Part4:Meminta maaf

Setelah dua hari tidak bertemu dengan Alina sejak acara tendang menendang akhirnya hari ini Dimitri akan melakukan kerjasama pemoteretan dengan Alex dan mereka berdua pun bertemu.

Kali ini Alex dan Dimitri masih melakukan pemoteretan di kolam renang seperti kemarin lalu dan mereka sedang mempromosikan produk celana dalam,tentu saja membuat suasana di tempat pemoteretan berubah riuh dan terlihat lapar menatap keduanya.

Awalnya mereka berdua Alina dan Dimitri terlihat biasa saja dan tidak peduli tapi saat mata Alina melihat pinggang Dimitri yang terlihat sedikit membiru membuat Alina menghelah nafas karena sebenarnya Alina merasa bersalah karena telah berani menendang teman dari bosnya itu.

Saat istirahat Alina menghembuskan nafasnya kasar dan memantapkan langkahnya menuju Dimitri yang terlihat memakai handuk di tubuhnya.

"Untuk apa?"tanya Dimitri datar tanpa menatap Alina saat melihat Alina tiba-tiba saja datang dan menyodorkan obat salep seperti yang dirinya punya.

"Untuk lukamu Mr.Dimitri,maafkan aku karena kemarin lalu menendangmu sangat keras hingga terjatuh tapi aku sangat terpaksa melakukannya karena aku ingin melindungi temanku saja."Alina mengatakannya dengan sungguh-sungguh dan tulus.

"Hm...jadi haruskah aku menerima permintaan maafmu?"tanya Dimitri lagi yang sekarang menatap Alina dengan tatapan datarnya.

"Terserah anda,anda mau memaafkan saya atau tidak yang terpenting saya sudah meminta maaf."jawab Alina pelan lalu menarik tangan Dimitri dan meletakkan salep itu pada telapak tangan Dimitri.

"Tapi aku mohon gunakan salep ini agar pinggang anda tidak merasa sakit,aku permisi dan maaf sekali lagi jika mengganggu waktu anda."lanjut Alina pelan lalu pergi meninggalkan Dimitri yang hanya memandang kepergian Alina dalam diamnya dan menatap salep di tangannya.

Alina

Aku sudah meminta maaf padanya terserah jika dia tidak mau memaafkanku tapi semogah saja dia memakai salep pemberianku agar pinggangnya tidak sakit.

Sebenarnya aku juga merasa bersalah karena aku melukainya meski aku tidak menyesal melakukannya karena dia pantas mendapatkannya,salahkan dirinya karena berbuat tindak asusila pada wanita di hotel pula.

Lalu aku juga takut karena dia yang akan menuntutku karena dugaan penganiayaan,bagaimana pun dia adalah orang kaya yang bebas bertindak apapun agar dia bisa menjebloskanku ke dalam penjara,uang bisa menjalankan segalanya tapi semogah saja tidak dan dia tidak berpikiran sampai sana.

"Kau habis meminta maaf dengannya?"tanya Mr.Alex dengan menatapku sejenak lalu matanya menatap Mr.Dimitri dari kejauhan."Lalu bagaimana tanggapannya?"

Aku mengangguk pelan dan mengambil nafas sedikit kasar."Responnya entahlah aku tidak tahu Mr.Alex,Mr.Dimitri diam saja dan terserah dia akan memaafkan aku atau tidak yang terpenting aku sudah meminta maaf."

"Hm....jangan terlalu dipikirkan biarkan saja."ucap Mr.Alex lalu dia segera masuk dalam seat untuk pengambilan gambarnya dan aku hanya duduk diam memperhatikannya.

Suara Olivia menyapa gendang telingaku dan benar saja dia datang dengan membawa beberapa kantung berisi makanan,aku segera menghampirinya dan membantunya.

"Terima kasih Alina."ucapnya dengan tersenyum lembut.

"Sama-sama bagaimana rapatnya,apa berjalan lancar?"tanyaku.

