SWEET CAKE
SWEET CAKE
Author: Rusmiko157
Hukuman untuk Sang Primadona

Tepuk tangan riuh menjadi penutup tarian erotis yang baru saja dipersembahkan oleh sang primadona di Night-O Club, sebuah club malam elit di Brownsville, Texas. Wanita dengan penampilan nyaris tanpa busana itu membungkukkan badan dengan kedua tangan merentang, memberi hormat pada pengunjung club yang sama sekali tidak dia hormati.

Meski dengan penampilan sangat terbuka, namun tidak ada satu pun pengunjung di sana yang berani menyentuh sang primadona. Bukan tanpa alasan! Tiga orang pria berbadan sebesar kingkong bersiaga, melindungi sang primadona dari pria-pria kurang ajar yang selalu meneteskan air liurnya ketika melihat liuk tarian sang primadona.

"Tamu VIP menunggumu di ruanganku," ujar Grace, seorang manager yang bertindak layaknya seorang mucikari bagi sang primadona.

Wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam itu duduk sambil menyilangkan kaki di ruangan pribadinya di club tersebut. Tangan halus wanita itu bergerak membuka topeng yang terpasang di wajah cantiknya.

"Aku lelah, Grace," ucapnya sambil meraih mantel bulu di sudut sofa lantas memakainya.

"Ini tamu spesial, Lea." Grace mencondongkan tubuhnya ke arah wanita itu. "Muda, tampan, dan ...." Grace menggesekkan ibu jari dan telunjuknya. "Money Mechine."

Lea mengembuskan napas lelah. "Uangku sudah banyak. Aku tidak akan jatuh miskin jika hanya menolak satu klien."

"Aku yakin kau tidak akan menyesal. Kau tahu bagaimana tubuhnya?" Grace tersenyum nakal. "So sexy. Dan aku yakin miliknya juga super," ujarnya.

Lea berpaling pada Grace. "Berapa? 15, 18, 20? Aku sudah merasakan semuanya."

"Aku tahu kau sangat pemilih, tapi dia berani membayar berapa pun yang kau mau."

"Aku tidak tertarik." Lea membersihkan sisa make up yang ada di wajahnya.

Grace mendengkus. "Payah! Padahal ini tangkapan besar."

Lea menggeleng, tidak menanggapi lagi. Selesai membersihkan make up, wanita itu segera memakai celana jins dan kemeja lengan panjang, kostum yang selalu dia kenakan saat datang ke club tersebut. Lalu, dia pulang ke apartemen yang dia beli dari hasil pekerjaan malamnya itu.

Jam 3 dini hari, Lea membuka pintu apartemen. Dia melempar kunci mobil ke atas ranjang lalu merebahkan dirinya di sana. Wanita itu memejam sambil menutup wajah dengan tangan. Lalu, tiba-tiba bayangan wajah Bram--ayah tirinya--muncul. Di tangan pria itu melilit kepala ikat pinggang yang selalu digunakannya untuk memukul. Sudah dua tahun, tapi rasa sakit akibat sentuhan menyakitkan ikat pinggang tersebut dengan kulitnya masih sangat terasa.

"Lupakan, Lea! Bajingan itu tidak akan muncul lagi dalam hidupmu," gumam Lea, menyugesti dirinya sendiri.

Wanita itu bangkit, lantas melepas kemeja dan celana panjangnya begitu saja di samping ranjang, hanya menyisakan bra dan celana dalam. Dia menggertakkan kepala ke kanan dan kiri untuk meregangkan ototnya yang terasa kaku. Setelah itu, dia berjalan ke kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Bau alkohol dan asap rokok begitu kental di sekujur tubuhnya.

Selesai mandi, Lea memakai bathrobe dan melilitkan handuk kecil di kepalanya. Dia keluar dengan santai menuju meja rias untuk mengeringkan rambut dengan hairdryer.

Begitu rambutnya kering, wanita itu berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah lingerie seksi berwarna hitam. Dia tanggalkan bathrobe yang melekat di tubuh indahnya begitu saja. Tubuh polos tanpa sehelai benang itu begitu jelas terlihat. Apalagi oleh sosok yang kini berdiri di sudut kamar wanita itu.

Dalam keremangan cahaya, Lea tidak menyadari bahwa dirinya saat ini tidak sendiri. Tanpa sadar, dia membiarkan tubuh polosnya begitu bebas diakses oleh sosok tersebut.

Setelah lingerie yang dia ambil tadi berpindah ke tubuhnya, Lea berbalik. Alangkah terkejutnya dia ketika sesosok pria berperawakan tinggi tegap, berdiri di belakangnya.

"Hah!" Lea berjingkat mundur hingga tubuhnya membentur lemari. "Siapa kau?" hardiknya.

Pria itu menyeringai. Perlahan dia melangkah maju, mengikis jarak dengan Lea. Ketika wajah pria itu tersorot oleh cahaya dari jendela, Lea baru menyadari bahwa pria itu sangat ... tampan.

