Part2:Makan Bersama

Mobil yang kami kendarai pun sampai di sebuah restoran Italia lalu kami mencari tempat duduk yang sudah disediakan oleh Mr.Dimitri bahkan dia sudah di sana,datang lebih awal dengan ditemani oleh dua wanita yang tentunya cantik.

"Duduklah,pesan apapun yang kalian inginkan."ucapnya santai lalu dia terlihat menikmati ciuman hangat yang jatuh di pipi kirinya dari salah satu wanitanya.

Dasar tidak tahu malu!

Aku dan lainnya duduk di meja panjang,aku duduk di dekat Evan di samping kiri sebelah wanita Mr.Dimitri lalu di depan kami ada Olivia yang duduk di samping Mr.Alex,kami duduk saling berhadapan.

Tak lama wanita Mr.Dimitri pun pergi dan mereka terlihat seperti pelayan restoran ini tapi apa mungkin mereka merelakan saja tubuh mereka dipermainkan seperti itu?

Entahlah aku tidak tahu dan sekarang jadi aku yang duduk di sebelah Mr.Dimitri karena dia pindah posisi menjadi di dekatku.

Perasaanku saat duduk di dekatnya jujur saja biasa saja tidak ada rasa gugup ataupun salah tingkah dan aku justru memikirkan makanan apa yang bisa masuk ke dalam perutku,karena sebenarnya aku tidak terlalu menyukai masakan Italia.

Tapi aku beruntung memiliki Evan dan Evan sangat tahu bahwa aku tidak begitu menyukai masakan Italia jadi dia memesankanku spageti sama seperti dirinya yang mungkin bisa sedikit diterima oleh perutku.

Sambil menunggu makanan datang sesekali Mr.Alex dan Mr.Dimitri berbicara mengenai bisnis dan saham yang aku tidak begitu mengerti.

"Hai Olivia!"sapanya dengan nada menggodanya.

'Pria ini memang pintar menjerat wanita dan Olivia jangan terjebak Mr.Alex menyukaimu seperti kamu menyukainya.'batinku mulai berteriak.

Dan satu fakta lagi,aku memang mengetahui bahwa Olivia menyukai Mr.Alex meski dia tidak langsung mengatakannya tapi aku bisa melihat dari tatapan mata dan perhatiannya yang berbeda jika sudah bersama Mr.Alex.

"Hai juga Mr.Dimitri."sapanya balik dengan raut datarnya meski dibalas dengan tatapan datar dari Olivia,Mr.Dimitri terlihat masih memasang senyum menjeratnya.

Tak lama pesanan kami datang dan aku sungguh sangat tidak ingin memakannya,oh perut tolong bisa menerimanya hanya sebentar saja.

"Kenapa mukamu seperti ingin muntah Alina?"tanya Mr.Alex dan seketika semua mata menatap ke arahku tak kecuali Mr.Dimitri yang sedari tadi terlihat enggan menatapku dan aku tidak peduli akan hal itu.

"Tidak apa Mr.Alex."jawabku pelan dengan tersenyum kikuk.

"Oh ya,sudah berapa lama kau bekerja dengan Alex?"tanya Mr.Dimitri dengan menatapku.

"Mr.Dimitri bertanya padaku?" tanyaku balik dengan sopan dan menatap Mr.Alex untuk meminta persetujuan bolehkah aku menjawab pertanyaannya dan dia terlihat menganggukan kepalanya.

"Tentu saja kau siapa lagi,apa kau melihat orang lain? Karena disini aku sudah tahu Evan dan Olivia."jawabnya dengan nada dinginnya.

Dia terlihat menakutkan,oke aku tarik kembali ucapanku yang mengaguminya karena sungguh dia terlihat tidak suka padaku padahal aku tidak melakukan apapun yang mengganggunya,dasar aneh!

"Delapan bulan."jawabku singkat lalu menatap spagetiku."Bolehkan aku makan makananku?"tanyaku dan menatap Mr.Alex dan dia terlihat menganggukan kepalanya lagi.

Bahkan Mr.Alex,Evan dan Olivia sudah makan terlebih dulu mengabaikan Mr.Dimitri yang kuyakini masih menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Aku pun memakannya dengan pelan lalu Mr.Dimitri tidak bertanya lagi dan mulai memakan makananya.

Tak lama kami sudah menghabiskan makanan kami dan aku benar-benar sangat tersiksa,aku ingin makan nasi!

"Alex,aku ikut mobilmu boleh?"tanya Mr.Dimitri dan itu mengundang kerutan di dahi Mr.Alex

"Kenapa kau ingin ikut mobilku,memangnya kau akan kemana dan dimana mobilmu?"tanya Mr.Alex beruntun dan terlihat tidak suka.

"Hanya ingin,aku ingin ke kantormu dan mobilku sedang dibawa Kenzo pergi untuk mengambilkan barangku yang tertinggal di apartemen."jawabnya cepat.

"Baiklah tapi kau duduk di belakang."Mr.Alex menyetujuhinya meski aku tahu dia tidak ikhlas dan aku merasa Mr.Dimitri memiliki maksud tersendiri ikut dalam perjalanan kami.

Kami pun segera menuju mobil dan sekarang posisiku duduk di tengah-tengah dua orang tampan di sebelah kiri Mr.Dimitri dan di sebelah kananku,Evan.

Wow...aku merasa tersanjung tapi aku juga merasa sebal kenapa Mr.Alex menyuruhku duduk di tengah,kenapa tidak duduk di bagian kanan?...Entahlah aku tidak tahu.

