Share

Motor dan Alexa

Hari ini Anta benar benar akan menjemput Lexa, tanpa ada alasan lagi. Tapi ternyata Lexa di antar oleh ayahnya, karena Lexa ketahuan membawa motor kesayangannya kesekolah. Jadi Lexa di hukum tak boleh mengendarai motor kesayangannya itu selama seminggu penuh.

Lexa masuk ke kelas dengan tampang betenya. Dia masuk dengan menghentak hentakkan kakinya di tanah. Anta yang tau ke kesalan Lexa langsung menghampirinya. Karena dia tak ingin Lexa berbuat yang lebih aneh lagi.

“Lexa udah sih betenya, nanti gue janji kalo selama seminggu ini gue bakalan anterin lo pulang” kata Anta, membujuk Lexa agar tidak bete lagi.

“Beneran Nta!!, tapi tetep aja gue sedih seminggu gak bisa naik Baby Blue” kata Lexa.

“Baby Blue? Sapa tu?, lagian kalo lo mau naik tinggal naik doang si Lex, gak usah di idupin”

“Eh si dodol, maksud gue ngendarain, lu mah gak peka. Baby Blue tu  nama motor kesayangan gue lah” kata Lexa sambil bersungut sungut marah.

“Lo kan juga cuma puasa seminggu gak main sama Baby Blue lo. Beneran deh seminggu ini lo pulang bareng gue” kata Anta

“Yey!! Beneran ya, awas lo nipu gue lagi” kata Lexa dengan mata berbinar.

Anta hanya mengangguk, dia tersenyum tipis. Bahkan sangat tipis, dan hanya dia yang tau bahwa dia tersenyum. Anta merasa bahagia bila Lexa bahagia, entahlah kenapa rasanya jika bersama Lexa dia merasa nyaman dan tenang. Bahkan sifat bad boy tidak pernah keluar jika bersama Lexa, kecuali sifat jail dan konyolnya.

Tak lama setelah mereka berbincang, guru masuk ke kelas. Mereka mengikuti pelajaran dengan tenang. Walau kadang Anta menjaili Lexa. karena bagi Anta sehari saja tanpa menjaili Lexa serasa ada yang kurang.

Setelah sampai diparkiran Anta langsung mengambil motor sport kebanggaannya. Dia menghapiri Lexa, yang menunggunya di depan gerbang sekolah. Anta juga tidak tau mengapa Lexa menunggunya disana, padahal bisa saja Lexa langsung naik motor waktu di parkiran.

"Widih motor gede banget Nta” kata Lexa.

“Iya dong siapa dulu Anta, keren gak?” kata Anta narsis.

“Narsis lo, eh tapi gimana gue naiknya?” tanya Lexa polos.

Dia menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal. Karena dia keceplosan, kalau dia tak bisa menaiki motor Anta yang terlalu tinggi untuknya. Lalu dia mengelilingi motor Anta untuk mencari cara agar dia bisa naik.

"Lo kan biasanya juga naik motor kesayangan lo. Masak naik ini aja lo gak bisa" ejek Anta.

"Yeh, motor gue gak setinggi ini kali Nta. Salah sendiri motor lo ketinggian" elak lexa.

"Kalo itu mah bukan salah motor gue, itu salah lo sendiri kenapa gak tinggi. Hahaha!!" kata Anta mengejek.

“Anta mah gitu, mentang mentang tinggi” sebal Lexa.

“Yaudah sini gue bantu” kata Anta.

"lo tu ya udah pendek berat lagi" ejek anta.

" Gue gak berat tau" elak lexa.

"Huh dasar gendut" kata Anta.

"Gue gak gendut Anta" kata Lexa sebal.

"Hu gendut, gendut!! lexa gendut, gendut!!" ejek Anta.

"Anta!! gue gak gendut tauk!" sebal Lexa. Dengan muka masam Lexa lalu mencubit pinggang Anta.

"Aw.. aw.. sakit Lexa!" kata Anta.

"Salah sendiri wlek" kata Lexa sambil memeletkan lidahnya.

"Awas lo ya" ancam Anta.

"Ah udahlah cepet, nanti keburu sore tauk" kata Lexa mengalihkan.

"Dasar, awas aja besok gue bales lo" kata Anta.

"Uhh takut, hahaha" ejek lexa.

Murid serta guru yang melihat kejadian itu hanya geleng geleng kepala. Dan Lexa menunduk malu, kerena ternyata dari tadi mereka menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah. Sedang Anta hanya cuek saja mengetahui itu.

Lalu anta menstarter motor sportnya. Setelah menyala mereka pergi ke toko alat tulis untuk membeli name tag. Untuk tanda pengenal mereka, supaya guru guru tau nama mereka masing masing.

"Mb name tagnya dua" kata Anta.

"Ini mas name tagnya. Dua ya, harganya sepuluh ribu" kata mb penjaga kasir. Lalu Anta menyerahkan uang

sepuluh ribuan.

"Mb kembaliannya ambil aja ya, gue iklas kok" kata Anta sok.

“Mas inikan pas, gimana mau kembalian” kata Mb kasir. Sontak Lexa langsung ketawa terbahak bahak.

“Hahahaha!! Nta Nta, makanya jangan sok. Hahaha ketauan malu kan lo, hahaha!!” kata Lexa sambil ketawa terbahak bahak.

"Ni punya lo" kata Anta jutek. Sok jutek, biar gak ketauan kalo malu. Lalu dia memberikan salah satu name tag yang di belinya pada Lexa.

"Makasih ya Anta, gue ganti ya" kata Lexa.

"Gausah lah kak lo bareng gue jadi gue beliin. Jadi lo gak usah ganti" kata Anta gentle.

