Share

Part 22

Setelah pagi tadi jalan-jalan muteri komplek, dilanjut ngobrol-ngobrol sama mertua yang berakhir aku membantunya sekaligus belajar masak, maka malam ini badanku rasanya pengen remuk. Belum lagi tadi diceramahin, eh diomelin sama oma, tambah menderita lah aku. Lahir batin rasanya nggak enak. Seenggak enaknya hidup jomlo. Eh. 

Sebenarnya kalau udah masuk malem gini rasanya males banget, karena harus tidur sekamar sama si manusia batu itu. Memang sih, nggak tidur bareng, tapi sikapnya dan omongannya itu lho, yang suka bikin naik darah. Maklum, oma dan cucu sama-sama keturunan sangobion. Tahu sangobion? Itu lho, multivitamin penambah darah. Kalau nggak salah sih, hehe. 

Ceklek. 

Terdengar suara pintu dibuka. Siapa lagi yang dateng kalau bukan si empunya kamar. Kamar yang bagus nan luas ini berbanding terbalik sama yang punya. Jelas lah, yang punya udah nggak bagus, nyebelin pula, walau kata orang-orang dia tampan. Ck, mun

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status