Share

World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist
World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist
Author: Blue Leviatan

Bab 1 : Taring Serigala

Sewaktu Dhika membuka pintu gerbang rumah taman obat, dia melihat Behemoth sedang diterkam secara bergantian oleh kedua monster kadal raksasa yang saat ini sudah tidak sabar untuk menyantap rasa dagingnya.

Dhika mencari keberadaan Yura dan Doni, dia sekarang melihat ke arah kanan dimana ada dua monster lain yang sedang berebutan untuk menggigit dan menarik tubuh dari salah satu temannya. Itu tubuh Yura, kadal itu menarik tubuhnya ke kiri dan ke kanan berharap mendapatkan bagian yang lebih besar. Ketika tubuh itu ditarik terlepaslah tubuh Yura menjadi dua bagian. Darah segar tercurah berhamburan ke sekitar mulut dua monster kadal raksasa tersebut.

Dua kadal raksasa itu mendongakkan kepala mereka ke atas untuk mempermudah mereka melahap habis tubuh Yura. Kedua monster itu terlihat sangat menikmati setiap bagian tubuh yang masuk ke dalam perut mereka.

Tidak mungkin, ini tidak mungkin pikirnya.

Dalam keputusasaan Dhika coba mencari Doni, tapi dia juga tidak bisa menemukan Doni dimanapun.

Dhika merasa mati rasa, tak ada lagi harapan yang tersisa di pikirannya.

*****

- Kejadian 5 tahun sebelumnya -

Sorak-sorai ratusan penggemar terdengar bergema di sekitar bulatan besar medan energi pelindung yang telah dirancang khusus untuk mengitari wilayah portal dimensi. Medan energi pelindung ini telah mencegah monster yang bermunculan keluar dari portal dimensi agar tidak dapat keluar dari dalam sana dan menyerang langsung manusia yang ada disekitarnya.

Sorak-sorai para penggemar diteriakan kepada seorang pemburu monster yang saat ini sedang bertarung sengit di dalam sebuah bulatan medan energi pelindung tersebut. Nama dari pemburu monster itu adalah Taring Serigala. Saat ini dia telah dikenal sebagai sebuah simbol kekuatan baru yang ada di negara ini.

Taring serigala adalah salah seorang pemburu monster yang telah berulang-kali menyelamatkan banyak kota dari para monster yang bermunculan dari dalam portal dimensi. Uniknya Taring Serigala tidak memiliki rekan guild seperti para pemburu monster lain pada umumnya. Dia dikenal selalu bekerja sendirian dan tidak pernah mengijinkan siapapun untuk mengganggunya.

Sesuai dengan nama panggilannya Taring Serigala selalu bertempur dengan menggunakan tunggangan monster serigala api raksasa yang setia menemaninya. Saat ini dia sedang bertarung dengan beberapa monster yang berwujud seperti manusia raksasa namun memiliki bentuk kepala seperti lembu jantan.

Monster ini terlihat sangat buas dan ganas siap memangsa seorang pemburu yang saat ini sedang berada di tengah-tengah mereka. Perbandingan besar tubuh dari monster ini dengan taring serigala terpaut 3 sampai 4 kali lipat lebih besar.

Taring serigala tidak bergeming sama sekali. Dia memerintahkan serigalanya untuk bergerak, dan mengeluarkan beberapa kali semburan nafas api. Sontak para monster itu meringis kesakitan, tubuh mereka terbakar dengan nafas api yang baru saja dikeluarkan oleh serigala itu.

Tak memberi kesempatan, pemburu itu segera memutarkan dan mengebaskan senjata tombak api miliknya seraya tunggangannya berlari kesana kemari mengikuti instruksi dari penunggangnya. Kebasan tombak api membara semakin panas ketika pria ini mengeluarkan kekuatan genetik terpendam yang ada pada tubuhnya.

Kecepatan langkah kaki serigala dan kecepatan tebasan tombak api dari pemburu itu memenggal seluruh monster yang sedang dilewati olehnya. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu dibuat takjub tak berkata.

Para monster berkepala lembu jantan raksasa yang sebelumnya bermaksud untuk membunuh pemburu monster itu dibuat tak berdaya. Dalam waktu yang sangat singkat mereka semua yang berada di sebelah kiri dan kanannya terpenggal dan terbakar habis oleh lahar api yang ditebaskan tombak pemburu tersebut.

Melihat rekan-rekannya mati dalam seketika, monster lain yang tersisa merasakan ketakutan. Mereka menyadari perbedaan kekuatan yang dimiliki oleh pemburu monster itu terlampau jauh dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini. Rasa takut itu membuat mereka terdiam kaku, mereka ingin memberontak kabur dari tempat penjagalan itu.