"Kau berani menolakku?" ujar pria itu yang kini hanya menyisakan jarak satu langkah dari Lea.

"Kau ...?" Lea menggantung ucapannya.

"Ya, kau baru saja menolakku."

"Dari mana kau tahu tempat tinggalku?" Terbiasa menghadapi Bram, Lea tidak tampak takut dengan pria asing tersebut.

Pertanyaan Lea dijawab dengan senyum lebar pria itu.

"Oh, Grace!" tebak Lea.

Siapa lagi? Grace tidak akan melepaskan tangkapan besar seperti yang dia katakan. Sepertinya Grace sangat yakin bahwa pria itu bisa memberikannya banyak uang.

Dalam satu gerakan, kini tubuh mereka sudah tak berjarak. Pria itu menangkap tubuh Lea dan menguncinya.

"Kau harus tahu, Sweet Cake. Aku pun tipe pria pemilih. Harusnya kau bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk menghangatkan ranjangku," ujar pria itu.

Tidak memberi kesempatan pada Lea untuk menjawab. Pria itu sudah membungkam mulut Lea dengan ciumannya. Awalnya Lea berusaha menolak dan melepaskan diri dari pria itu. Tapi tubuhnya justru memberi reaksi lain. Bukan hanya menikmati ciumannya, Lea juga menikmati sentuhan tangan besar pria itu yang menyusup di balik lingerie seksi di tubuhnya.

Memang bukan pertama kalinya Lea merasakan sentuhan pria asing seperti itu, tapi ini adalah pertama kalinya Lea "menerima" dengan sukarela apa yang dilakukan oleh pria asing.

Sisi liar Lea muncul ketika pria itu terus memberikan serangan-serangan mematikan di bagian tubuhnya yang sangat sensitif. Rasanya wanita itu sudah tidak sabar. Gejolak yang berasal dari dalam dirinya terus meronta. Dia ingin sekali membanting pria itu di atas ranjang dan memuaskan dirinya sendiri, tapi pria itu tidak melepaskan kunciannya. Pria itu semakin menghimpit tubuh Lea, tak menyisakan ruang antara dirinya dan lemari yang menjadi sandaran tubuh Lea.

"Easy, Baby," desis pria itu ketika melihat Lea yang sudah terbakar gairah mencoba membalik keadaan.

Satu tangan pria itu masih mencekal kedua tangan Lea di atas kepala wanita tersebut. Sementara satu tangannya puas bermain dengan area sensitif bagian atas tubuh Lea. Kini tangan kanan pria itu bergerak turun, mengusap perut Lea dengan gerakan menggoda.

Lea menengadah, membiarkan pria itu bebas mengakses leher hingga bagian depan tubuhnya. Semuanya terasa nikmat. Pria itu sangat lihai menarik hasrat Lea yang biasanya sangat sulit untuk membangkitkan monster di dalam dirinya. Namun pria itu ... he's completely different.

"Oh, shit!" racau Lea saat pria itu menghisap aset berharganya.

Kehangatan mulut pria itu ditambah dengan tangan nakalnya yang mulai merayap ke bagian bawah tubuh Lea, membuat wanita itu ingin menjerit. Ini luar biasa. Hanya dengan sentuhan saja, kaki Lea sudah terasa lemas. Tungkai kakinya seperti terendam di dalam air es. Andai pria itu tidak menahan tubuhnya, Lea yakin jika saat ini dirinya akan jatuh ke lantai.

"Please ...!" racau Lea saat jari pria itu mulai memainkan perannya di bawah sana.

Tidak ... pria itu tidak membiarkan jari-jarinya bermain terlalu dalam. Dia hanya bermain di permukaan sensitif saja, menggoda Lea dan memaksa wanita itu mengeluarkan jeritan mendamba. Namun justru itu yang membuat Lea semakin frustasi. Wanita itu sudah memohon untuk disentuh lebih dalam lagi.

Lantas, pria tersebut menyeringai. "Kau menginginkanku?"

Tanpa pikir panjang, Lea mengangguk dengan mata sayu menahan keinginan yang sudah tak tertahankan lagi.

"Please, touch me ...."

Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Lea. Tangannya perlahan mulai menyusup sedikit lebih dalam dengan ritme yang membuat Lea merasa semakin gila. Lalu, hal yang tak diduga Lea pun terjadi. Pria itu tiba-tiba memutus semua kenikmatan yang Lea rasakan.

"Ini hukuman karena kau berani menolakku," bisik pria itu seraya menjauhkan dirinya dari Lea.

Bibirnya menampilkan seringai yang semakin lebar. Lalu, pria itu berbalik dan berjalan keluar dari kamar Lea, meninggalkan wanita yang ditelan kekecewaan luar biasa tersebut tanpa mengatakan apa pun lagi.

"Argh! Sialan!" umpat Lea dengan deru napas yang memburu.

Lea ingin marah, tapi dia juga merasa bodoh. Begitu mudahnya dia terjatuh dalam permainan pria itu. Hal yang tidak seharusnya terjadi dalam hidup Lea.

***

tbc.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status