Permintaan Malam Pertama

***

Happy Reading

***

Bab 17

Permintaan Malam Pertama

Bulan maduku dengan Reino tergolong biasa, tiada hal yang manis. Semua berjalan tidak seperti bayangan di novel-novel romantis yang kubaca. Di mana kebanyakan pasangan yang berbulan madu saling bermanja, menikmati matahari terbit atau tenggelam bersama, atau yang paling sederhana saling tersenyum dan berbalas kata sayang. Semua itu tidak kurasakan. Yang ada hanya kecanggungan dan kekecewaanku pada Reino yang masih terus berlanjut.

“Tit, sini dong!” ujar Reino malam itu. Ia menyuruhku untuk duduk di sebelahnya. Jendela kamar terbuka, ia sudah duduk di lantai kayu yang berada di luar jendela kamar, sedangkan aku masih berada di dalam kamar. 

Aku terdiam sejenak, menimbang apakah harus bergabung dengan Reino atau tidak. Setelah memutuskan untuk menuruti Reino, aku pun berjalan, melewat

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status