Part5:Restoran

Hari ini Mr.Alex tidak ada pekerjaan pemoteretan tapi hari ini dia ada peninjauan proyek yang akan dia bangun sebagai mall besar di kota kami.

Olivia dan Mr.Alex benar-benar terlihat serius mendengarkan perkembangan dari sang kontruksi,aku dan Evan juga ikut mendengarkan serta membawa banyak kertas dan buku di tangan kami.

Matahari begitu terik melambung tinggi di angkasa dan dari jauh aku tanpa sengaja seperti melihat bayangan Mr.Dimitri yang berjalan kearah kami dengan memakai kacamata hitam,pakaian casual semi formalnya dengan menggunakan blazer abu-abu,kemeja berwarna nila,celana kain warna putih dan sepatu converse dengan warna senada.

Dan ternyata memang benar Mr.Dimitri datang untuk melihat pembangunan karena dia adalah rekan kerjasama Mr.Alex di belakangnya berdiri seorang pria tampan yang menatap semuanya dengan datar.

"Bagaimana pembangunan hari ini?"tanyanya tanpa basa-basi serta tanpa menatap Mr.Alex juga dan langsung mendudukan dirinya di samping kursi Mr.Alex yang memang kosong.

"Berjalan lancar mungkin proyek ini akan selesai lebih cepat dari perkiraan kita."jawab Mr.Alex dan menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya."Kau bilang hari ini sibuk,kenapa kau datang ke sini?"

"Urusanku sudah selesai dan pekerjaan kantorku juga sudah aku selesaikan jauh hari jadi daripada aku mati bosan tidak melakukan apapun lebih baik aku kesini."Jawab Mr.Dimitri santai.

"Tumben kau merasa bosan? Biasanya kau akan bermain dengan banyak wanita koleksimu daripada meninjau proyek seperti ini.Tidak ada kata bosan dalam hidupmu."Mr.Alex mengatakannya dengan datar."Apa yang kau inginkan di sini?"

"Kau memang bisa menebakku dengan benar,aku hanya ingin melakukan sesuatu yang seperti kemarin kukatakan padamu."jawabnya dengan seringainya dan aku merasa dia sedikit melirikku.

Itu mungkin hanya perasaanku atau dia memang melakukannya,tapi kenapa tiba-tiba saja perasaanku tidak enak?

"Kau yakin masih mau melakukannya?"tanya Mr.Alex lagi dan dia terlihat serius.

"Tentu saja lagipula dia juga kembali dengan selamat tanpa cacat tidak seperti yang kau khawatirkan."jawab Mr.Dimitri santai.

"Kau benar,baiklah."Mr.Alex mengatakannya dengan singkat lalu tidak ada lagi percakapan dari keduanya.

Percakapan yang dengan sengaja aku dengar namun sayangnya tidak kumengerti sama sekali apa yang sedang mereka bicarakan.

Tak butuh waktu lama setelah berdiam diri dengan melihat jalannya proyek,Mr.Dimitri bangkit dari duduknya lalu menatapku dan menghampiriku.

Aku sendiri bingung apa maksudnya berdiri di hadapanku dengan senyumannya atau mungkin lebih tepatnya seringai?

Entahlah aku tidak tahu.

"Ikut aku."ucapnya singkat lalu menggenggam tanganku.

Aku masih diam tidak bergerak dan berusaha melepaskan tangannya karena aku tidak tahu apa maksudnya menarik tanganku."Lepaskan tanganku Mr.Dimitri,kau akan membawaku kemana?"

"Temani aku makan siang." jawabnya.Gila...dia kira,dia bosku yang bisa seenaknya padaku,aku memiliki banyak pekerjaan bodoh!

"Aku tidak bisa Mr.Dimitri pekerjaanku pada Mr.Alex masih banyak."tolakku tapi dia masih menahan pergelangan tanganku.

"Aku sudah izin dengan bosmu,aku mengajakmu makan karena aku ingin membalas kebaikanmu karena kemarin kau membantuku."Mr.Dimitri tidak peduli pada ucapanku dan dia langsung menarik tanganku dengan kasar.

Aku menatap Mr.Alex tapi dia hanya melambaikan tangannya santai dan berucap."Hati-Hati!"

Ya sudah akhirnya aku pasrah saja kemana Mr.Dimitri ini akan membawaku tapi sebelum pergi dia sempat meraih kertas dan buku milik Mr.Alex dari tanganku lalu dia berikan pada Evan.

Kami naik mobil yang sama,pria yang tadi datang bersamanya duduk di kursi depan dengan menyetir dan Mr.Dimitri duduk di kursi belakang dengan aku di sampingnya yang duduk dengan banyak pikiran akan dirinya yang mengajakku makan siang bersama.

