Bab 2

Maaf Nih ya publish ulang

Happy reading

....

"Bagus deh akhirnya lo sadar diri juga buat balas budi." Jira menatap acuh kearah jihan yang sekarang tertunduk dihadapannya.

"Seenggaknya gue harus bilang makasih ke lo karena mau gantiin gue buat jadi menantu anak keluarga Koo yang cacat itu,Dan gue ngerasa bebas kalau lo udah gak jadi parasit lagi di keluarga gue."

Jihan hanya bisa menatap bebatuan kecil di bawah kakinya seraya menahan kesal.

Untung lo anaknya tuan park,batinnya yang terus berkecamuk karena kesal.

"Kemungkinan besar nanti malam keluarga Koo kesini buat ngomongin masalah perjodohan itu gue gak mau lo sampai keliatan cantik dimata mereka jadi lo gak boleh dandan!" Tukas Jira kemudian pergi meninggalkan Jihan yang sekarang merosot kebawah.

"Gila tu orang." Dengusnya kemudian bangkit dan berjalan menjauhi taman belakang.

Setidaknya dia udah punya kesepakatan sama tuan Park untuk jaga-jaga supaya kejadian yang buruk tidak terjadi.

"Seandainya waktu itu bi dain gak di pecat." Lirihnya.

Memori kejadian menyakitkan itu terkadang mengganggu nya.Kejadian dimana ia tidak sengaja menemukan jam tangan dan menjualnya untuk biaya berobat keponakan bibi dain.

Tapi sayang ternyata jam itu milik kak sungjae yang merupakan menantu keluarga itu.

Masalah itu yang membuat Bibi dain di pecat karena membela Jihan, dengan mengatakan kalau Jihan melakukannya untuk membantu dia membayar biaya rumah sakit.

Entahlah setidaknya sekarang Jihan tau kalau Bibinya itu baik-baik saja dan sudah mempunyai mata pencaharian baru.

"DORR!!"

Jihan tersentak tatkala tangan Woojin menempel di kedua pundaknya.Woojin dengan tampang tak berdosanya tersenyum kearah Jihan.

"Ngapain sih ngelamun disini?" Tanya Woojin penasaran.

"Kakak yang ngapain disini? Bukannya Kak woojin baru pulang dari jeju ya?" Kini giliran Jihan yang bertanya.

"Iya nih,Tapi kangennya sama kamu aja."

Jihan tersipu...dia lantas memukul pelan lengan woojin.

"Kak woojin ada-ada aja."

"Iya beneran han,aku kangennya sama kamu doang."

Boleh gak sih Jihan Baper?

...

Jihan

"Silahkan duduk."

Gue deg-degan parah tatkala keluarga Koo datang dengan formasi lengkap.

Ada Nyonya Koo dan Juga Tuan Koo hanya saja ada laki-laki muda yang duduk di kursi roda dengan tatapan datar menatap sekitar.

"Sebelumnya,Saya minta maaf karena telah memaksa melakukan perjodohan ini." Ucap Nyonya Koo yang memulai pembicaraan.

"Ah tentu tidak apa-apa,Wajar saja kalau seorang ibu menginginkan yang terbaik bagi anaknya."

Jujur pas denger mak lampir ngomong gue pengen muntah.Ternyata dia berbakat jadi Aktris kalau gitu kenapa gak coba casting aja ya?

"Itu siapa? Itu jira ya?" Sapa Nyonya Koo Ramah seraya memandang kearah gue.

"Bukan." Kali ini Tuan park yang jawab.

"Loh?"

"Dia Jihan,Dia yang akan menggantikan Jira menikah dengan Tuan muda Jungmo."

Dari raut wajah terkejut keluarga Koo gue udah bisa pastiin mereka pasti kesel banget.

Ya gimana gak kesel? Ibaratnya tuh keluarga koo udah nawarin berlian eh malah dikasi batu.

Tapi seenggaknya ada satu orang yang punya tatapan datar dan gak berkutik daritadi.

"Bukannya tanpa alasan saya ingin Jihan yang menjadi istri tuan muda jungmo,Hanya saja Jira masih terlalu dini untuk itu sementara Jihan baru saja lulus SMA kemarin."

Nyonya Koo terlihat menimbang ucapan Tuan Park.Terlebih lagi saat melirik kearah putranya.

Jujur aja nih ya,Tuan muda keluarga Koo itu sebenarnya ganteng banget.Tapi sayang aja dia punya kekurangan fisik.

"Baiklah saya akan memaklumi itu,Saya harap kamu bisa bertahan dengan putra saya."


Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status