Dia terlihat menganggukkan kepalanya dan tersenyum cantik seperti biasanya,pantas saja Mr.Alex menyukainya.Aku sangat mengagumi sosok Olivia karena dia wanita karier yang sangat hebat.

Setiap saat jika Mr.Alex tidak bisa menghadiri rapat Olivia dengan siaga dan siap langsung menggantikan Mr.Alex di ruang rapat tapi setelah urusan kantor selesai segera itu juga dia harus datang ke lokasi pemoteretan seperti perintah Mr.Alex,keren bukan dirinya.

"Lalu bagaimana pemoteretan hari ini,apa berjalan lancar?"tanyanya balik.

"Lancar seperti biasanya."jawabku juga dengan tersenyum.

"Lalu apa kau tadi sudah meminta maaf dengan Mr.Dimitri seperti keinginanmu waktu lalu?"tanya Olivia lagi.

 

"Sudah tapi dia tidak memberi jawaban apapun."jawabku dengan lesuh.

Jam makan siang telah tiba dan beberapa staf juga beristirahat sebentar tak kecuali Mr.Alex yang mengambil beberapa makanan lalu pergi ke area Mr.Dimitri yang berjarak beberapa langkah dari tempat kami.

Diposisi Dimitri,dia melihat Alex yang datang menghampirinya lalu duduk di sebelahnya di tepi kolam renang.

"Benar bukan ucapanku kemarin bahwa dia akan langsung meminta maaf jika bertemu denganmu,jadi apa jawabanmu untuk permintaan maafnya?"Alex bertanya dan menatap Dimitri menunggu jawaban temannya itu.

"Aku harus menjawab apa? Dia kemarin seperti menurunkan harga diriku.Aku akan membalasnya."Dimitri terlihat masih kesal saat mengingat momen kekalahannya itu.

"Itu salahmu sendiri kenapa bisa jatuh hanya karena tendangan seorang wanita yang sama sekali tidak memiliki kemampuan bela diri dan jika kau membalas perbuatannya maka aku benar-benar akan menyuruhnya untuk menendang bagian masa depanmu."Alex benar-benar tertawa keras dengan wajah menghinanya.

"Sialan kau!"

"Maafkanlah dia dua hari ini sangat merasa bersalah karena menendangmu bahkan dia langsung membelikanmu obat tapi sebenarnya kau memang pantas mendapatkan tendangannya."Alex menghentikan tawanya dan sedikit memohon agar Dimitri memaafkan Alina.

"Baiklah aku maafkan tapi biarkan dia memakaikan salep ini di tubuhku."Dimitri tersenyum penuh arti.

"Apa maksudmu?"Alex sekarang merubah wajahnya menjadi serius.

"Aku tahu asistemu itu tertarik padaku aku ingin sedikit bermain-main dengannya dan melihat apakah dia tahan denganku untuk tidak menggodaku seperti wanita yang lainnya saat mereka menyentuh tubuhku atau sebaliknya."Dimitri tersenyum menyeringai dan menatap Alina dari kejauhan.

"Kenapa kau ingin melakukannya?"tanya Alex masih dengan wajah seriusnya karena dia penasaran apa maksud dan rencana temannya ini.

"Aku hanya ingin bermain-main dengannya,tenang saja tidak mungkin aku akan tergoda ataupun teransang dengannya.Kau tahu kriteria wanita ranjangku bukan? Lagipula asistenmu itu dengan berani menyentuh tanganku pasti dia juga memiliki maksud tersembunyi."jawab Dimitri dengan pemikirannya karena tadi Alina menyentuh tangannya tanpa permisi dia menduga Alina pasti sangat tergoda dan tertarik padanya."Jadi aku ingin memberinya kesempatan untuk merasakan lebih."

"Kau memang brengsek Dimitri,asalkan kau tahu Alina itu berbeda tidak ada maksud apapun saat dia menyentuh tanganmu dia hanya ingin memberikan salep itu padamu karena kau tak kunjung menerimanya,aku melihat itu tadi."Alex berbicara tidak setuju dengan penilaian Dimitri akan Alina dan Alex memang melihat semua kejadian tadi pagi itu dari jauh.

