CHAPTER 8 : PERINGATAN KEMATIAN ( BAGIAN 2)

“Rael itu hanya pernah berpacaran satu kali, itu pun ia justru dikhianati sahabatnya sendiri. Siapa ya …  Penelope, sepertinya itu namanya.”

Ibu memasang sedih dan penuh iba lagi padaku,tangannya mengusap pipi putihku dengan sorot matanya memandangku rendah, “Aku tidak tahu bagaimana bisa memiliki Putri sepertinya. Mungkin ini karena mendiang suami Ibu dulu sering memanjakannya.”

‘Sudah cukup, aku muak dengan omong kosong ini.’ 

Bahkan mereka berani mengatakan itu semua di hadapan suamiku, jika bukan karena kontrak kami dan seandainya Sebastian adalah suamiku sesungguhnya Ia pasti sudah berlari meninggalkanku.

Kedua tanganku terkepal, hingga tanpa sadar kuku panjang yang tajam milikku menembus lapisan kulit. Sudah cukup berhenti gemetar, aku tidak ingin hin

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Aminah Ali
semakin asyik
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status