Ternyata Mr.Dimitri membawaku ke restoranya yang beberapa waktu lalu aku kunjungi bersama Mr.Alex dan lainnya.

"Duduklah."ucapnya dengan tiba-tiba saja merubah nada suaranya menjadi lembut.

Ada apa ini,apa yang terjadi dengannya?

Dia tidak mengatakan apapun tapi dia berjalan ke arah dapur setelah melepas blazernya dan menyuruhku membawanya,aroma parfum mahalnya langsung menusuk hidungku namun sangat wangi dan menggoda benar-benar menunjukkan sifat seorang Dimitri.

Restoran milik Mr.Dimitri memiliki dapur umum yang dimana mempertontonkan secara langsung bagaimana masakan dibuat oleh kokinya meski dapur utama juga ada di belakang.

Lalu dia memakai apron warna putihnya setelah selesai dia menggulung kemejanya hingga siku,dia benar-benar ingin menunjukkan aura kharismatiknya padaku hingga membuat beberapa pelanggan wanita yang hadir di restoran hari itu dibuat terpana akan ketampanannya dan menyuruh beberapa koki menjauh serta menonton aksinya.

Apa yang akan dia lakukan,Apa dia akan masak?

Banyak pertanyaan sebenarnya yang hinggap di kepalaku saat melihat sikapnya yang berbeda padaku karena aku tahu dia tidak begitu menyukaiku dari awal tapi apa yang mengubah sikapnya?

"Apa yang akan Mr.Dimitri lakukan?"tanyaku membuka suara karena sungguh aku merasa sangat penasaran dengan apa yang akan dia lakukan.

"Apa kau tidak melihat apa yang akan kulakukan?"tanyanya balik dan menatapku dengan senyuman menggodanya lalu dia terlihat serius merebus pasta.

Beberapa wanita yang sepertinya mengenalnya dengan sangat baik,maju dan duduk di kursi sebelahku serta berbisik satu sama lain.

"Lihat dia memasak,Dimitri memang sangat keren dan panas."

"Aku harus bisa membawanya ke ranjangku."

"Benar sekali kita harus bisa mendapatkan Dimitri,aku yakin Dimitri sangat kuat di ranjang lihat otot yang tersembunyi di balik kemejanya."

Iuhh...mereka itu baik-baik saja atau memang sudah tergila-gila pada Mr.Dimiri.Kenapa begitu saja melihat penampilan Mr.Dimitri sudah ingin memiliki Mr.Dimitri.

Apa sih bagusnya Mr.Dimitri?

Tapi aku memang tidak bisa membohongi diriku sendiri dengan menampik penampilannya saat aku menatapnya yang memasak dengan gaya cool dan maskulinnya,dia seperti calon suami yang diidamkan oleh banyak wanita.

Kaya,tampan,pintar dan jago masak tapi mengenai sifat buruknya yang suka bergonta-ganti pasangan membuat nilainya sedikit turun di mataku tapi tidak juga mungkin di mata orang lain.

"Aku sudah tahu Mr.Dimitri ingin memasak tapi kenapa Mr.Dimitri memasak sendiri,bukannya ini restoran milikmu?"

Mr.Dimitri masih tersenyum mempesona menatapku dan mempersiapkan beberapa saos lalu mencincang beberapa bawang putih serta bombay dengan begitu lihai menggunakan pisaunya.

Bukannya menjawab dia kembali melemparkan sebuah pertanyaan padaku seperti tadi."Kau suka rasa asin,manis,asam atau pedas?"

"Kenapa Mr.Dimitri bertanya,apa Mr.Dimitri ingin memasakanku makanan?"tanyaku balik dan tidak menjawab pertanyaannya.

"Aku sudah berdiri disini memasak dengan menatapmu dan kau masih bertanya untuk siapa aku memasak?"ucapnya sangat tegas dan serius.

Sedikit membuatku takut terlebih lagi matanya menatapku tajam."Tentu saja lagipula untuk apa Mr.Dimitri memasak untukku karena sebenarnya aku tidak menyukai masakan Italia."

"Karena itu aku bertanya kau lebih suka rasa asin,manis,asam atau pedas dan ini kulakukan untuk membalas budimu karena sudah memijat tubuhku begitu panas kemarin."jawabnya dengan menyeringai senang lalu kembali berkutat dengan masakannya.

Sedangkan para wanita yang menguping pembicaraanku sudah berteriak riuh dan menatapku tidak percaya bahkan dengan terang-terangan menghinaku.

"Cih,wanita jelek seperti dia pasti merayu dengan paksa."

"Apakah goyangannya lebih hot dari kita?"

"Aku tidak percaya Dimitri menyukainya pasti dia menjebak Dimitri."