"Tapi,baiklah kau boleh bermain-main dengannya karena dia bukanlah kriteria wanita ranjangmu tapi jangan sampai kau yang tergoda karena sentuhan tangannya dan kau menjilat ludahmu sendiri."putus Alex dengan keputusannya dan dia terlihat lebih serius diakhir kalimat.

"Tentu saja,panggilkan dia nanti ke ruanganku aku akan menilainya."Dimitri terlihat yakin dan santai.

Lalu Alex pergi meninggalkannya dan berbicara pada Alina.Sedangkan Alina dia melihat kedua orang tampan itu berbicara begitu serius dan membuat perasaannya tidak enak.

"Alina."panggil Mr.Alex dan menatap Alina yang terlihat terkejut.

Ada apa ini,kenapa Mr.Alex memanggilku dengan wajahnya yang terlihat serius? Semogah saja tidak terjadi hal buruk.

"Iya,ada apa Mr.Alex?"tanyaku dan menatapnya.

"Pergilah ke ruangan Dimitri selesai pemoteretan dia ingin berbicara denganmu dan selesaikan masalahmu."perintah Mr.Alex dengan serius.

Dan aku menganggukkan kepala mengerti waktu terus berjalan,mereka berdua melakukan pengambilan gambar dengan pose yang begitu panas tapi ada yang aneh dengan tatapan Mr.Dimitri yang menatapku.

Tapi saat aku melihat ke samping dan ada Olivia aku segera menghilangkan pemikiranku tentang Mr.Dimitri yang menatapku.

'Iya Mr.Dimitri tidak mungkin menatapku pasti dia menatap Olivia.'batinku berbicara.

Pengambilan gambar pun akhirnya selesai dan aku segera ke ruangan ganti dan ruang istirahat Mr.Dimitri.

Mengetuk pelan pintunya tak lama terbukalah pintu itu dan memperlihatkan Mr.Dimitri yang sudah memakai celana panjang kainnya yang berwarna hitam serta bagian dada yang masih tereskpos jelas tanpa sehelai benang serta menunjukkan perut kotak-kotaknya yang kekar.

Lupakan itu Alina!...."Em,tadi Mr.Alex bilang bahwa saya harus menemui Mr.Dimitri di ruangan Mr dan Mr.Dimitri ingin berbicara denganku."ucapku panjang setelah memutuskan untuk tidak memperhatikan tubuhnya dan berdiri di ambang pintu.

"Masuklah."perintahnya lalu aku masuk ke dalam ruang gantinya dan dia menutup pintunya."Kau sungguh ingin aku memaafkanmu?"

Aku hanya mengangguk pelan dan menunggunya berbicara lagi karena tidak mungkin bukan dia menyuruhku datang dan hanya berbicara singkat seperti itu.

"Bantu aku memakai salep ini."perintahnya dan memberikan salep itu padaku.

"Apa! Tapi aku tidak bisa Mr.Alex...."

"Sudah lakukan dengan cepat,Alex sudah mengizinkanmu untuk menjadi milikku hari ini."potong Mr.Dimitri cepat lalu duduk dan langsung menarik tanganku untuk duduk berhadapan dengannya.

"Baiklah."aku hanya bisa pasrah dan mulai membuka tutup salep serta mengeluarkan isinya untuk aku oleskan.

Tubuhnya memang benar-benar sangat menggoda pantas saja banyak wanita ingin berdekatan dengannya tapi tidak,aku tidak boleh tergoda karena dia adalah laki-laki brengsek.

Dengan cepat aku mengoleskan salep di pinggangnya,awalnya aku menyuruhnya untuk berbalik badan tapi dia tidak mau.

"Berbaliklah Mr.Dimitri aku tidak bisa mengoleskan salepnya dengan benar."

"Kau bisa,sudah seperti ini saja atau jangan-jangan kau tidak kuat ya melihat tubuhku dan ingin menyerangku?"tanyanya dengan percaya diri dengan berbisik di telingaku dan nada suaranya dibuat sangat sensual membuatku menegang di tempat.

