STUCK in MARRIED
STUCK in MARRIED
Author: Dyantii Sastravell
Prolog

" Hm Alan,, apa kau mencintaiku hmm?" Desah seorang wanita berparas cantik menatap pujaan hatinya dengan lembut

" Ahh,, ya,aku sangat mencintaimu sayang" ujarnya dengan nafas yang tertahan, rasa nikmat menjalar di seluruh tubuhnya, ia dengan cepat bergerak keatas dan kebawah hingga akhirnya ia melepaskan sesuatu yang begitu menyulitkan untuk ditahan. 

" Hmm terimakasih sayang " 

" Alan?!! " ucap Aira dengan suara lantang,  tubuhnya bergetar hebat menahan gejolak di dalam hati aira, tak menyangka bahwa kekasihnya Alan malah bersama dengan zua, temannya Aira sendiri. Alan yang mendapati Aira berada di depan pintu segera menghampirinya

Plakk...

Suara tamparan berasal dari tangan mulus aira yang begitu keras sampai terdengar menggema di seluruh ruangan berukuran cukup luas itu, dengan nuansa dinding berwarna monokrom namun nyaris tak terlihat keindahanya karna pencahayaan di ruangan itu sedikit redup, membuat siapapun yang berada di dalamnya dapat merasa sedikit gelisah dan mampu dengan mudah terbuai oleh situasi yangmencekam.

 " Aku., aa,,kuu...  Bisa jelasin raa,,! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan " Sontak Alan membela diri, ia menghampiri aira mencoba menggenggam tangan Aira dan mencoba menjelaskan  

 " Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Alan, teganya kamu bermesraan dengan temanku sendiri! " Ujar Aira penuh dengan emosi, menepis tangan Alan ke sembarang arah,aira mencoba menahan air mata yang semakin sulit untuk di bendung. 

 " Aku mohon percaya sama aku ra,! " ucap alan sedang Zua mendekati Alan yang kini tengah bergelayut manja memeluknya dari arah samping, menatap Aira dengan tatapan mengejek. 

" Sayang,,  bukankah kamu hanya mencintaiku saja selama ini,  biarkan Aira tau, agar kita bisa terus sama-sama tanpa perlu bersembunyi lagi, toh Aira sekarang sudah tidak punya apa-apa, dia miskin, kamu masih mau menjalin hubungan dengan seorang perempuan miskin? " Jelas zua dengan tatapan mengejek membuat aira geli dan jiji, layaknya lajang yang tak tahu malu, sedangkan alan terus menatap aira dengan sorot penyesalan.

 " Aku gak nyangka sama kamu zua, sekarang aku sudah paham. Maka dari itu berbahagialah! " Ujar Aira tersenyum tipis menahan luka, ia berlali meninggalkan mereka berdua di sebuah kamar, yah dikamar itulah saksi bisu atas pengkhianatan yang mereka lakukan di belakang Aira, betapa terkejutnya aira saat mengetahui semua itu.

______________________________________________________________________________________

 Malam itu Aira mendapat pesan dari zua untuk menemuinya yang tengah berada di sebuah hotel Maxime bintang lima dengan gaya arsitektur eropa, bahkan nampak seperti sebuah kerajaan  bagi siapapun yang melihatnya pasti terkejut untuk sebuah hotel yang begitu mewah, Aira terpukau di buat kagum dengan nuansa hotel tersebut, Aira tak banyak berfikir ataupun curiga kenapa zua yang berada di hotel mewah malam-malam begini. ia langsung bergegas menuju lantai dan kamar yang telat zua beritahu sebelumnya.

Namun setibanya Aira di depan kamar hotel yang di dalamnya adalah zua dan terdengar suara seorang laki-laki yang tak asing terdengar di telinga Aira, Aira mencoba mengalihkan pikirannya yang aneh, tidak mungkin kalo itu suara Alan, tapi hati Aira tak bisa memungkiri bahwa itu memang suara Alan.

Terdengar suara desahan dari kedua pasangan di sebuah ranjang besar yang tengah bermadu kasih. Dengan ragu Aira membuka pintu dan sontak membuat Aira teriak dengan lantang, gemuruh di hatinya seolah membakar dirinya. Sakit dan kecewa semua bercampur menjadi satu.

Teman baiknya dan kekasihnya lah yang tengah bermadu kasih diatas ranjang itu, mereka berdua menghianati Aira, saat Aira membuka pintu, tiba-tiba Alan menoleh ke arah pintu dan mendapati Aira sedang menyaksikan mereka berdua tanpa busana. Alan mendekati Aira, mencoba menjelaskan bahwa yang Aira lihat hanyalah kesalahpahaman belaka.

Namun sialnya, aira tidak percaya. Aira bukan gadis bodoh yang bisa di tipu dengan penjelasan receh seperti itu. 

 Aira melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut, berlali sekencang mungkin, ia masih tidak percaya mengapa kedua orang yang dia percaya malah mengkhianatinya, apa salahnya sampai mereka sejahat itu, disaat keadaan Aira terpuruk, Alan sebagai kekasihnya bukanya membantu meringankan beban namun malah membuat Aira semakin terluka dengan hebat.

Pengkhianatan yang telah Alan lakukan sudah tidak bisa di maafkan, bagaimana bisa alan membuat Aira terluka padahal selama ini aira dan keluarga Aira lah yang membuat Alan sampai bisa di titik sekarang, kalo bukan berkat aira mungkin Alan tak akan pernah mendapatkan jabatannya yang sekarang.

Aira terus berlari di lorong hotel hingga tanpa aira sadari dia telah menabrak seorang laki-laki, entah nasib apa lagi yang sedang menunggu Aira, seketika kepala Aira terasa berputar dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri hingga akhirnya tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan tubuh aira, beruntungnya laki-laki tersebut menangkap tubuh aira dengan cepat tepat di pangkuannya, sehingga aira tak merasakan sakit pada tubuhnya, ya Aira tidak sadarkan diri. 

 "Ck.. Merepotkan saja " Ujar lelaki itu dingin dan ketus, dengan muka yang datar. 

Lelaki itu membawa Aira kedalam sebuah kamar yang berada di hotel tersebut, meletakkannya diatas ranjang lalu lelaki itu sekilas menatap wajah aira yang polos dan manis

 " lumayan juga " Ujarnya tersenyum jail, tanganya mengelus pipi Aira yang lembut. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh lekaki tersebut,hanya dirinya saja yang tahu. 

Jangan lupa komennya😘

Dyantii Sastravell

Semoga kalian suka ceritaku di bab pertama ini, mohon dukungannya dengan komen dan jangan lupa kasih aku bintang 5 yah guys, terimakasih sudah mampir 🥰😘

| 1

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status