"Atau mungkin dia mainan baru Dimitri,kau tahu bukan Dimitri suka bermain dengan banyak wanita entah itu cantik atau jelek."

"Tapi dia bukanlah wanita kriteria wanita ranjang Dimitri,yang selalu dia pakai tapi bisa jadi jika dia adalah mainan barunya.

Uh...mulutnya ingin sekali aku jahit dan telingaku benar-benar sangat panas saat mendengar hujatan mereka.

"Aku hanya memijat punggungmu tidak melakukan hal lebih jadi jangan membuat pernyataan ambigu seperti itu yang dapat membuat banyak orang salah arti dan seharusnya Mr.Dimitri tidak perlu melakukan hal seperti ini kemarin aku membantumu karena perintah Mr.Alex."ucapku datar dan kesal.

"Jadi kau suka rasa asin,manis,asam atau pedas?"tanyanya lagi dengan tersenyum bodoh bahkan dia seakan tidak peduli dengan ucapan beberapa wanita yang menghinaku.

Tentu saja kenapa dia harus peduli,dia saja bukan siapa-siapaku.Bos bukan,teman bukan apalagi kekasih itu terlihat bukan dan bukan.

Jadi dia tidak salah jika maksud sebenarnya ingin mempermalukanku disini.Seharusnya aku sudah tahu dia akan melakukan hal ini,bodoh kau Alina.Kenapa kau tadi pasrah-pasrah saja?

Bukankah dia adalah bajingan brengsek yang seperti ingin membalas dendam padaku karena aku menendangnya,akhirnya aku juga tahu maksud tersembunyi dari perubahan sikapnya.

"Pedas aku suka rasa pedas hingga rasanya ingin membakarmu hidup-hidup."jawabku masih dengan nada kesal dan datar.

Sedangkan dia terlihat tertawa mendengar ucapanku lalu memasak saos untuk pasta dengan memasukkan beberapa bumbu dan bawang,menumisnya hingga tercium bau harum baru dia memasukkan pasta dan beberapa udang serta daging ayam cincang.

"Jangan sayang,jika kau ingin sesuatu yang panas dan seakan membakar tubuhmu hingga ke ubun-ubun,datang saja ke apartemenku.Aku dengan senang hati mau bermain api hingga membakar tubuh kita."ucapnya dengan tersenyum menggoda lagi dan mesum bahkan dia mengerlingkan mata nakalnya padaku serta beberapa wanita yang melihat aksinya.

"Tutup mulut mesummu itu Mr.Dimitri jika kau tidak ingin kutendang lagi."Aku benar-benar kesal dan marah dengan ucapannya yang menggodaku seperti ingin menjatuhkan namaku.

"Jangan tendang sayang,itu sakit jadi lupakan semua dan nikmatilah spageti khusus kubuatkan untukmu dengan citarasa pedas kesukaanmu."ucap Mr.Dimitri dengan tersenyum dan dia memberikan aku sepiring spageti panas serta aromanya sangat harum hingga menggugah selera.

"Makanlah jangan pikirkan apapun dan jangan pedulikan apapun juga."Mr.Dimitri sangat serius mengatakannya lalu terlihat keluar dari dapur dan tak lama duduk disebelahku.

"Dimitri apa spageti itu hanya untuknya tidak ada untukku?"tanya seorang wanita cantik dengan menggoda dan mengusap lembut pipinya.

Suasana disekitarku benar-benar membuatku tak nyaman dan tak nafsu makan karena disekitar kami berdua banyak wanita yang mengelilingi meja kami tentunya bukan untuk melihatku melainkan untuk melihat Mr.Dimitri idola mereka itu.

"Tentu saja spageti ini khusus kubuatkan untuknya tapi jika kau ingin memakan spageti pesanlah pada kokiku mereka akan melayanimu."Mr.Dimitri mengatakannya dengan senyuman menawanya.

"Bisakah kalian kembali ke meja kalian,wanitaku ini sangat tidak nyaman dengan suasana kita,ladies.Kita bisa lanjutkan perbincangan kita lain kali tentunya tanpa kehadiran dia."lanjutnya dengan menunjukku serta penuh perintah tak lupa dibumbui nada lembutnya dan mata menggoda lapar,benar saja para wanita itu pergi meski mendesah kecewa.

Sedangkan aku hanya memutar bola mataku malas mendengar ucapannya,wanitaku.Kapan aku menjadi wanitanya?

Aku menatap spageti di depanku dengan begitu horor,aku sungguh benar-benar tidak menyukai spageti.

"Makanlah dan rasakan,aku jamin rasanya enak.Kau pasti menyukainya."Mr.Dimitri mengatakannya dengan penuh percaya diri.