Taring serigala tidak memperlihatkan rasa iba, dia melanjutkan pertarungannya dan membunuh siapa saja yang dia temui. Tebasan demi tebasan memotong secara sempurna tubuh monster yang ada di sebelah kiri dan kanannya.

Sekarang disana pria itu tidak terlihat seperti seorang manusia yang sedang berjuang melawan para monster, tapi dia sendirilah yang tampak seperti seekor monster buas yang sedang memangsa para raksasa yang ada dihadapannya.

Teriakan sorak-sorai terdengar semakin nyaring ketika mereka semua melihat bagaimana satu persatu monster yang ada di sekitar luar portal dimensi berhasil dia binasakan seluruhnya. Taring serigala melihat ke arah para penonton yang mendukungnya. Dia mengangkat tangan kanannya yang memegang tombak ke atas dan berteriak dengan lantang.

“Untuk masa depan kehidupan yang lebih baik!”

Para penonton berteriak histeris, mereka mengelu-elukan namanya seperti seorang dewa perang, idola, maupun penyelamat mereka.

“Taring serigala, Taring Serigala, Taring Serigala.”

Mengikuti iringan dukungan semangat yang diberikan oleh para penggemarnya, taring serigala memberi sinyal kepada tunggangannya untuk bergerak maju dengan cepat menuju portal dimensi. Suara sorak-sorai semakin bergemuruh keras, mereka tidak henti-hentinya meneriakan nama dari idola mereka yang hendak masuk ke dalam portal dimensi untuk membinasakan seluruh monster ganas lain yang berada di dalamnya.

Tepat ketika taring serigala masuk ke dalam portal dimensi, terdengar suara teriakan dari seorang anak berbadan gempal yang merasa sangat tidak puas dengan apa yang baru saja dilihatnya.

“Aaaahhhhh tidaakkk!”

“Reno? Kamu ini sedang apa sih?” seorang teman yang berada disampingnya merasa terganggu dengan suara teriakan tiba-tiba yang dibuat oleh Reno.

“Yah habis, kenapa sih selalu saja seperti ini, kenapa pembawa acara itu tidak masuk saja ke dalam sana dan memperlihatkan kepada kita secara langsung bagaimana taring serigala sedang beraksi di dalam sana,” sahut Reno bocah berumur 7 tahun yang tampak bodoh sedang asik menyantap burger berukuran jumbo kesukaannya.

“Dasar bocah. Makanya kamu tuh jangan suka makan makanan sampah seperti itu saja Reno. Burger itu hanya akan menambah bobot badan kamu, tapi untuk otak … bagaimana bilangnya yah, otak kamu itu tidak akan pernah bertambah pinternya tahu hahaha. Kenapa sih kamu selalu bodoh seperti ini?” ucap Yura seorang bocah lain yang terlihat arogan walau mereka berdua sebenarnya sama-sama masih berumur 7 tahun.

“Apa maksud kamu berkata seperti itu Yura, kamu pikir aku ini bodoh apa?” Balas Reno murka.

“Lho selama ini apa kamu tidak tahu? Kenapa pembawa acara itu tidak bisa meliput secara langsung pertarungan taring serigala sewaktu dia berada di dalam portal dimensi? Perlukah saya menjelaskan lagi alasannya? Hahaha.”

“Heiii heii tolong … bisakah kalian berdua hentikan keributan ini!” tegur Dhika yang tidak ingin tontonannya terganggu oleh suara dari mereka berdua. “Suara kalian berdua itu sangat berisik tahu, kita semua yang sedang menonton disini, jadi tidak bisa mendengarkan informasi apa saja yang telah dikatakan oleh Moutuber itu.”

“Nah itu dia, Dhika benar sekali, rasakan itu Yura, berhentilah berbicara dan tonton saja acaranya, makanya jangan suka ikut campur dengan apa yang orang lain sedang makan, kalau kamu memang mau tak perlu berbasa-basi seperti itu yah, bilang saja mau minta … tapi kalau minta pun, tetap saja tidak akan aku beri sih hahaha,” balas Reno meledek Yura sambil menikmati kembali gigitan besar pada burger berukuran jumbo kesayangannya.

Dhika menjadi geram setelah melihat tingkah laku mereka berdua yang tidak kunjung berhenti berbicara. Kali ini dia sudah tidak sabar lagi, dia memperlihatkan kekesalan pada kedua matanya dan memberikan isyarat yang lebih tegas untuk menghentikan keributan yang telah mereka berdua lakukan. Melihat Dhika murka, mereka berdua akhirnya menghentikan keributan.

Setelah suasana tenang, Dhika dan keempat temannya yang lain kembali memperhatikan informasi penting yang sedang disampaikan secara live oleh pembawa acara Moutuber langganannya. Dhika tidak sabar untuk mendengarkan kembali setiap detail informasi yang akan dia dapatkan.

Related chapters

DMCA.com Protection Status