MY TEACHER MY HUSBAND
MY TEACHER MY HUSBAND
Author: Tazanie
PROLOG

Ini adalah mimpi buruk Karra menikah dengan pria yang sama sekali tak dikenalinya. Dan sekarang ia harus mendengar ijab kabul tersebut dengan lantang. "Ya Tuhan mimpi apa gue semalam." Ucap Karra sebal duduk di samping lelaki tak pernah dikenalnya.

Pernikahan yang terjadi begitu singkat, bahkan perkenalannya saja tidak ada. Apalagi pernikahan itu terjadi dirumah sakit. 

Didepan Ayah Karra, Seno menjadikan perempuan yang masih berusia 17 tahun itu. Kini Seno dan Karra sah menjadi sepasang suami istri. 

"Karra, ayah senang kamu mau menikah dengan nak Seno." Ucap Irfan ayah dari Karra. "Seno titip Karra. Ayah pesan jangan sentuh Karra dulu sampai dia selesai sekolah."

"Iya, Yah." Sahut Seno dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi. "Saya ada urusan, boleh saya pergi."

"Hati-hati, Nak Seno." Ucap Dina Bunda dari Karra. "Kar, kalau suami pergi salam dong."

"Hah? Salam."

"Iya seperti Bunda dan Ayah." 

Ah.. salam? Pernikahan apa yang tidak ada cinta. Karra sangat jengkel, tapi sangat terpaksa ia melakukannya dihadapan kedua orangtuanya dan Ibu mertuanya. 

"Hati-hati ya." Karra mencium punggung tangan Seno dengan bibirnya yang mengerucut sebal.

"Wait... Wait.. Panggil Mas dong Karra. Dia suami kamu, jadi harus hormat." Kali ini Mama Shanti menegur Karra dengan sangat lembut.

Karra tersenyum terpaksa. "Hati-hati ya, Mas."

"Hmmm."

Seno memang kaku, dia tidak bisa melakukan wanita dengan baik. Untuk romantis jangan bermimpi, itu tidak ada dikamus Seno. 

"Seno..." Langkah Seno terhenti ketika suara penekanan dari Mamanya Shanti terdengar. 

Seno berbalik memandang kearah Shanti. "Jangan kaku, cium istrimu sebelum pergi."

Seno dan Karra saling menatap sejenak, Seno tak bisa membayangkan hal menggeli seperti itu. "Jangan bercanda, Ma."

"Mama enggak bercanda. Cium sekarang." Kelemahan Seno adalah Mama Shanti, ia tidak bisa menolak apapun permintaan Mamanya. Dan sangat terpaksa ia mencium Karra sekilas. 'Mama... Ngapain juga suruh gue cium nih bocah.' Batin Seno.

*** 

Seno benar merasa buruk, harus menikah dengan perempuan yang sama sekali tak dikenalnya. Apalagi cinta, itu tidak akan pernah. 

Ia melajukan mobil kearah Jakarta. Ia harus mengurus perpindahannya di tempat ia mengajar. Seno seorang guru bahasa Indonesia. Itu suatu pekerjaan dicintai Seno.

Dan sekarang ia harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa cinta, dan pasti penuh drama karena dia menikahi perempuan yang masih 17 tahun. Sementara dirinya sudah 26 tahun. 'Gue benar-benar terjebak nih. Lebih baik gue kesekolah dulu , baru cari rumah baru tempat gue dan Karra tinggal.'

Disisi lain, Karra yang masih berpakaian kebaya pengantin, ia tampak menelpon seseorang diluar kamar ayahnya.

"Halo." Ucap Karra pelan tak ingin ada yang fahu  jika dia menelpon seseorang.

"Rangga.. Maaf ya hari ini aku enggak bisa pergi temui kamu di cafe biasa. Ayah aku sakit." Karra menelpon Rangga kekasihnya. Ya.. Karra memiliki kekasih dan sekarang Karra sudah menjadi istri Seno.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status