Tapi saat itu juga aku membayangkan sikap brengseknya membuatku dengan cepat mendorong tubuhnya dan menjauhkannya,rupanya dia adalah orang yang cukup percaya diri dan aku tahu dia sedang menggodaku.

"Anda berbicara apa? Lupakan ucapanku baiklah jika posisi ini yang anda inginkan."ucapku dengan kesal dan segera memberikan salep pada pinggangnya."Satu lagi jangan terlalu percaya diri,tidak semua wanita sama."

Aku benar-benar kesal dengan pemikiran konyolnya,memangnya aku terlihat seperti wanita murahan dan tergila-gila padanya?

Memang benar harus aku,akui dia memang tampan dan tubuhnya sangat profesional.Dasar terlalu percaya diri!

Tanpa Alina sadari Dimitri terlihat memandangnya begitu intens dari jarak sedekat itu dan secara tidak sadar dia menikmati sentuhan lembut tangan Alina di pinggangnya."Sial,kenapa hanya menyentuh pinggangku,aku bisa bergairah seperti ini?"

"Sudah hentikan,sekarang pijat punggungku."perintahnya lagi dengan nada menyebalkannya.

"Mr.Dimitri aku tidak bisa aku ada pekerjaan dengan Mr.Alex."ucapku benar-benar kesal.

"Aku sudah bilang hari ini kau menjadi milikku dan Alex sudah mengijinkannya jadi cepat pijat punggungku."perintahnya dengan seenaknya tapi jika Mr.Alex sudah memberi izin juga aku bisa apa selain pasrah dan menurutinya.

"Baiklah."aku memijit punggungnya dengan sedikit keras karena punggungnya memang keras namun kulitnya benar-benar halus seperti wanita aku saja sebagai wanita kalah dan merasa tidak percaya diri.

Beberapa menit aku memijat punggungnya,aku beralih memijat bahunya lalu kepalanya dan aku lihat dia keenakan,menikmati pijatanku.

"Mr.Dimitri sudah ya,aku capek." keluhku namun masih memijat kepalanya.

"Sebentar lagi,kau harus bertanggung jawab karena membuat tubuhku sakit."jawabnya dengan masih menutup mata lalu tanganku beralih kembali ke punggungnya.

Aku memutar bola mataku malas."Tapi aku terpaksa melakukannya salahkan dirimu karena tidak bisa mengontrol hormonmu untuk tidak bercinta dan aku hanya ingin melindungi temanku."

"Hn,aku tidak bisa Olivia terlalu seksi dan membuat horny."ucapnya dengan mesum dan seketika itu juga aku menekan punggungnya sedikit lebih keras.

Bukannya kesakitan dia malah terlihat keenakan dan menyuruhku menekan lebih keras lagi."Bisakah anda berkata yang lebih baik dan tidak mesum."

"Tidak bisa karena ini adalah sifatku."ucapnya dengan santai.

"Terserah anda,Mr.Dimitri sudah ya,aku lelah masa bodoh anda mau memaafkan aku atau tidak tanganku benar-benar lelah dan pekerjaanku masih banyak."

Aku menghentikan pijatanku dan dia dengan cepat membuka matanya lalu menatapku."Baiklah kau ku maafkan."

Aku benar-benar senang dan bebanku tentang rasa bersalah seakan langsung sirna."Benarkah? Terima kasih jika begini urusan kita selesai dan aku ingin anda tidak mengulang kesalahan yang sama lagi."

"Hn."ucapnya ambigu.

"Baiklah aku pergi dulu,Mr.Alex pasti sudah menungguku jangan lupa segera memakai baju anda karena anda bisa kedinginan dan sakit."ucapku berpamitan serta berpesan padanya lalu aku segera pergi tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara.

"Kau benar Alex,Alina memang berbeda."

TbC

Maafkan typo dan lainyya.

Kamis,080819.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status