"Tapi Nta, tadi aja gak ada kembalian lo bilang kembaliannya ambil aja. Beneran ni gak usah di ganti wkwkwk" kata lexa setengah mengejek.

"Njir lo masih inget aja, tadi tu gue cuma bercanda doang elah. Lupain aja napa" potong anta.

“Lo ngomong mah enak, sedangkan gue. Sumpah Nta tadi tu harusnya di abadiin. Caption kayak gini ‘Seorang Antariksa Derevano, ternyata tidak terlalu pandai. Uang pas di suruh ambil kembaliannya’ gimana keren gak. Hahaha” kata Lexa dengan di iringi tawanya.

“Gak ada lucunya sama sekali” kata Anta jutek.

“Siapa bilang gak lucu, pasti semua orang kalo denger pasti ketawa. Wlekk!” ejek Lexa

"Lo mau kemana lagi?" tanya Anta sebagai pengalihan.

"Gue mau pulang aja, nanti gue dicariin bokap" kata Lexa.

"Oke kita pulang, siap?" tanya Anta.

"Siap dong, ayo kita jalan!!" kata Lexa semangat. Lalu mereka berjalan menuju rumah Lexa. Tak berapa lama mereka sampai di depan rumah Lexa.

"Makasih ya Nta udah mau anterin Lexa, mau mampir dulu?" tanya lexa.

"Iya sama sama, lo mau gue di makan bokap lo" kata Anta.

“Oh iya, mampus gue mana kita di depan rumah” kata Lexa sambil menepok jidatnya.    

“Noh tau” kata Anta.

"Ya udah, sekali lagi makasih ya Anta." kata Lexa.

"Oke, awas hati hati kena semprot" kata Anta mengejek. Lalu Anta menyalakan motornya dan berjalan menjauhi rumah Lexa. Setelah punggung Anta tak terlihat lagi barulah Lexa masuk kedalam rumah.

Saat Lexa membuka pintu, Lexa melihat Ayah dan Bundanya diruang tamu. ‘MAmpus! Ayah udah pulang’ batin Lexa.

"Assalamualakum Yah, Bun. Tumben Ayah udah pulang jam segini." kata Lexa.

"Iya, kerjaan Ayah di kantor cuman sedikit. Jadi Ayah bisa pulang cepet. Lexa kamu tadi pulang sama siapa?" tanya Ayah Lexa.

"Ehm itu temen Lexa Yah, kalo gitu Lexa mau ke kamar dulu ya" kata lexa. Ayahnya terlihat ingin bertanya lagi tapi di tahan oleh Bundanya.

"Abis ganti baju langsung ke meja makan. Bunda udah masakin makanan kesukaan kamu" kata Bunda Lexa.

"Wih beneran bun, kalo gitu Lexa ke kamar dulu ya" kata Lexa semangat.

Ayah dan Bunda Lexa yang melihat kelakuan anaknya itu hanya geleng geleng kepala. Bunda tiba tiba berkata pada ayah Lexa.

“Biarkan Lexa bergaul dengan teman temannya Yah. Yang penting dia tau batas batasnya” kata Bunda Lexa. Ayah hanya mengangguk tanda setuju. Tak berapa lama Lexa keluar kamar. Lalu Lexa menuju kemeja makan.

"Saatnya makan hmm, yummy" kata Lexa. Lexa memakan makannya dengan lahap.

Bunda Lexa yang melihat anaknya makan dengan lahap. Tersenyum karena masakannya disukai oleh anaknya. Berarti tak sia sia perjuangannya, membuat makanan itu. Lelahnya langsung hilang ketika melihat anaknya makan dengan lahap.

"Lexa makannya pelan pelan aja sayang" kata Bunda Lexa.

"Hehe iya bun, abisnya masakan Bunda enak sih" kata lexa cengengesan. Setelah makan lexa mau pergi ke kamar. tapi ayahnya memanggilnya.

"Lexa sini sayang" panggil Ayah Lexa.

"Ada apa yah?" tanya Lexa.

"Ayah mau nanya boleh gak?" tanya Ayah Lexa. Lexa sedikit bingung tak biasanya Ayah memanggilnya seperti ini.

"Ayah mau nanya apa." kata Lexa.

"Tadi kamu diatar pulang sama siapa?" tanya Ayah.

"oh yang tadi, namanya Antariksa Derevano temen baru lexa" kata lexa.

Saat mendengar nama teman baru Lexa. Sedikit wajah kaget tercipta diwajah Ayah Lexa. Tapi langsung ditepisnya agar Lexa tak curiga.

"Gimana tadi dia disekolah, kamu gak diapa apainkan. Dia gak macam macamkan" kata Ayah Lexa sedikit cemas.

"Gak kok malah Anta baik banget sama Lexa. Dia temen pertama lexa, dia juga yang nganterin Lexa beli name tag. Pokoknya dia baik banget deh yah" kata Lexa.

"Baguslah, kalo dia macam macam bilang sama Ayah" kata Ayah.

"oke, siap Ayah" kata Lexa.

"Yasudah sekarang Lexa tidur udah malem" kata Ayah Lexa.

"Iya Ayah, kalo gitu Lexa ke kamar dulu" kata Lexa.

Lalu Lexa pergi ke kamarnya, di dalam kamar Lexa berfikir kenapa ayahnya bertanya begitu. Tapi dia tak mau ambil pusing. Jadi lexa tak memikirkannya lagi, dan menganggapnya angin lalu.

"Dari pada pusing mending main handpone dulu. Sebelum tidur baca cerita di wattpad asik kali ya" kata Lexa.

Lexa lalu membuka aplikasi novelnya dan mulai membaca. Tapi lama kelamaan dia merasa bosan. Ahirnya dia memutuskan untuk tidur. Dan dia sudah berpetulang di alam mimpi.

Related chapters

DMCA.com Protection Status