Part 12

Part 12

Ciiit .... 

Tiba-tiba saja Rey ngerem mendadak. Ada apa ini?

Aku terlonjak kaget. Untung saja sabuk pengaman tak lupa kupakai.

"Astaghfirulloh. Ampuni hamba Ya Alloh, hamba belum mau mati. Mama ... tolongin Key ...." Kedua tanganku kuletakkan di depan mata. Tak sanggup melihat kenyataan yang mungkin saja terjadi.

Jantung kian keras berdetak, takut kalau seandainya nyawa ini .... 

"Berisik! Jangan lebay bisa? Saya cuma ngerem mendadak, nggak kecelakaan." Nah, biang onar dengan rasa tak bersalahnya ngomong gitu. Dosa nggak sih, membantai suami modelan si manusia batu.

"Heh, kenapa jadi lo yang marah-marah, harusnya gue yang marah karena lo udah bikin jantung gue hampir mau copot," omelku.

"Saya kan cuma ngerem, kenapa kamu se

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status