Semuanya Mempunyai Takdirnya Masing-Masing

Dentingan jarum jam kini menemani malam sepasang suami istri yang terlihat tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain dibalik balutan selimut tebal yang membungkus tubuh keduanya.

Dengan lembut, Devan mengusap wajah Keysia seraya berkata, “Tidurlah, ini sudah hampir pagi.”

“Apa besok kamu akan pergi lama?” tanya Keysia.

“Hanya sehari saja, mungkin malam aku sudah sampai rumah,” ujar Devan.

“Hm, baiklah,” balas Keysia.

“Sudah, sekarang tidurlah,” Devan mengusap puncak kepala Keysia lantas mendaratkan sebuah ciuman pada puncak kepala istrinya.

“Iya,” Keyisa lantas mencari posisi ternyaman, menelusupkan wajahnya dibalik dada bidang milik Devan lantaran memejamkan matanya. Melihat hal itu, sontak Devan pun lantas ikut memejamkan matanya.

************

Mentari kini telah kembali menyinari bumi, kicauan burung pun mengalun indah namu
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
YULISA ANTULI
boong tuh si Nana.... hehheheh btw ibu Almeira itu mamanya keysia bukan sih? yg taro dia di panti asuhan
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status