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang,Mr Dimitri terlihat mulai menggoda Olivia dan itu berhasil membuat Mr.Alex kesal lagi.

"Jadi ini rencanamu ikut dalam mobilku.Jika kau hanya ingin menggoda seketarisku,aku akan dengan senang hati menurunkanmu di sini."Mr.Alex terlihat serius dengan ancamannya.

"Aku hanya bercanda dasar tukang protektif aku tidak akan mengganggu wanitamu."ucapnya dengan tertawa dan menyindir sebal.

Aku menduga sepertinya dia senang jika membuat Mr.Alex kesal ataupun marah.

Tak lama suara dering ponselku meleyapkan tawanya serta suasana tegang karena bosku yang masih terlihat kesal dan dia beralih menatapku sedangkan aku terlihat mengembangkan senyumku karena mendapat telephon dari orang yang paling aku cinta di dunia ini tapi bukan kekasihku melainkan adikku keluarga yang aku punya satu-satunya di dunia ini.

"Hallo Bunny."sapaku riang dan tak lama terdengar gerutuannya disana,adiku Revanno sangat membenci diriku jika aku memanggilnya Bunny dan aku suka menggodanya.

"...."

"Iya sudah,apakah kamu sudah makan siang juga?"tanyaku dengan nada lembut.

"...."

"Baiklah tapi harus ingat waktu dan belajar yang benar jangan bermain-main saja."ucapku memberi nasehat saat dia ijin untuk pulang terlambat.

"...."

"Kembalikan saja hadiah mereka jangan terlalu direspon beri penolakan yang baik jika kau memang tidak suka jangan berniat menjadi playboy ataupun ingin mempermainkan perasaan seorang gadis.Lebih baik bicara jujur menyakitkan daripada bohong membawa luka mendalam."ucapku panjang memberi nasehat lagi saat dia bercerita mendapatkan banyak hadiah dan surat cinta dan dia bingung harus bagaimana memberi respon.

Adikku di sekolah memang terkenal tampan,pintar,baik hati dan ramah meski dia bukanlah anak dari orang kaya,kharisma adikku sanggup membuat banyak para gadis di sekolahnya menyukainya tapi sayangnya dia belum menemukan gadis yang tepat untuk hatinya walaupun dia dibanjiri oleh hadiah dan surat cinta dari para penggemarnya.

Bahkan pernah suatu hari dia membawa pulang banyak coklat dan berakhir aku membantunya menghabiskannya,itu sangat menyenangkan dan mengenyangkan.

"...."

"Oke sama-sama."putus sambungan telephon menghentikan pembicaraanku dengan adikku dan suasana di dalam mobil terlihat hening.

"Adikmu masih tidak berubah ya? Tetap menjadi idola."tanya Evan menatapku dan Evan memang tahu adikku dari ceritaku.

"Iya dan semakin menjadi saat dia berhasil membawa piala kemenangan untuk tim basket sekolahnya dan dia beberapa waktu ini sering mengeluh padaku karena lokernya penuh dengan surat cinta dan cokelat."jawabku dengan sedikit tertawa saat mengingat dirinya yang terus bercerita dan mengeluh ini,itu padaku.

Dan sebenarnya adikku itu bukanlah adik kandungku melainkan dia adalah adik angkatku dia dulu hanyalah anak tetanggaku yang hidup sebatang kara karena orang tuanya meninggal karena kecelakaan.Lalu ayah dan ibuku mengangkatnya menjadi anak mereka saat usianya masih kecil,mungkin sekitar empat tahun dan dia menjadi adikku yang pada saat itu aku menjadi anak tunggal jadi wajar saja ciri fisikku dan adikku sungguh berbeda.

"Kenapa adikmu mengeluh bukankah seharusnya dia senang karena dia terkenal?"tanya Mr.Alex dengan tertawa kecil karena terkadang aku juga bercerita tentang adikku pada Mr.Alex serta Olivia dan karena membicarakan adikku suasana tegang menghilang.

"Em...tidak Mr.Alex dia membenci hal itu dia sungguh merasa terganggu karena lokernya penuh dan dia kesulitan menaruh beberapa bukunya."jawabku dan menatap Mr.Alex meski tidak secara langsung karena dia sedang menyetir sedangkan Mr.Dimitri dia terlihat diam sedari tadi.

"Kenapa kau selalu melarang adikmu menjadi playboy bukankah itu bagus dia akan memiliki banyak pengalaman tentang cinta?"tanya Mr.Alex masih dengan tertawa kecilnya yang renyah.

"Tidak boleh karena aku tidak ingin adikku tersesat dalam cinta dan perasaannya dan aku ingin dia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab,penuh kasih sayang dan memiliki pendirian yang teguh akan satu pilihannya."jawabku jujur.

"Tapi itu tidak mungkin karena adikmu sudah di kelilingi banyak para gadis suatu saat dia pasti akan lengah dan pada akhirnya dia juga akan terjebak dalam cinta dan menjadi playboy."ucap Mr.Dimitri membuka suara dan sok tahu.

"Aku tahu hal itu maka dari itu aku ada dan akan membawanya pada jalan yang benar agar tidak mempermainkan perasaan para gadis dan terjebak dalam perasaan cinta yang akan menyakiti banyak hati dan perasaan."jawabku serius membalas ucapannya dan menatap Mr.Dimitri yang terlihat...entahlah ekspresi wajahnya sulit untuk kubaca.

Setelah itu dia memutuskan kontak matanya dan mengangkat telephonnya yang berdering nyaring.

-TbC

Maafkan typo dan lainnya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status