan Shakeel duduk

di pangkuan Shakeel.

‘Seperti nya kau masih kurang puas sayang?” Tanya Shakeel

yang melepas ciuman nya.

“Aku pikir kamu yang kurang puas.” Jawab manja Daviandra.

“Apa kau mau kita melakukan nya lagi?” bisik Shakeel.

“Hahahaha…. Kau sangat nakal.” Jawab Daviandra.

Dan mereka pun mengulangi lagi aksi mereka.

****************

Di dalam rumah kebesaran tempat berkumpul keluarga besar

Shakeel Zaferino. Orang tua dan  nenek

nya resah dan khawatir dengan hubungan asmara yan terlarang itu terjalin lebih

lama.

“Apa mereka masih berhubungan?” Tanya seorang wanita berusia

56 tahun.  Sonya Lisa nama nya.

Wanita itu adalah ibu kandung dari Shakeel Zaferino.

“Benar nyonya, dan tadi malam mereka berada di salah satu

hotel.” Jawab karyawan nya yang sudah bekerja dengan nya selama 10 tahun,

bernama Galen.

Sonya merasa sangat kesal dan marah, mendengar hubungan

terlarang putera nya. Sudah lama dia mendengar dan berusaha untuk memisahkan

mereka namun selalu gagal.

“Apa yang harus kita lakukan pa?” Tanya Sonya pada suami nya

yang duduk di hadapan nya.

Reynand Pradana, pria berusia 58 tahun itu adalah papa nya

Shakeel. Masih berpikir dengan tingkah memalukan dari anak semata wayang nya.

“Hah….” Suami nya membuang nafas berat. Tampak kerutan di

wajah nya semakin terlihat.

“Papa juga tidak tahu ma. Papa sudah lelah memikirkan nya.”

Jawab Reynand menggelengkan kepala nya.

“Anak itu membuat nama keluarga kita menjadi malu. Walaupun

dia hebat dalam berbisnis, tapi hubungan asmara nya menjijikkan.” Ucap papa nya

lagi memegang kepala nya.

Elfrida, berusia 78 tahun turun dari tangga, di bantu

pelayan pribadi nya. Menghampiri anak dan menantu nya itu.

“Di mana cucu ku? Apa dia sudah pulang?” Tanya nenek

Elfrida.

Sonya dan Reynand saling melihat.

“Mama, kenapa mama tidak istirahat di kamar saja.” Jawab

Reynand, anak nya Elfrida.

“Iya ma. Kalau mama membutuhkan sesuatu, biar pelayan yang

mengurus nya.” Tambah Sonya.

Elfrida melihat anak dan menantu nya satu persatu dengan

kesal.

“Di mana cucu ku? Apa dia belum pulang?” Tanya lagi dengan

nada sedikit keras.

“Ma, Shakeel belum pulang. Dia sangat sibuk dengan pekerjaan

nya. Sebentar lagi juga pulang.” Jawab Reynand.

Elfrida melihat putera nya.

“Kau pikir aku tidak tahu di mana cucu ku berada? Apa kalian

pikir orang tua Bangka ini bodoh?” Tanya nya tegas.

“Ma, jangan berbicara seperti itu, kami….

“Cukup! Kalian tidak bisa mengurus satu anak saja? Ini semua

salah mu Sonya, kau hanya melahirkan satu anak saja. Kalian lihat bagaimana

tingkah nya di luar sana? Membuat malu keluarga.” Elfrida berbicara sambil

berdiri.

Sonya merasa sangat sedih mendengar kalimat dari mama mertua

nya.

“Ma, apa yang mama bicarakan? Ini tidak ada hubungan dengan

Sonya.” Rey berusaha menenangkan mama nya.

“Tidak ada hubungan? Lalu siapa yang salah di sini? Aku?” Tanya

Elfrida yang sudah emosi.

“Mama, tidak ada yang salah di sini. Mama tolong jaga

kesehatan mama.” Bujuk Reynand.

Elfrida memegang dada nya, mengatur pernafasan yang sudah

mulai sesak di rasakan.

Dengan bujukan putera nya, dia duduk dan diam.

“Aku tidak mau cucuku seperti ini. Entah apa yang di lalui

nya sehingga memilih hubungan terlarang ini.” Ucap Elfrida.

“Ma, kami juga tidak mau putera kami…….

Elfrida melihat menantu nya dengan tatapan sinis. Membuat

Sonya diam seketika.

“Cepat carikan cara agar dia bisa berubah. Usia nya sekarang

sudah 30 tahun lebih.” Ucap Elfrida dengan suara pelan.

Elfrida berdiri ingin kembali kekamar. Di bantu Sukma,

pelayan pribadi nya. Dia meninggalkan anak dan menantu nya yang masih bingung

dengan keadaan.

Elfrida sangat lelah dan malu dengan berita yang buruk

tentang cucu nya. Beberapa kali dia menangis seorang diri di dalam kamar.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Eva Simbolon
waw..........
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status