Share

Terbuka

Bab 21

Terbuka

Beberapa hari kemudian, kudapati pintu depan rumah berbunyi. Ada yang mengetuk dengan kencang, beberapa kali, sampai akhirnya aku menyahut dengan teriakan. “Iya, tunggu sebentar.”

Saat kuputar kunci dengan sedikit terburu-buru, aku baru berpikir. Siapa gerangan yang bertamu pada jam 05.30 pagi?

Setelah membuka pintu depan, aku sangat tidak percaya saat melihat sosok yang kurindukan selama ini. “Mama,” ujarku penuh semangat lalu berjalan cepat dan memeluknya dengan erat. “Ma, Tita kangen banget sama Mama.”

Mama mengusap pundakku dengan kencang, sesekali diusapnya kepalaku. “Mama juga kangen kamu. Makanya Mama bela-belain ke sini, kita pulang ya, ke Jakarta.”

Wajahku langsung menegang. “Aku kan udah bilang mau tinggal di Cirebon,” balasku langsung sambil melepaskan pelukan Mama. Kulihat

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status