Tapi aku berusaha tidak peduli dengannya lalu makan dengan perlahan saat masuk ke dalam mulutku,aku merasakan cita rasa pedas yang bercampur dengan rasa asin dan tentu saja enak ini adalah spageti terenak yang pernah aku makan.

Mr.Dimitri memang keren tidak salah jika banyak orang yang mengaguminya."Mr.Dimitri benar,ini sangat enak dan rasa pedasnya sangat pas."komentarku dengan tersenyum lalu menikmati makananku tanpa mempedulikannya.

Tapi aku segera menghentikan makanku lalu menatapnya yang sedari tadi memperhatikanku makan."Mr.Dimitri tidak makan?"

"Tidak karena aku hanya ingin membuatkan spageti itu untukmu."jawabnya lalu dia terlihat menyeringai,saat menatap wajahnya aku melihat dia seperti menyimpan sebuah rencana.

"Mr.Dimitri kau memberiku makan tapi tidak ingin memberiku minum,aku kepedasan."ucapku lalu seketika itu juga dia bangkit dari duduknya dan mengambilkanku minum.

"Ini minum untukmu."ucapnya dengan senang dan memberikanku segelas air putih.

Karena aku kepedasan aku tidak pikir panjang dan segera meminumnya tapi tak lama saat aku akan melanjutkan makanku,perutku rasanya seperti ingin dilindas dan ditusuk-tusuk.

Rasanya sangat sakit,aku menatap Mr.Dimitri yang menahan tawanya melihat kesakitan di wajahku.

"Dimana toiletnya?"tanyaku dengan menahan sakitnya perutku.Dia menunjuk ujung lorong dengan cepat aku berlari ke sana.

Saat sudah sampai aku dengan sangat tergesa-gesa masuk ke dalam toilet dan membuang semua kotoran perutku.

Saat aku merasa sudah selesai tiba-tiba saja perutku kembali berulah dan aku masuk ke dalam toilet lagi.

Mungkin ada tiga kali aku masuk ke dalam toilet dan saat aku merasa perutku sedikit lebih baik,aku segera membuka tasku dan mengeluarkan kotak obatku beruntung obat sakit perutku ada di dalam kotakku.

Aku segera meminumnya tentu saja dengan air putih,beruntung aku juga membawa air putihku sendiri hari ini jika tidak aku tidak bisa minum obat ini.

Saat merasa lebih baik,aku segera keluar dari toilet tapi aku juga menemukan Mr.Dimitri yang menungguku di luar toilet.

"Kau kenapa?"tanyanya dengan wajah pura-pura khawatirnya.

"Apa yang Mr.Dimitri masukkan dalam makanan atau minumanku,Mr.Dimitri ingin membuatku celaka,Mr.Dimitri ingin membalas dendam?"tanyaku langsung dengan pertanyaan beruntun dan aku juga memperlihatkan wajah marah serta kesal.

Tapi memang Mr.Dimitri adalah pria brengsek dan bajingan yang tidak punya hati jadi dia sama sekali tidak merasa bersalah dan malah tertawa kecil.

"Oh...jika bertanya satu-satu sayang,aku tidak bisa menjawabnya."ucapnya dengan nada lembut serta tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku.

"Jangan bersikap seakan-akan Mr.Dimitri tidak tahu apapun.Jawab pertayaanku apa Mr.Dimitri memasukkan sesuatu ke dalam minumanku atau makananku?"tanyaku marah dan menyingkirkan tangannya kasar dari rambutku.

"Hm...jika makanan kau sudah melihat sendiri bukan bagaimana aku memasaknya."jawabnya masih dengan tersenyum.

"Maka Mr.Dimitri kau memasukkan sesuatu seperti obat pencuci perut di dalam minumanku bukan?"tebakku dan dia tertawa kecil.

"Benar tapi tenang saja dosisnya kecil besok juga akan baik-baik saja masih beruntung aku memberimu obat pencuci perut daripada obat perangsang."ucapnya santai dan masih mesum.

"Kau kenapa jahat padaku Mr.Dimitri apa salahku padamu,apa karena aku menendangmu kau tega melakukan pembalasan dendam ini?"tanyaku menatapnya dengan kilat marah dan juga sedih.

"Salah satunya adalah itu tapi selanjutnya aku hanya ingin ber...."

"Tidak apa berarti kita impas,pinggang Mr.Dimitri sakit karena tendanganku dan perutku sakit karena obat pencuci perut darimu."potongku cepat lalu aku pamit pergi meninggalkannya."Permisi."

Aku segera mencari taksi dan meluncur ke kantor untuk membantu pekerjaan Mr.Alex atau lebih tepatnya menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda.

"Dasar Mr.Dimitri brengsek."

TbC

Maafkan typo dan lainnya.

Jumat,090819.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status